alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Persid Harus Ikut Siapa?

Benang Kusut Dualisme Pengurus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik kepengurusan yayasan di tubuh Persid Jember masih belum juga reda. Usai konflik antara Yayasan Persid Jember (YPJ) dengan suporternya, Berni, kini yang terbaru adalah perseteruan antara pengurus lama dengan pengurus baru yang sudah terbentuk.

Konflik internal di tubuh Persid memang seperti benang kusut. Pengurus YPJ lama mengklaim tidak terima atas pembentukan pengurus baru tersebut. Bahkan Sunardi, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua kepengurusan lama, sempat melempar somasi kepada notaris yang memberikan pengesahan kepada pengurus baru. Selain itu, pihaknya juga mengirim pengaduan kepada Asprov PSSI Jawa Timur.

Persoalan baru terjadi ketika Pembina YPJ Suparno menggelar serah terima jabatan Ketua Pengurus YPJ yang baru kepada M Sholahudin, pada pertengahan Maret lalu. Pria yang akrab dipanggil Mas Jo itu juga didapuk menjadi ketua harian Berni. Di bawah pengurus baru, ada beberapa nama baru anggota Berni yang masuk dalam pengurus YPJ. Di antaranya Febri Arisandi dan Ahmad Hoiri, sebagai sekretaris dan bendahara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara di jajaran pembina, juga terdapat nama-nama yang masuk menjadi anggota pembina yayasan. Dulu, jabatan ketua pembina yayasan diemban oleh mendiang Miftahul Ulum yang sudah meninggal pada 2018 lalu. Bersama Cak Ulum, anggota pembina lainnya adalah Suparno, mantan Kepala Kanpora Jember.

Pengawas YPJ pun mengalami perubahan struktural. Dulunya, anggota pengawas dihuni tiga nama, yaitu Sirajudin, Wagino, dan Sugihartono. Di kepengurusan baru ini, pengawas terdiri atas Agus Rizki, Septafani Rahmansyah, dan Penta Satria. Pada jajaran pembina YPJ pun berganti. Suparno berpendapat, dirinyalah yang menjadi ketua pembina, bersama empat anggota pembina lainnya. Di antaranya, Wagino, Sirajudin, Ahmad Halim, dan Agus Rizki. Sementara, nama ketua yayasan yang selama ini diemban oleh Sunardi, kini tidak berada dalam kepengurusan YPJ.

Suparno juga menyebut, pihaknya sudah mendaftarkan Persid mengikuti Liga 3 tahun ini ke Asprov PSSI Jatim. Hal senada juga dikonfirmasi oleh Sunardi, yang mengklaim pihaknya lebih dulu mendaftarkan Persid ke Asprov Jatim.

Menurut Sunardi, dirinya tak terima dengan keputusan serah terima jabatan yayasan baru tersebut. Dia menganggap keputusan itu cacat hukum, dan menegaskan bahwa dirinya masih berhak memimpin YPJ hingga 2021 sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART).

Sabtu (8/8) lalu, beberapa pihak terkait pun menggelar mediasi di salah satu rumah makan di Kecamatan Ambulu. Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jember mendapat mandat dari Asprov PSSI Jawa Timur untuk melaksanakan mediasi kedua belah pihak yang berkonflik, antara pengurus baru (Sunardi) dan pengurus lama (Sholahudin).

Pihak perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur pun juga hadir. Amir Burhanuddin, Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Jatim, memutus perwakilannya Chalid Abubakar untuk menjadi penengah konflik internal pengurus Persid tersebut. Sayangnya, dalam mediasi tersebut, pihak pengurus lama yang diwakili Sunardi berhalangan hadir. “Mediasi beberapa waktu lalu, saya tidak bisa hadir karena ada hak menyatakan pendapat (HMP) di DPRD. Sabtu lalu saya bersamaan dengan Kongres Luar Biasa (KLB),” bebernya.

Sunardi menyebut, kalaupun ingin mengundang, harus seluruh pengurus yang wajib diundang. Hal ini perlu agar seluruh pengurus mengetahui kondisi dualisme tersebut. “Karena pendiri yayasan Persid ini dari beberapa unsur. Melibatkan Ketua DPRD, dulu almarhum Cak Ulum. Lalu dari DPRD saya sendiri, KONI ada Pak Wagino, Askab PSSI Jember ada Sirajudin, dan Suparno dari Kanpora,” jelas Sunardi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik kepengurusan yayasan di tubuh Persid Jember masih belum juga reda. Usai konflik antara Yayasan Persid Jember (YPJ) dengan suporternya, Berni, kini yang terbaru adalah perseteruan antara pengurus lama dengan pengurus baru yang sudah terbentuk.

