Kiprah Mohammad Firmansyah Sebelum Promosi ke Macan Raung

Bawa Persid U-17 Juara, sampai Tantangan Mental Bermain di Tim Senior

Putra daerah kebanyakan memiliki cita-cita membela klub lokal. Sebab, bermain untuk kota kelahiran merupakan kebanggaan tersendiri. Termasuk bagi Mohammad Firmansyah. Penjaga gawang muda asli Jember ini merasa bangga bisa membawa tim junior Persid juara. Prestasi inilah yang membawanya dipromosikan ke tim senior.

DAPAT BANYAK PENGALAMAN: Mohammad Firmansyah dalam sesi latihan saat bersama skuad Persid senior musim lalu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rasa bangga terhadap klub di kota kelahirannya sudah tak diragukan lagi. Mohammad Firmansyah merasa terhormat dapat mengenakan jersey Persid di lapangan. Apalagi, Firman sapaan akrabnya, sudah menorehkan tinta emas bersama skuad Persid junior.

IKLAN

Di musim pertamanya bergabung bersama Persid Jember U-17 dalam turnamen Piala Soeratin U-17, Firman dkk meraih prestasi membanggakan. Title kampiun Piala Soeratin U-17 zona Jawa Timur (Jatim) dibawa pulang ke Jember. Ini setelah skuad Persid junior menang atas PSBK Blitar dalam laga final di Stadion Brawijaya Kediri pada 2017 silam.

Sayangnya, mimpi Persid junior waktu itu untuk meraih gelar juara kedua di babak nasional Piala Soeratin harus kandas. Langkah mereka terhenti di babak delapan besar, setelah dikalahkan oleh tuan rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo. “Di putaran nasional itu saya beberapa kali dimainkan kiper inti. Tapi waktu lawan PSS saya absen, karena kondisi badan lagi tidak fit,” kata Firman.

Meski begitu, pengalaman satu tahun tersebut menjadi langkah awal bagi Firman. Sebab, bersama skuad junior, dirinya mulai mendapat banyak pengalaman. Apalagi, bergabung dengan tim yang dipersiapkan matang dan memiliki target lolos ke babak nasional sudah terpenuhi.

Alhamdulillah, waktu itu bisa mengantarkan tim juara zona Jatim. Itu menjadi pengalaman berharga buat saya,” ucap pemuda yang tinggal di Jalan Tidar, Lingkungan Karang Baru, Sumbersari, ini.

Setelah berhasil memberikan prestasi terbaik bersama tim junior. Firman terus melanjutkan karirnya di lapangan hijau. Dengan usia yang masih cukup belia, Firman akhirnya mengikuti seleksi di tim senior. Waktu itu, Persid Jember musim 2018 yang bakal berlaga di Liga 3 zona Jatim. Dia diseleksi langsung oleh pelatih nasional, macam Rudy William Keltjes dengan pelatih kepala putranya sendiri, Steven Keltjes.

Firman akhirnya menjadi salah satu penggawa Persid di bawah mistar gawang musim 2018 lalu. Pada 2018 itulah, pertama kali pemain jebolan Sekolah Sepak Bola (SSB) PSPS Sukorejo ini membela skuad senior. Setelah bergabung bersama tim senior, Firman merasakan perbedaannya, karena ada tantangan tersendiri baginya.

Terlebih saat dirinya masuk, Persid menjadi harapan besar bagi masyarakat Jember dan suporter setianya, Berni, untuk meraih prestasi terbaik. Namun lagi-lagi, Persid di bawah kendali Steven Keltjes masih mentok di penyisihan fase grup zona Jatim.

Menurut Firman, banyak tantangan ketika promosi dari tim junior ke senior. “Perbedaannya di beban mental. Mental pemain harus lebih kuat. Selain itu, kalau bersama tim senior lebih banyak dapat pengalaman,” ucap pemain yang mengidolakan kiper Manchester United, De Gea, ini.

Setelah musim 2018, tahun lalu Firman kembali menjadi bagian Persid senior. Sayangnya, bersama Persid, tim yang berdiri tahun 1952 ini lagi-lagi gagal memberikan prestasi terbaiknya. Langkah Persid mentok di fase grup Jatim saja. “Cita-cita saya memang bermain di tim Persid senior. Bisa ambil banyak pengalaman, saya juga ingin membawa klub ini meraih prestasi terbaik,” tuturnya.

Selama dua tahun membela Persid senior, pemain senior macam Iwan Sampurno menjadi panutan bagi Firman. “Kalau Mas Iwan sering memberikan nasihat buat kami pemain-pemain muda. Baik di dalam maupun luar lapangan,” ucap anak ketiga dari pasangan Sukrisno Kismanto dan Sumiati ini.

Awal perjalanan Firman di dunia sepak bola, sebenarnya bukan menjadi penjaga gawang. Dulu sewaktu masih di SSB, dirinya menjadi pemain biasa. “Tapi nyoba-nyoba jadi kiper kok mulai cocok. Lama-kelamaan main jadi kiper saja,” ucapnya. Kini, Firman masih belum menentukan bakal berlabuh ke klub mana. Namun, jika dilihat dari umur, usianya masih mencukupi bila bermain di Liga 3 tahun ini.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih