alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Banyak Taekwondoin pindah ke Poomsae

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID-  Semangat atlet taekwondo Jember kembali bergairah. Mereka kembali jalani latihan di aula PDP, setelah selama beberapa waktu tak bisa latihan karena pandemi. Namun ternyata taekwondoin kyorugi banyak beralih ke nomor seni atau poomsae.

Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Jember Rahmad mengatakan, pandemi Covid-19 membuat kegiatan olahraga tidak seperti dulu. Tidak ada kompetisi, dan waktu untuk latihan juga mulai berkurang. Namun, sejak gelombang kedua berangsur membaik, maka para atlet kini mulai berlatih. “Apalagi ditambah ada agenda seleksi untuk Porprov (Pekan Olahraga Provinsi, Red), semangat atlet semakin berlipat ganda,” ucap Rahmad.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walau kembali semangat, ada perubahan untuk minat atlet, khususnya di nomor kyorugi. Sehingga nomor tarung atau kyorugi lebih banyak beralih ke nomor seni yaitu poomsae. Hal itu disebabkan tidak adanya kompetisi taekwondo. “Kalau poomsae masih ada kompetisi di tengah pandemi, yaitu lewat virtual,” tuturnya.

Meski demikian, menurut Rahmad, perpindahan tersebut juga baik. Sebab, atlet merespons keberadaan kompetisi yang telah ada di tengah pandemi di nomor poomsae. “Anak-anak latihan ini kan ada tujuannya, salah satunya ikut kompetisi. Kyorugi sekarang belum ada kompetisi,” ucapnya.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID-  Semangat atlet taekwondo Jember kembali bergairah. Mereka kembali jalani latihan di aula PDP, setelah selama beberapa waktu tak bisa latihan karena pandemi. Namun ternyata taekwondoin kyorugi banyak beralih ke nomor seni atau poomsae.

Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Jember Rahmad mengatakan, pandemi Covid-19 membuat kegiatan olahraga tidak seperti dulu. Tidak ada kompetisi, dan waktu untuk latihan juga mulai berkurang. Namun, sejak gelombang kedua berangsur membaik, maka para atlet kini mulai berlatih. “Apalagi ditambah ada agenda seleksi untuk Porprov (Pekan Olahraga Provinsi, Red), semangat atlet semakin berlipat ganda,” ucap Rahmad.

Walau kembali semangat, ada perubahan untuk minat atlet, khususnya di nomor kyorugi. Sehingga nomor tarung atau kyorugi lebih banyak beralih ke nomor seni yaitu poomsae. Hal itu disebabkan tidak adanya kompetisi taekwondo. “Kalau poomsae masih ada kompetisi di tengah pandemi, yaitu lewat virtual,” tuturnya.

Meski demikian, menurut Rahmad, perpindahan tersebut juga baik. Sebab, atlet merespons keberadaan kompetisi yang telah ada di tengah pandemi di nomor poomsae. “Anak-anak latihan ini kan ada tujuannya, salah satunya ikut kompetisi. Kyorugi sekarang belum ada kompetisi,” ucapnya.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID-  Semangat atlet taekwondo Jember kembali bergairah. Mereka kembali jalani latihan di aula PDP, setelah selama beberapa waktu tak bisa latihan karena pandemi. Namun ternyata taekwondoin kyorugi banyak beralih ke nomor seni atau poomsae.

Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Jember Rahmad mengatakan, pandemi Covid-19 membuat kegiatan olahraga tidak seperti dulu. Tidak ada kompetisi, dan waktu untuk latihan juga mulai berkurang. Namun, sejak gelombang kedua berangsur membaik, maka para atlet kini mulai berlatih. “Apalagi ditambah ada agenda seleksi untuk Porprov (Pekan Olahraga Provinsi, Red), semangat atlet semakin berlipat ganda,” ucap Rahmad.

Walau kembali semangat, ada perubahan untuk minat atlet, khususnya di nomor kyorugi. Sehingga nomor tarung atau kyorugi lebih banyak beralih ke nomor seni yaitu poomsae. Hal itu disebabkan tidak adanya kompetisi taekwondo. “Kalau poomsae masih ada kompetisi di tengah pandemi, yaitu lewat virtual,” tuturnya.

Meski demikian, menurut Rahmad, perpindahan tersebut juga baik. Sebab, atlet merespons keberadaan kompetisi yang telah ada di tengah pandemi di nomor poomsae. “Anak-anak latihan ini kan ada tujuannya, salah satunya ikut kompetisi. Kyorugi sekarang belum ada kompetisi,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/