alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Klaim Raker Verifikasi Tetap Sah

Meski Hanya Dihadiri 16 dari 39 Cabor 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KONI Jember mengadakan rapat kerja (raker) verifikasi Musorkablub. Ketua KONI Jember Abdul Haris Alfianto mengklaim, verifikasi itu merupakan tahapan sebelum diselenggarakannya Musorkablub. Karena itu, hasilnya nanti akan diserahkan kepada KONI Jatim, dan bisa diketahui apakah usulan Musorkablub itu sah atau tidak.

Raker verifikasi ini bertempat di GOR Kaliwates lantai dua, kemarin (12/4). Pelaksanaannya agak molor. Raker yang diagendakan mulai pukul 12.00 itu harus diundur hingga hampir dua jam, lantaran perwakilan cabor banyak yang belum datang. Tepat pukul 13.41, raker resmi dibuka dengan dihadiri 12 perwakilan cabor.

Selanjutnya, empat cobor lain menyusul hadir.  Sehingga total yang datang adalah 16 cabor. Raker ini sifatnya adalah memverifikasi, tidak memutus keberadaan cabor. Karena itu, hasil verifikasinya nanti akan dikirimkan ke KONI Jatim.  “Sifatnya legitimate untuk mengajukan ke tahap Musorkablub,” kata Alfin, panggilan Ketua KONI Jember itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menyebut, dari 44 cabor yang terdata, hanya 39 cabor yang dikirimi surat undangan untuk mengikuti raker. Sebab, lima cabor lainnya belum resmi dan masih mengajukan diri sebagai anggota KONI Jember. Kendati demikian, Alfin menyatakan, kelima cabor tersebut sudah diakui oleh KONI Jatim. Yakni Pabersi, PABBSI, Olahraga Bola Tangan, Olahraga Bola Kayu, dan Arung Jeram.

Walau yang diundang 39 cabor, tapi hanya 16 cabor yang hadir. Dalam raker verifikasi tersebut, KONI Jember menguji keabsahan cabor yang menyatakan mosi tidak percaya. Dari 29 cabor, terdapat delapan cabor yang dianggap sah oleh KONI Jember. Yaitu PSTI, Perbakin, Gabsi, FPTI, PAMI, Perkemi, PSSI, dan PRSI.

Sementara sisanya, dinilainya tidak sah karena cacat administrasi. Ada yang tanda tangan mosi tidak percaya bukan ketua umum, SK mati atau belum ada SK, tidak ada logo atau alamat kesekretariatan, terdaftar tapi belum sah sebagai anggota KONI Jember, dan tidak tertera tanggal pembuatan mosi tidak percaya. “Walau mereka mengklaim 29, tapi hanya delapan yang memiliki legal formal yang jelas. Dari verifikasi ini nanti yang menentukan adalah KONI Jatim,” ungkap Alfin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KONI Jember mengadakan rapat kerja (raker) verifikasi Musorkablub. Ketua KONI Jember Abdul Haris Alfianto mengklaim, verifikasi itu merupakan tahapan sebelum diselenggarakannya Musorkablub. Karena itu, hasilnya nanti akan diserahkan kepada KONI Jatim, dan bisa diketahui apakah usulan Musorkablub itu sah atau tidak.

Raker verifikasi ini bertempat di GOR Kaliwates lantai dua, kemarin (12/4). Pelaksanaannya agak molor. Raker yang diagendakan mulai pukul 12.00 itu harus diundur hingga hampir dua jam, lantaran perwakilan cabor banyak yang belum datang. Tepat pukul 13.41, raker resmi dibuka dengan dihadiri 12 perwakilan cabor.

Selanjutnya, empat cobor lain menyusul hadir.  Sehingga total yang datang adalah 16 cabor. Raker ini sifatnya adalah memverifikasi, tidak memutus keberadaan cabor. Karena itu, hasil verifikasinya nanti akan dikirimkan ke KONI Jatim.  “Sifatnya legitimate untuk mengajukan ke tahap Musorkablub,” kata Alfin, panggilan Ketua KONI Jember itu.

