alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Plt Ketua KONI Bertugas Selenggarakan Musorkablub

Sampur Jatuh ke Agus Sakera

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rapat pleno Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember sudah berakhir. Semula, rapat penentuan Plt ketua untuk menggantikan Abdul Haris Alfianto, yang mengundurkan diri itu, diprediksi tanpa gejolak. Namun ternyata, riak-riak argumentasi tetap muncul. Peserta ada yang meragukan kepemimpinan Agus Sakera, yang disebut menjadi satu-satunya sosok Plt ketua. Silang pendapat itu sempat membuat forum rapat menghangat.

Walau ending-nya sampur tetap jauh kepada Agus Sakera sebagai Plt ketua, tapi nama Sujatmiko sempat muncul untuk menandinginya. Di dunia olahraga, nama Sujatmiko cukup populer. Selain sebagai Ketua Tim 9, tim Penggagas Musyawarah Olahraga Luar Biasa (Musorkablub) itu, juga menjadi nakhoda Inkai Jember, sebuah cabang olahraga (cabor) beladiri anggota KONI.

Rapat yang digelar di Sekretariat KONI Jember kawasan Gedung Serbaguna Kaliwates, kemarin (9/6) tersebut, molor dari jadwal. Acara sesuai undangan pukul 09.00 itu, baru dimulai satu jam kemudian. Bahkan, sekretariat KONI Jember sempat terkunci. Gara-garanya, pegawai yang bertanggungjawab memegang kunci mengaku tidak diberi tahu bahwa hari itu ada agenda rapat penting yang membahas nasib KONI ke depan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rapat pleno itu dibuka oleh Wakil Sekretaris KONI Jember Arif dan dipimpin oleh Alfin. Dia sekaligus menyatakan alasan pengunduran dirinya. Alfin mengatakan, sesuai AD/ART KONI yang berhak mengisi kekosongan jabatan ketua karena mengundurkan diri adalah wakil ketua. Ada tiga nama yang tercatat sebagai wakil ketua. Indi Naidha, Erfan Friambodo, dan Agus Sakera. “Indi tidak bilang dan WA saya tidak mau jadi Plt. Erfan sudah lama undur diri pada Maret,” ucap Alfin.

Karena dua orang tak memenuhi syarat, praktis tinggal Agus Sakera. Namun, sebelum diputuskan menjadi Plt, ada satu pengurus yang mengajukan interupsi. “Saya bukan tidak suka dengan Agus Sakera. Tapi, melihat bagaimana KONI ini nanti ke depannya lebih baik. Saya berharap ketua (Alfin, Red) menjalin komunikasi dengan bupati menunjuk Plt,” paparnya.

Usulan tersebut terbantahkan oleh argumentasi Alfin. Kata dia, Bupati Jember telah menyatakan tidak berkenan ikut campur dalam urusan Ketua KONI, termasuk penentuan Plt. Bupati, Alfin menuturkan, juga telah menyerahkan sepenuhnya hal itu ke pengurus KONI Jember. Alfin juga mementahkan semua pendapat yang menentang penunjukan Agus Sakera sebagai Plt ketua. “Karena dari AD/ART, untuk Plt adalah wajib wakil ketua. Bila tidak ada, baru pengurus harian. Ini juga petunjuk dari Pak Suwanto (Sekretaris KONI Jatim, Red),” ungkapnya.

Sementara itu, Agus Rizki mengusulkan Sujatmiko menjadi Plt karena termasuk orang dekat bupati. Sayangnya, usulan pria yang sebelumnya sempat menjabat Sekretaris KONI Jember ini lagi-lagi tidak punya landasan kuat di dalam AD/ART. Sebab, Sujatmiko bukan pengurus KONI. “Plt itu tidak bisa orang dari luar (luar pengurus KONI, Red),” ucap Alfin.

Sementara itu, Agus Sakera mengungkapkan, sebelum ditunjuk sebagai Plt KONI Jember melalui rapat pleno, dia mengaku telah berkomunikasi dengan Alfin. “Mas Alfin mengatakan ke saya. Gak usah Plt-Plt, gak usah pleno. Sampean sama aku (Alfin, Red), ini kan adek kakak. Dua tahun aku, dua tahun sampeyan,” ungkap Agus Sakera menirukan ucapan Alfin.

Menurutnya, keinginan Alfin adalah Agus Sakera menjabat Ketua KONI sampai 2022 seperti masa jabatan sebenarnya. Namun, keinginan itu terbentur AD/ART. Sebab, berdasarkan regulasi elementer KONI, tugas Plt adalah wajib menggelar Musorkablub untuk menentukan siapa yang menjadi ketua selanjutnya. “Kalau saya tetap bertahan jadi Plt, maka anggaran tidak akan turun. Karena Ketua KONI ini jabatan politik. Sekarang bupatinya Hendy. Ya ikuti arusnya dari bupati saja,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rapat pleno Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember sudah berakhir. Semula, rapat penentuan Plt ketua untuk menggantikan Abdul Haris Alfianto, yang mengundurkan diri itu, diprediksi tanpa gejolak. Namun ternyata, riak-riak argumentasi tetap muncul. Peserta ada yang meragukan kepemimpinan Agus Sakera, yang disebut menjadi satu-satunya sosok Plt ketua. Silang pendapat itu sempat membuat forum rapat menghangat.