Konflik internal di tubuh Persid memang seperti benang kusut. Pengurus YPJ lama mengklaim tidak terima atas pembentukan pengurus baru tersebut. Bahkan Sunardi, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua kepengurusan lama, sempat melempar somasi kepada notaris yang memberikan pengesahan kepada pengurus baru. Selain itu, pihaknya juga mengirim pengaduan kepada Asprov PSSI Jawa Timur.

Persoalan baru terjadi ketika Pembina YPJ Suparno menggelar serah terima jabatan Ketua Pengurus YPJ yang baru kepada M Sholahudin, pada pertengahan Maret lalu. Pria yang akrab dipanggil Mas Jo itu juga didapuk menjadi ketua harian Berni. Di bawah pengurus baru, ada beberapa nama baru anggota Berni yang masuk dalam pengurus YPJ. Di antaranya Febri Arisandi dan Ahmad Hoiri, sebagai sekretaris dan bendahara.

Sementara di jajaran pembina, juga terdapat nama-nama yang masuk menjadi anggota pembina yayasan. Dulu, jabatan ketua pembina yayasan diemban oleh mendiang Miftahul Ulum yang sudah meninggal pada 2018 lalu. Bersama Cak Ulum, anggota pembina lainnya adalah Suparno, mantan Kepala Kanpora Jember.

Pengawas YPJ pun mengalami perubahan struktural. Dulunya, anggota pengawas dihuni tiga nama, yaitu Sirajudin, Wagino, dan Sugihartono. Di kepengurusan baru ini, pengawas terdiri atas Agus Rizki, Septafani Rahmansyah, dan Penta Satria. Pada jajaran pembina YPJ pun berganti. Suparno berpendapat, dirinyalah yang menjadi ketua pembina, bersama empat anggota pembina lainnya. Di antaranya, Wagino, Sirajudin, Ahmad Halim, dan Agus Rizki. Sementara, nama ketua yayasan yang selama ini diemban oleh Sunardi, kini tidak berada dalam kepengurusan YPJ.

Suparno juga menyebut, pihaknya sudah mendaftarkan Persid mengikuti Liga 3 tahun ini ke Asprov PSSI Jatim. Hal senada juga dikonfirmasi oleh Sunardi, yang mengklaim pihaknya lebih dulu mendaftarkan Persid ke Asprov Jatim.

Menurut Sunardi, dirinya tak terima dengan keputusan serah terima jabatan yayasan baru tersebut. Dia menganggap keputusan itu cacat hukum, dan menegaskan bahwa dirinya masih berhak memimpin YPJ hingga 2021 sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART).

Sabtu (8/8) lalu, beberapa pihak terkait pun menggelar mediasi di salah satu rumah makan di Kecamatan Ambulu. Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jember mendapat mandat dari Asprov PSSI Jawa Timur untuk melaksanakan mediasi kedua belah pihak yang berkonflik, antara pengurus baru (Sunardi) dan pengurus lama (Sholahudin).

Pihak perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur pun juga hadir. Amir Burhanuddin, Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Jatim, memutus perwakilannya Chalid Abubakar untuk menjadi penengah konflik internal pengurus Persid tersebut. Sayangnya, dalam mediasi tersebut, pihak pengurus lama yang diwakili Sunardi berhalangan hadir. “Mediasi beberapa waktu lalu, saya tidak bisa hadir karena ada hak menyatakan pendapat (HMP) di DPRD. Sabtu lalu saya bersamaan dengan Kongres Luar Biasa (KLB),” bebernya.

Sunardi menyebut, kalaupun ingin mengundang, harus seluruh pengurus yang wajib diundang. Hal ini perlu agar seluruh pengurus mengetahui kondisi dualisme tersebut. “Karena pendiri yayasan Persid ini dari beberapa unsur. Melibatkan Ketua DPRD, dulu almarhum Cak Ulum. Lalu dari DPRD saya sendiri, KONI ada Pak Wagino, Askab PSSI Jember ada Sirajudin, dan Suparno dari Kanpora,” jelas Sunardi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik kepengurusan yayasan di tubuh Persid Jember masih belum juga reda. Usai konflik antara Yayasan Persid Jember (YPJ) dengan suporternya, Berni, kini yang terbaru adalah perseteruan antara pengurus lama dengan pengurus baru yang sudah terbentuk.

