alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bola Ada di Tangan Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

Jauh sebelumnya, YPJ versi Sunardi sudah diserahkan ke bupati. Kemudian, disusul YPJ versi Suparno. Mereka melayangkan surat kepada bupati tertanggal 7 Juni. Isinya menolak yayasan dibubarkan dan menyerahkan yayasan untuk memasukkan nama bupati sebagai ketua pembina yayasan.

Ahmad Halim, anggota YPJ versi Suparno, yang sekaligus Ketua Pembina YPJ versi Sunardi, menjelaskan, dalam surat YPJ versi Suparno tersebut ada kesalahan pemahaman sehingga redaksionalnya ada yang keliru. Sebab, dalam kesepakatan dengan dewan pembina, penyerahan ke bupati itu tanpa syarat. “Dari YPJ Suparno, akan memperbaiki surat ke bupati tersebut,” terangnya.

Sebab, bila diserahkan masih ada syarat dan diisi oleh orang-orang terdahulu, maka akan memunculkan celah dari masa lalu. “Ya otomatis dari Pak Nardi akan muncul protes,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Jauh sebelumnya, YPJ versi Sunardi sudah diserahkan ke bupati. Kemudian, disusul YPJ versi Suparno. Mereka melayangkan surat kepada bupati tertanggal 7 Juni. Isinya menolak yayasan dibubarkan dan menyerahkan yayasan untuk memasukkan nama bupati sebagai ketua pembina yayasan.

Ahmad Halim, anggota YPJ versi Suparno, yang sekaligus Ketua Pembina YPJ versi Sunardi, menjelaskan, dalam surat YPJ versi Suparno tersebut ada kesalahan pemahaman sehingga redaksionalnya ada yang keliru. Sebab, dalam kesepakatan dengan dewan pembina, penyerahan ke bupati itu tanpa syarat. “Dari YPJ Suparno, akan memperbaiki surat ke bupati tersebut,” terangnya.

Sebab, bila diserahkan masih ada syarat dan diisi oleh orang-orang terdahulu, maka akan memunculkan celah dari masa lalu. “Ya otomatis dari Pak Nardi akan muncul protes,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Mahrus Sholih

Jauh sebelumnya, YPJ versi Sunardi sudah diserahkan ke bupati. Kemudian, disusul YPJ versi Suparno. Mereka melayangkan surat kepada bupati tertanggal 7 Juni. Isinya menolak yayasan dibubarkan dan menyerahkan yayasan untuk memasukkan nama bupati sebagai ketua pembina yayasan.

Ahmad Halim, anggota YPJ versi Suparno, yang sekaligus Ketua Pembina YPJ versi Sunardi, menjelaskan, dalam surat YPJ versi Suparno tersebut ada kesalahan pemahaman sehingga redaksionalnya ada yang keliru. Sebab, dalam kesepakatan dengan dewan pembina, penyerahan ke bupati itu tanpa syarat. “Dari YPJ Suparno, akan memperbaiki surat ke bupati tersebut,” terangnya.

Sebab, bila diserahkan masih ada syarat dan diisi oleh orang-orang terdahulu, maka akan memunculkan celah dari masa lalu. “Ya otomatis dari Pak Nardi akan muncul protes,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/