alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Imbas Korona, Pemain Hanya Dapat Gaji 25 Persen

Kompetisi Libur, Pemain Jember Pulang Kampung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi virus Covid-19 ini membuat seluruh aktivitas sepak bola mandek. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang sudah berjalan beberapa laga juga ikut dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Para pemain dan pelatih pun diliburkan. Sudah dua pekan ini, mereka pulang ke rumah masing-masing. Hal ini juga dialami oleh tiga pemain asli Jember yang merumput di klub Liga 1 dan Liga 2. Seperti Bayu Gatra Sanggiawan yang selama ini bermain bersama PSM Makassar di Liga 1. Serta dua pemain muda yang berlaga di Liga 2, seperti Cakra Yudha bersama Sriwijaya FC dan Giofani dengan Kalteng Putra.

Dihentikannya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tersebut berimbas pada persoalan gaji pemain. Beberapa waktu lalu, PSSI pun sudah memutuskan untuk semua klub Liga 1 dan Liga 2 soal gaji pemain selama virus korona ini. Regulasi yang dibuat PT LIB sebagai operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2, yakni kompensasi yang dibayarkan kepada pelatih dan pemain adalah 25 persen dari kontrak selama diliburkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal tersebut mendapat berbagai respon dari tiga pemain asli Jember tersebut. Mantan pemain timnas senior, Bayu Gatra misalnya. Dirinya tidak setuju dengan kebijakan tersebut. “Saya sebagai pemain tidak mau. Ini kan keputusan sepihak dari PSSI, pemain tidak dilibatkan,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi virus Covid-19 ini membuat seluruh aktivitas sepak bola mandek. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang sudah berjalan beberapa laga juga ikut dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Para pemain dan pelatih pun diliburkan. Sudah dua pekan ini, mereka pulang ke rumah masing-masing. Hal ini juga dialami oleh tiga pemain asli Jember yang merumput di klub Liga 1 dan Liga 2. Seperti Bayu Gatra Sanggiawan yang selama ini bermain bersama PSM Makassar di Liga 1. Serta dua pemain muda yang berlaga di Liga 2, seperti Cakra Yudha bersama Sriwijaya FC dan Giofani dengan Kalteng Putra.

Dihentikannya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tersebut berimbas pada persoalan gaji pemain. Beberapa waktu lalu, PSSI pun sudah memutuskan untuk semua klub Liga 1 dan Liga 2 soal gaji pemain selama virus korona ini. Regulasi yang dibuat PT LIB sebagai operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2, yakni kompensasi yang dibayarkan kepada pelatih dan pemain adalah 25 persen dari kontrak selama diliburkan.

Hal tersebut mendapat berbagai respon dari tiga pemain asli Jember tersebut. Mantan pemain timnas senior, Bayu Gatra misalnya. Dirinya tidak setuju dengan kebijakan tersebut. “Saya sebagai pemain tidak mau. Ini kan keputusan sepihak dari PSSI, pemain tidak dilibatkan,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pandemi virus Covid-19 ini membuat seluruh aktivitas sepak bola mandek. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang sudah berjalan beberapa laga juga ikut dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Para pemain dan pelatih pun diliburkan. Sudah dua pekan ini, mereka pulang ke rumah masing-masing. Hal ini juga dialami oleh tiga pemain asli Jember yang merumput di klub Liga 1 dan Liga 2. Seperti Bayu Gatra Sanggiawan yang selama ini bermain bersama PSM Makassar di Liga 1. Serta dua pemain muda yang berlaga di Liga 2, seperti Cakra Yudha bersama Sriwijaya FC dan Giofani dengan Kalteng Putra.

Dihentikannya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tersebut berimbas pada persoalan gaji pemain. Beberapa waktu lalu, PSSI pun sudah memutuskan untuk semua klub Liga 1 dan Liga 2 soal gaji pemain selama virus korona ini. Regulasi yang dibuat PT LIB sebagai operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2, yakni kompensasi yang dibayarkan kepada pelatih dan pemain adalah 25 persen dari kontrak selama diliburkan.

Hal tersebut mendapat berbagai respon dari tiga pemain asli Jember tersebut. Mantan pemain timnas senior, Bayu Gatra misalnya. Dirinya tidak setuju dengan kebijakan tersebut. “Saya sebagai pemain tidak mau. Ini kan keputusan sepihak dari PSSI, pemain tidak dilibatkan,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/