Konflik internal di tubuh Persid memang seperti benang kusut. Pengurus YPJ lama mengklaim tidak terima atas pembentukan pengurus baru tersebut. Bahkan Sunardi, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua kepengurusan lama, sempat melempar somasi kepada notaris yang memberikan pengesahan kepada pengurus baru. Selain itu, pihaknya juga mengirim pengaduan kepada Asprov PSSI Jawa Timur.

Persoalan baru terjadi ketika Pembina YPJ Suparno menggelar serah terima jabatan Ketua Pengurus YPJ yang baru kepada M Sholahudin, pada pertengahan Maret lalu. Pria yang akrab dipanggil Mas Jo itu juga didapuk menjadi ketua harian Berni. Di bawah pengurus baru, ada beberapa nama baru anggota Berni yang masuk dalam pengurus YPJ. Di antaranya Febri Arisandi dan Ahmad Hoiri, sebagai sekretaris dan bendahara.

Sementara di jajaran pembina, juga terdapat nama-nama yang masuk menjadi anggota pembina yayasan. Dulu, jabatan ketua pembina yayasan diemban oleh mendiang Miftahul Ulum yang sudah meninggal pada 2018 lalu. Bersama Cak Ulum, anggota pembina lainnya adalah Suparno, mantan Kepala Kanpora Jember.

Pengawas YPJ pun mengalami perubahan struktural. Dulunya, anggota pengawas dihuni tiga nama, yaitu Sirajudin, Wagino, dan Sugihartono. Di kepengurusan baru ini, pengawas terdiri atas Agus Rizki, Septafani Rahmansyah, dan Penta Satria. Pada jajaran pembina YPJ pun berganti. Suparno berpendapat, dirinyalah yang menjadi ketua pembina, bersama empat anggota pembina lainnya. Di antaranya, Wagino, Sirajudin, Ahmad Halim, dan Agus Rizki. Sementara, nama ketua yayasan yang selama ini diemban oleh Sunardi, kini tidak berada dalam kepengurusan YPJ.

Suparno juga menyebut, pihaknya sudah mendaftarkan Persid mengikuti Liga 3 tahun ini ke Asprov PSSI Jatim. Hal senada juga dikonfirmasi oleh Sunardi, yang mengklaim pihaknya lebih dulu mendaftarkan Persid ke Asprov Jatim.

Menurut Sunardi, dirinya tak terima dengan keputusan serah terima jabatan yayasan baru tersebut. Dia menganggap keputusan itu cacat hukum, dan menegaskan bahwa dirinya masih berhak memimpin YPJ hingga 2021 sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART).

Sabtu (8/8) lalu, beberapa pihak terkait pun menggelar mediasi di salah satu rumah makan di Kecamatan Ambulu. Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jember mendapat mandat dari Asprov PSSI Jawa Timur untuk melaksanakan mediasi kedua belah pihak yang berkonflik, antara pengurus baru (Sunardi) dan pengurus lama (Sholahudin).

Pihak perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur pun juga hadir. Amir Burhanuddin, Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Jatim, memutus perwakilannya Chalid Abubakar untuk menjadi penengah konflik internal pengurus Persid tersebut. Sayangnya, dalam mediasi tersebut, pihak pengurus lama yang diwakili Sunardi berhalangan hadir. “Mediasi beberapa waktu lalu, saya tidak bisa hadir karena ada hak menyatakan pendapat (HMP) di DPRD. Sabtu lalu saya bersamaan dengan Kongres Luar Biasa (KLB),” bebernya.

Sunardi menyebut, kalaupun ingin mengundang, harus seluruh pengurus yang wajib diundang. Hal ini perlu agar seluruh pengurus mengetahui kondisi dualisme tersebut. “Karena pendiri yayasan Persid ini dari beberapa unsur. Melibatkan Ketua DPRD, dulu almarhum Cak Ulum. Lalu dari DPRD saya sendiri, KONI ada Pak Wagino, Askab PSSI Jember ada Sirajudin, dan Suparno dari Kanpora,” jelas Sunardi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/