Dia menyebut, dari 44 cabor yang terdata, hanya 39 cabor yang dikirimi surat undangan untuk mengikuti raker. Sebab, lima cabor lainnya belum resmi dan masih mengajukan diri sebagai anggota KONI Jember. Kendati demikian, Alfin menyatakan, kelima cabor tersebut sudah diakui oleh KONI Jatim. Yakni Pabersi, PABBSI, Olahraga Bola Tangan, Olahraga Bola Kayu, dan Arung Jeram.

Walau yang diundang 39 cabor, tapi hanya 16 cabor yang hadir. Dalam raker verifikasi tersebut, KONI Jember menguji keabsahan cabor yang menyatakan mosi tidak percaya. Dari 29 cabor, terdapat delapan cabor yang dianggap sah oleh KONI Jember. Yaitu PSTI, Perbakin, Gabsi, FPTI, PAMI, Perkemi, PSSI, dan PRSI.

Sementara sisanya, dinilainya tidak sah karena cacat administrasi. Ada yang tanda tangan mosi tidak percaya bukan ketua umum, SK mati atau belum ada SK, tidak ada logo atau alamat kesekretariatan, terdaftar tapi belum sah sebagai anggota KONI Jember, dan tidak tertera tanggal pembuatan mosi tidak percaya. “Walau mereka mengklaim 29, tapi hanya delapan yang memiliki legal formal yang jelas. Dari verifikasi ini nanti yang menentukan adalah KONI Jatim,” ungkap Alfin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KONI Jember mengadakan rapat kerja (raker) verifikasi Musorkablub. Ketua KONI Jember Abdul Haris Alfianto mengklaim, verifikasi itu merupakan tahapan sebelum diselenggarakannya Musorkablub. Karena itu, hasilnya nanti akan diserahkan kepada KONI Jatim, dan bisa diketahui apakah usulan Musorkablub itu sah atau tidak.

Raker verifikasi ini bertempat di GOR Kaliwates lantai dua, kemarin (12/4). Pelaksanaannya agak molor. Raker yang diagendakan mulai pukul 12.00 itu harus diundur hingga hampir dua jam, lantaran perwakilan cabor banyak yang belum datang. Tepat pukul 13.41, raker resmi dibuka dengan dihadiri 12 perwakilan cabor.

Selanjutnya, empat cobor lain menyusul hadir.  Sehingga total yang datang adalah 16 cabor. Raker ini sifatnya adalah memverifikasi, tidak memutus keberadaan cabor. Karena itu, hasil verifikasinya nanti akan dikirimkan ke KONI Jatim.  “Sifatnya legitimate untuk mengajukan ke tahap Musorkablub,” kata Alfin, panggilan Ketua KONI Jember itu.

Dia menyebut, dari 44 cabor yang terdata, hanya 39 cabor yang dikirimi surat undangan untuk mengikuti raker. Sebab, lima cabor lainnya belum resmi dan masih mengajukan diri sebagai anggota KONI Jember. Kendati demikian, Alfin menyatakan, kelima cabor tersebut sudah diakui oleh KONI Jatim. Yakni Pabersi, PABBSI, Olahraga Bola Tangan, Olahraga Bola Kayu, dan Arung Jeram.

Walau yang diundang 39 cabor, tapi hanya 16 cabor yang hadir. Dalam raker verifikasi tersebut, KONI Jember menguji keabsahan cabor yang menyatakan mosi tidak percaya. Dari 29 cabor, terdapat delapan cabor yang dianggap sah oleh KONI Jember. Yaitu PSTI, Perbakin, Gabsi, FPTI, PAMI, Perkemi, PSSI, dan PRSI.

Sementara sisanya, dinilainya tidak sah karena cacat administrasi. Ada yang tanda tangan mosi tidak percaya bukan ketua umum, SK mati atau belum ada SK, tidak ada logo atau alamat kesekretariatan, terdaftar tapi belum sah sebagai anggota KONI Jember, dan tidak tertera tanggal pembuatan mosi tidak percaya. “Walau mereka mengklaim 29, tapi hanya delapan yang memiliki legal formal yang jelas. Dari verifikasi ini nanti yang menentukan adalah KONI Jatim,” ungkap Alfin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/