Persid Ajukan Dana Rp 3 Miliar

BERHARAP BANYAK: Demi mengarungi kompetisi 2021 mendatang, pengurus Yayasan Persid Jember mengajukan proposal dana hibah senilai Rp 3 miliar kepada Pemkab Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengurus Yayasan Persid Jember mulai ancang-ancang menyongsong kompetisi pada 2021 mendatang. Proposal senilai Rp 3 miliar telah diajukan dan dibicarakan kepada Plt Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief.

Dalam acara serap aspirasi di Pemkab Jember, kemarin (9/11), Muqit menemui sejumlah masyarakat, termasuk Persid. Ketua Pembina Yayasan Persid Jember Suparno dan Ketua Persid M Sholahuddin Amrulloh juga tampak hadir. Perwakilan Persid tersebut juga menyampaikan dan mengenalkan pengurus baru Persid yang diakui Kemenkumham.

Sholahuddin yang juga akrab disapa Jo mengatakan, ada beberapa hal yang disampaikan ke Plt bupati. Termasuk tentang bagaimana menyongsong kompetisi pada 2021 mendatang. Berkaitan dengan hal tersebut, tentu membutuhkan anggaran agar Persid bisa bersaing ke Liga III. Oleh karena itu, pihaknya juga mengajukan proposal dana hibah sebesar Rp 3 miliar.

Dana sebesar itu, kata dia, bisa memperlebar jalan Persid untuk memenuhi target naik kasta ke Liga II. “Tentu saja naik kasta ke Liga II akan jauh lebih sulit. Kompetisi Liga III ini paling panjang daripada Liga 1 dan Liga II,” tuturnya.

Untuk bisa lolos ke Liga II ada beberapa tahap. Di antaranya mampu lolos Zona Jawa Timur, Zona Jawa, hingga nasional. “Seperti kompetisi sebelumnya, hanya tiga tim yang naik kasta, dan satu play-off,” jelasnya.

Dia menegaskan, terkait dana, Persid Jember akan lebih mengedepankan transpirasi kepada masyarakat. “Kami ada website tentang transpirasi anggaran Persid. Jadi, masyarakat bisa lihat langsung. Nama website-nya apa, nanti akan diumumkan dan di-launching,” paparnya.

Bagi dia, kepercayaan masyarakat terhadap persepakbolaan Jember sangat penting. Artinya, kepercayaan masyarakat akan jadi fondasi besar untuk masa depan Persid.

Sementara itu, Muqit menambahkan, persoalan Persid sebelumnya adalah tentang adanya dualisme. “Menurut yang baru datang sudah berkekuatan hukum dan disahkan Kemenkumham,” tuturnya. Namun, dia juga ingin pihak Persid lainnya juga perlu mendengar penjelasannya. Bahkan, Muqit juga ingin mempertemukan dua tubuh Persid yang berseberangan tersebut.

Terkait dana yang diajukan Yayasan Persid Jember yang baru tersebut, Kyai Muqit tidak banyak berkomentar. “Jangan bahas soal dana-dana dulu, terpenting mereka bisa rujuk,” tuturnya.

Sementara itu, Yayasan Persid Jember versi Sunardi mengatakan, untuk melakukan mediasi tentunya yang harus dilakukan adalah mengumpulkan orang-orang Persid lama terlebih dahulu. “Semua orang Persid lama dikumpulkan dan diundang. Untuk mengetahui maunya itu seperti apa,” jelasnya. Bila langsung mengumpulkan Persid baru dan lama, tentu tidak akan bisa menemukan solusinya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: Istimewa