alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Nasib Atlet Jember, Fasilitas Olahraga Belum Lengkap

Masih Perlu Pembenahan Sarpras

Mobile_AP_Rectangle 1

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Seleksi beberapa cabang olahraga untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim telah dilakukan. Namun, beberapa cabor juga terpantau memiliki sarana dan prasarana yang kurang memenuhi standar. Bahkan, ada yang tidak memiliki.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di beberapa venue seleksi cabor, ada yang memakai sarpras apa adanya, menumpang di tempat lain, hingga tidak memiliki sama sekali. Mulai dari tinju yang tidak memiliki ring, panjat tebing selalu menumpang fasilitas papan panjat sekolah, hingga matras lompat tinggi yang terkesan apa adanya. “Kalau matrasnya ini tidak standar. Semestinya, matrasnya tidak digabung, tapi menjadi satu,” ucap Wahman dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Matras yang digabung tersebut memunculkan kekhawatiran cedera pada atlet. Misalnya, tangan atlet lompat tinggi bisa masuk ke bagian pertemuan matras tersebut. “Selain itu, matras digabung juga kurang lebar,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua KONI Jember Sutikno mengakui bahwa ada beberapa sarana dan prasarana yang masih kurang di beberapa lokasi. “Maka dari itu, kami meminta setiap cabor untuk melaporkan semuanya. Termasuk sarpras apa yang dibutuhkan dan sarpras apa yang sudah dimiliki,” ucapnya.

Data tersebut bisa menjadi acuan dan kebijakan bagaimana pemenuhan sarpras di setiap cabor. “Nanti akan kami plot sarpras mana yang sangat urgent untuk diadakan dan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” imbuh Sutikno.

- Advertisement -

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Seleksi beberapa cabang olahraga untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim telah dilakukan. Namun, beberapa cabor juga terpantau memiliki sarana dan prasarana yang kurang memenuhi standar. Bahkan, ada yang tidak memiliki.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di beberapa venue seleksi cabor, ada yang memakai sarpras apa adanya, menumpang di tempat lain, hingga tidak memiliki sama sekali. Mulai dari tinju yang tidak memiliki ring, panjat tebing selalu menumpang fasilitas papan panjat sekolah, hingga matras lompat tinggi yang terkesan apa adanya. “Kalau matrasnya ini tidak standar. Semestinya, matrasnya tidak digabung, tapi menjadi satu,” ucap Wahman dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jember.

Matras yang digabung tersebut memunculkan kekhawatiran cedera pada atlet. Misalnya, tangan atlet lompat tinggi bisa masuk ke bagian pertemuan matras tersebut. “Selain itu, matras digabung juga kurang lebar,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua KONI Jember Sutikno mengakui bahwa ada beberapa sarana dan prasarana yang masih kurang di beberapa lokasi. “Maka dari itu, kami meminta setiap cabor untuk melaporkan semuanya. Termasuk sarpras apa yang dibutuhkan dan sarpras apa yang sudah dimiliki,” ucapnya.

Data tersebut bisa menjadi acuan dan kebijakan bagaimana pemenuhan sarpras di setiap cabor. “Nanti akan kami plot sarpras mana yang sangat urgent untuk diadakan dan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” imbuh Sutikno.

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Seleksi beberapa cabang olahraga untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim telah dilakukan. Namun, beberapa cabor juga terpantau memiliki sarana dan prasarana yang kurang memenuhi standar. Bahkan, ada yang tidak memiliki.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di beberapa venue seleksi cabor, ada yang memakai sarpras apa adanya, menumpang di tempat lain, hingga tidak memiliki sama sekali. Mulai dari tinju yang tidak memiliki ring, panjat tebing selalu menumpang fasilitas papan panjat sekolah, hingga matras lompat tinggi yang terkesan apa adanya. “Kalau matrasnya ini tidak standar. Semestinya, matrasnya tidak digabung, tapi menjadi satu,” ucap Wahman dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jember.

Matras yang digabung tersebut memunculkan kekhawatiran cedera pada atlet. Misalnya, tangan atlet lompat tinggi bisa masuk ke bagian pertemuan matras tersebut. “Selain itu, matras digabung juga kurang lebar,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua KONI Jember Sutikno mengakui bahwa ada beberapa sarana dan prasarana yang masih kurang di beberapa lokasi. “Maka dari itu, kami meminta setiap cabor untuk melaporkan semuanya. Termasuk sarpras apa yang dibutuhkan dan sarpras apa yang sudah dimiliki,” ucapnya.

Data tersebut bisa menjadi acuan dan kebijakan bagaimana pemenuhan sarpras di setiap cabor. “Nanti akan kami plot sarpras mana yang sangat urgent untuk diadakan dan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” imbuh Sutikno.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/