Perjalanan Kapten Tim Futsal Jember di Ajang Porprov

Dari Rumput Hijau ke Lapangan Sintetis

Bagi Yulian Nur Rahmaddani, bermain si kulit bundar sudah menjadi hobinya. Baik di lapangan sintetis futsal maupun lapangan hijau sepak bola. Memulai karir dari klub junior Persid, tahun lalu dirinya dipercaya menjadi Kapten Skuad Futsal Jember di event Porprov. Seperti apa kisahnya?

PEMAIN TERAKHIR: Yulian Nur Rahmaddani ketika menjalani salah satu pertandingan futsal di ajang Porprov 2019 lalu sebagai penjaga gawang. Waktu itu, dirinya didapuk sebagai kapten tim. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019 lalu menjadi ajang perdana bagi Yulian Nur Rahmaddani. Remaja yang akrab disapa Dani ini menjadi pilar penting di Tim Futsal Jember. Bermain sebagai kiper di bawah mistar gawang, dirinya dipercaya menjadi kapten tim.

IKLAN

Menjadi leader di lapangan, tidaklah mudah. Apalagi, dia bersama rekan-rekannya baru pertama kali mencicipi ajang level provinsi tersebut. Pada kualifikasi Pra-Porprov, Tim Futsal Jember memang tidak begitu dijagokan. Berstatus tim nonunggulan, justru membuktikan bahwa futsal Jember patut diperhitungkan. Dani Cs sukses lolos ke Porprov 2019. Sayangnya, mereka tidak bisa melangkah lebih jauh, Jember terhenti di babak 16 besar.

Ditanya soal apakah ada beban bagi Dani dan rekan-rekannya saat berlaga di Porprov 2019? Mengingat, hampir seluruh penggawanya didominasi pemain muda dan baru pertama kali tampil di ajang sekelas Porprov? “Kalau menurut saya beban sih ya tetap beban. Karena mewakili nama baik Kota Jember. Tapi saya dan teman-teman tetap berpikir positif untuk bisa lolos,” kata Dani.

Apalagi, kata dia, sudah sekian lama Futsal Jember tenggelam di Porprov. Dan baru mulai bangkit lagi tahun kemarin. “Alhamdulilah, lolos Porprov dari Pra-Porprov,” imbuhnya.

Selain faktor minim pengalaman, lawan yang dihadapi pada ajang Porprov rata-rata adalah tim matang. Kebanyakan, pemain lawan sudah bermain di Liga Nusantara (Linus) Jawa Timur, sebuah kompetisi amatir futsal di Jatim. “Apalagi tim-tim seperti Sidoarjo, Kediri, dan Surabaya sudah tim yang kebentuk lama,” ungkap mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) ini.

Dani mengaku memetik pelajaran berharga dari event Porprov tersebut. Ini untuk dijadikan evaluasi di Porprov 2021 mendatang. “Kalau menurut saya sudah bagus. Tapi saya sama kawan-kawan belum puas atas hasil kemarin. Harus banyak latihan lagi kalau mau dapat medali buat Porprov selanjutnya,” jelas remaja kelahiran 24 Juli 2000 ini.

Meski sudah berusaha maksimal, Dani mengaku tetap akan berusaha seoptimal mungkin apabila dirinya dipercaya menjadi bagian dari Tim Futsal Jember untuk Porprov 2021. Sebab, usianya juga masih bisa bermain di ajang dua tahunan itu. Sesuai regulasi, ajang Porprov untuk atlet maksimal berusia 21 tahun.

Namun, siapa sangka, di balik kepemimpinan Dani menjadi kapten Tim Futsal Jember di bawah mistar gawang, ternyata sebelumnya dia adalah pemain sepak bola. Bukan murni pemain futsal. Sebelum bermain futsal untuk Jember di ajang Porprov, Dani sudah terlebih dahulu gabung bersama beberapa klub junior sepak bola.

Dirinya tercatat pernah membela Persid Jember U-15 dan U-17. Dani juga menjadi salah satu pemain kunci saat Persid U-17 meraih gelar juara Piala Soeratin U-17 zona Jawa Timur 2017 lalu. Setelah bergabung bersama Persid Junior, pada 2018 alumnus SMPN 1 Ambulu ini membela Persela Lamongan U-19. Bersama Persela Muda, Dani berlaga di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-19.

“Saya baru pertama kali main di Porprov 2019. Apalagi main di cabor futsal. Soalnya sebelumnya saya kan memang main di sepak bola,” tutur alumnus SMA Bima Ambulu ini. Dia menambahkan, sejatinya dirinya tidak begitu kaku bermain di lapangan futsal. Sebab, sejak SMA, dirinya juga kerap bermain futsal.

“Sebenarnya saya pemain sepak bola. Cuma dari SMA juga sudah main futsal. Waktu SMA juga bawa SMA Bima juara turnamen di Jember. Dan sampai lolos ke semifinal di Surabaya,” ucapnya. Ke depan, Dani berharap, futsal dan sepak bola Jember bisa sama-sama memberikan prestasi terbaik di ajang tingkat Jawa Timur tersebut.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih