alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Ini Sosok Putra Daerah Asal Semboro, Jangan Kaget

Usianya baru 12 tahun, tapi sudah beberapa kali menaklukkan perlombaan dan mengoleksi tujuh medali di semua ajang. Baginya, sepatu roda itu sepaket dengan kaki mungilnya. Jika lama tak latihan, dia justru merasa kakinya gatal hingga gringgingen.

Mobile_AP_Rectangle 1

SIDOMEKAR, RADARJEMBER.ID – ATLET cilik berbakat banyak jenisnya. Ya, termasuk si PutrArya Baruna Daerah alias Tata ini. Siapa sangka, wajah lugu dan fisik mungilnya tidak sepolos kemampuannya dalam mengayunkan sepatu roda dengan berbagai gaya.

Total tujuh medali sudah dikoleksinya dari berbagai ajang sepatu roda yang dia ikuti. Mulai dari event lokal Jember, Banyuwangi, Lumajang, Malang, Sumenep, hingga ke Yogyakarta. Di usianya yang baru beranjak 12 tahun, ia sudah melanglang buana menjelajah Pulau Jawa dan Madura menekuni bakat bermain sepatu roda itu.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Indah Irianingtyas, ibunda Tata, menceritakan bakat putra bungsunya itu. Saat baru beranjak dari bangku TK ke SD di Jember sekitar 2015 lalu, Tata mulai kepincut dengan sepatu roda saat Indah mengajaknya ke Alun-Alun Jember. “Dia tertarik karena di pinggir-pinggir jalan saat itu ada yang jual sepatu roda. Namanya anak, kalau mau itu, ya, harus itu. Akhirnya, saya belikan,” kenang Indah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat awal-awal memiliki sepatu roda itu Tata memang belum mahir. Namun, hampir setiap hari dia latihan. Malah sempat teman-teman di sekolahnya mengejek Tata lantaran menekuni permainan yang jarang diminati anak di kampungnya, Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro Jember. “Karena di rumah tidak punya kenalan dan tempat latihan, akhirnya saya ajak ke alun-alun dan ketemu klub sepatu roda Jember. Dan ikutlah Tata di situ, latihan sepekan tiga kali,” aku Indah.

Demi keinginan anaknya itu, perjuangan ibunda Tata rupanya tak mudah. Tiga kali dalam sepekan ia selalu mengupayakan agar Tata bisa ikut latihan bareng klub di alun-alun Jember saat sore hari. Perjalanan satu jam setengah dari Semboro ke Jember kota ia lakukan. Dia memboncengnya dengan sepeda motor. “Sejak saat itu saya mulai berpikir untuk terus mendukung. Karena, saat berdiri di sepatu roda itu membutuhkan keseimbangan motorik otak. Menurut saya, itu bagus untuk mental anak,” terang Indah.

Selang setahun masa latihan, Tata sang Putra Daerah mulai mengikuti lomba perdananya yang diadakan Perserosi Jember. Dan ia mendapat medali pertamanya saat kelas 2 SD. Bahkan, saat dia kelas 2, lalu kelas 3, dan kelas 4, Tata sudah tiga kali berturut-turut menaklukkan Tanggul-Jember Tradisional atau Tajemtra dengan menggunakan sepatu roda miliknya. Tak berhenti di situ, Tata terus melesat, aktif mengikuti berbagai ajang atau event sepatu roda untuk kelas seusianya. “Mulai dari kelas 2 itu, ia terus mengikuti lomba. Di Banyuwangi, Lumajang, Malang, Sumenep, sampai Yogyakarta,” terang ibu tiga anak ini.

Torehan itu sekaligus membuktikan ke teman-teman dan tetangga Tata yang sempat mencemooh karena anaknya menaruh minat berbeda dari bocah kebanyakan di desanya.

Tata sebenarnya pribadi yang kalem dan tak banyak omong. Namun, saat ditanya apa cita-citanya dengan bakat yang ditekuni saat ini, ia menjawabnya dengan percaya diri. “Saya ingin jadi polisi, tapi yang bisa menggunakan sepatu roda,” aku Tata, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.

- Advertisement -

SIDOMEKAR, RADARJEMBER.ID – ATLET cilik berbakat banyak jenisnya. Ya, termasuk si PutrArya Baruna Daerah alias Tata ini. Siapa sangka, wajah lugu dan fisik mungilnya tidak sepolos kemampuannya dalam mengayunkan sepatu roda dengan berbagai gaya.

Total tujuh medali sudah dikoleksinya dari berbagai ajang sepatu roda yang dia ikuti. Mulai dari event lokal Jember, Banyuwangi, Lumajang, Malang, Sumenep, hingga ke Yogyakarta. Di usianya yang baru beranjak 12 tahun, ia sudah melanglang buana menjelajah Pulau Jawa dan Madura menekuni bakat bermain sepatu roda itu.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Indah Irianingtyas, ibunda Tata, menceritakan bakat putra bungsunya itu. Saat baru beranjak dari bangku TK ke SD di Jember sekitar 2015 lalu, Tata mulai kepincut dengan sepatu roda saat Indah mengajaknya ke Alun-Alun Jember. “Dia tertarik karena di pinggir-pinggir jalan saat itu ada yang jual sepatu roda. Namanya anak, kalau mau itu, ya, harus itu. Akhirnya, saya belikan,” kenang Indah.

Saat awal-awal memiliki sepatu roda itu Tata memang belum mahir. Namun, hampir setiap hari dia latihan. Malah sempat teman-teman di sekolahnya mengejek Tata lantaran menekuni permainan yang jarang diminati anak di kampungnya, Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro Jember. “Karena di rumah tidak punya kenalan dan tempat latihan, akhirnya saya ajak ke alun-alun dan ketemu klub sepatu roda Jember. Dan ikutlah Tata di situ, latihan sepekan tiga kali,” aku Indah.

Demi keinginan anaknya itu, perjuangan ibunda Tata rupanya tak mudah. Tiga kali dalam sepekan ia selalu mengupayakan agar Tata bisa ikut latihan bareng klub di alun-alun Jember saat sore hari. Perjalanan satu jam setengah dari Semboro ke Jember kota ia lakukan. Dia memboncengnya dengan sepeda motor. “Sejak saat itu saya mulai berpikir untuk terus mendukung. Karena, saat berdiri di sepatu roda itu membutuhkan keseimbangan motorik otak. Menurut saya, itu bagus untuk mental anak,” terang Indah.

Selang setahun masa latihan, Tata sang Putra Daerah mulai mengikuti lomba perdananya yang diadakan Perserosi Jember. Dan ia mendapat medali pertamanya saat kelas 2 SD. Bahkan, saat dia kelas 2, lalu kelas 3, dan kelas 4, Tata sudah tiga kali berturut-turut menaklukkan Tanggul-Jember Tradisional atau Tajemtra dengan menggunakan sepatu roda miliknya. Tak berhenti di situ, Tata terus melesat, aktif mengikuti berbagai ajang atau event sepatu roda untuk kelas seusianya. “Mulai dari kelas 2 itu, ia terus mengikuti lomba. Di Banyuwangi, Lumajang, Malang, Sumenep, sampai Yogyakarta,” terang ibu tiga anak ini.

Torehan itu sekaligus membuktikan ke teman-teman dan tetangga Tata yang sempat mencemooh karena anaknya menaruh minat berbeda dari bocah kebanyakan di desanya.

Tata sebenarnya pribadi yang kalem dan tak banyak omong. Namun, saat ditanya apa cita-citanya dengan bakat yang ditekuni saat ini, ia menjawabnya dengan percaya diri. “Saya ingin jadi polisi, tapi yang bisa menggunakan sepatu roda,” aku Tata, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.

SIDOMEKAR, RADARJEMBER.ID – ATLET cilik berbakat banyak jenisnya. Ya, termasuk si PutrArya Baruna Daerah alias Tata ini. Siapa sangka, wajah lugu dan fisik mungilnya tidak sepolos kemampuannya dalam mengayunkan sepatu roda dengan berbagai gaya.

Total tujuh medali sudah dikoleksinya dari berbagai ajang sepatu roda yang dia ikuti. Mulai dari event lokal Jember, Banyuwangi, Lumajang, Malang, Sumenep, hingga ke Yogyakarta. Di usianya yang baru beranjak 12 tahun, ia sudah melanglang buana menjelajah Pulau Jawa dan Madura menekuni bakat bermain sepatu roda itu.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Indah Irianingtyas, ibunda Tata, menceritakan bakat putra bungsunya itu. Saat baru beranjak dari bangku TK ke SD di Jember sekitar 2015 lalu, Tata mulai kepincut dengan sepatu roda saat Indah mengajaknya ke Alun-Alun Jember. “Dia tertarik karena di pinggir-pinggir jalan saat itu ada yang jual sepatu roda. Namanya anak, kalau mau itu, ya, harus itu. Akhirnya, saya belikan,” kenang Indah.

Saat awal-awal memiliki sepatu roda itu Tata memang belum mahir. Namun, hampir setiap hari dia latihan. Malah sempat teman-teman di sekolahnya mengejek Tata lantaran menekuni permainan yang jarang diminati anak di kampungnya, Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro Jember. “Karena di rumah tidak punya kenalan dan tempat latihan, akhirnya saya ajak ke alun-alun dan ketemu klub sepatu roda Jember. Dan ikutlah Tata di situ, latihan sepekan tiga kali,” aku Indah.

Demi keinginan anaknya itu, perjuangan ibunda Tata rupanya tak mudah. Tiga kali dalam sepekan ia selalu mengupayakan agar Tata bisa ikut latihan bareng klub di alun-alun Jember saat sore hari. Perjalanan satu jam setengah dari Semboro ke Jember kota ia lakukan. Dia memboncengnya dengan sepeda motor. “Sejak saat itu saya mulai berpikir untuk terus mendukung. Karena, saat berdiri di sepatu roda itu membutuhkan keseimbangan motorik otak. Menurut saya, itu bagus untuk mental anak,” terang Indah.

Selang setahun masa latihan, Tata sang Putra Daerah mulai mengikuti lomba perdananya yang diadakan Perserosi Jember. Dan ia mendapat medali pertamanya saat kelas 2 SD. Bahkan, saat dia kelas 2, lalu kelas 3, dan kelas 4, Tata sudah tiga kali berturut-turut menaklukkan Tanggul-Jember Tradisional atau Tajemtra dengan menggunakan sepatu roda miliknya. Tak berhenti di situ, Tata terus melesat, aktif mengikuti berbagai ajang atau event sepatu roda untuk kelas seusianya. “Mulai dari kelas 2 itu, ia terus mengikuti lomba. Di Banyuwangi, Lumajang, Malang, Sumenep, sampai Yogyakarta,” terang ibu tiga anak ini.

Torehan itu sekaligus membuktikan ke teman-teman dan tetangga Tata yang sempat mencemooh karena anaknya menaruh minat berbeda dari bocah kebanyakan di desanya.

Tata sebenarnya pribadi yang kalem dan tak banyak omong. Namun, saat ditanya apa cita-citanya dengan bakat yang ditekuni saat ini, ia menjawabnya dengan percaya diri. “Saya ingin jadi polisi, tapi yang bisa menggunakan sepatu roda,” aku Tata, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/