Walau ending-nya sampur tetap jauh kepada Agus Sakera sebagai Plt ketua, tapi nama Sujatmiko sempat muncul untuk menandinginya. Di dunia olahraga, nama Sujatmiko cukup populer. Selain sebagai Ketua Tim 9, tim Penggagas Musyawarah Olahraga Luar Biasa (Musorkablub) itu, juga menjadi nakhoda Inkai Jember, sebuah cabang olahraga (cabor) beladiri anggota KONI.

Rapat yang digelar di Sekretariat KONI Jember kawasan Gedung Serbaguna Kaliwates, kemarin (9/6) tersebut, molor dari jadwal. Acara sesuai undangan pukul 09.00 itu, baru dimulai satu jam kemudian. Bahkan, sekretariat KONI Jember sempat terkunci. Gara-garanya, pegawai yang bertanggungjawab memegang kunci mengaku tidak diberi tahu bahwa hari itu ada agenda rapat penting yang membahas nasib KONI ke depan.

Rapat pleno itu dibuka oleh Wakil Sekretaris KONI Jember Arif dan dipimpin oleh Alfin. Dia sekaligus menyatakan alasan pengunduran dirinya. Alfin mengatakan, sesuai AD/ART KONI yang berhak mengisi kekosongan jabatan ketua karena mengundurkan diri adalah wakil ketua. Ada tiga nama yang tercatat sebagai wakil ketua. Indi Naidha, Erfan Friambodo, dan Agus Sakera. “Indi tidak bilang dan WA saya tidak mau jadi Plt. Erfan sudah lama undur diri pada Maret,” ucap Alfin.

Karena dua orang tak memenuhi syarat, praktis tinggal Agus Sakera. Namun, sebelum diputuskan menjadi Plt, ada satu pengurus yang mengajukan interupsi. “Saya bukan tidak suka dengan Agus Sakera. Tapi, melihat bagaimana KONI ini nanti ke depannya lebih baik. Saya berharap ketua (Alfin, Red) menjalin komunikasi dengan bupati menunjuk Plt,” paparnya.

Usulan tersebut terbantahkan oleh argumentasi Alfin. Kata dia, Bupati Jember telah menyatakan tidak berkenan ikut campur dalam urusan Ketua KONI, termasuk penentuan Plt. Bupati, Alfin menuturkan, juga telah menyerahkan sepenuhnya hal itu ke pengurus KONI Jember. Alfin juga mementahkan semua pendapat yang menentang penunjukan Agus Sakera sebagai Plt ketua. “Karena dari AD/ART, untuk Plt adalah wajib wakil ketua. Bila tidak ada, baru pengurus harian. Ini juga petunjuk dari Pak Suwanto (Sekretaris KONI Jatim, Red),” ungkapnya.

Sementara itu, Agus Rizki mengusulkan Sujatmiko menjadi Plt karena termasuk orang dekat bupati. Sayangnya, usulan pria yang sebelumnya sempat menjabat Sekretaris KONI Jember ini lagi-lagi tidak punya landasan kuat di dalam AD/ART. Sebab, Sujatmiko bukan pengurus KONI. “Plt itu tidak bisa orang dari luar (luar pengurus KONI, Red),” ucap Alfin.

Sementara itu, Agus Sakera mengungkapkan, sebelum ditunjuk sebagai Plt KONI Jember melalui rapat pleno, dia mengaku telah berkomunikasi dengan Alfin. “Mas Alfin mengatakan ke saya. Gak usah Plt-Plt, gak usah pleno. Sampean sama aku (Alfin, Red), ini kan adek kakak. Dua tahun aku, dua tahun sampeyan,” ungkap Agus Sakera menirukan ucapan Alfin.

Menurutnya, keinginan Alfin adalah Agus Sakera menjabat Ketua KONI sampai 2022 seperti masa jabatan sebenarnya. Namun, keinginan itu terbentur AD/ART. Sebab, berdasarkan regulasi elementer KONI, tugas Plt adalah wajib menggelar Musorkablub untuk menentukan siapa yang menjadi ketua selanjutnya. “Kalau saya tetap bertahan jadi Plt, maka anggaran tidak akan turun. Karena Ketua KONI ini jabatan politik. Sekarang bupatinya Hendy. Ya ikuti arusnya dari bupati saja,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rapat pleno Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember sudah berakhir. Semula, rapat penentuan Plt ketua untuk menggantikan Abdul Haris Alfianto, yang mengundurkan diri itu, diprediksi tanpa gejolak. Namun ternyata, riak-riak argumentasi tetap muncul. Peserta ada yang meragukan kepemimpinan Agus Sakera, yang disebut menjadi satu-satunya sosok Plt ketua. Silang pendapat itu sempat membuat forum rapat menghangat.

Walau ending-nya sampur tetap jauh kepada Agus Sakera sebagai Plt ketua, tapi nama Sujatmiko sempat muncul untuk menandinginya. Di dunia olahraga, nama Sujatmiko cukup populer. Selain sebagai Ketua Tim 9, tim Penggagas Musyawarah Olahraga Luar Biasa (Musorkablub) itu, juga menjadi nakhoda Inkai Jember, sebuah cabang olahraga (cabor) beladiri anggota KONI.

Rapat yang digelar di Sekretariat KONI Jember kawasan Gedung Serbaguna Kaliwates, kemarin (9/6) tersebut, molor dari jadwal. Acara sesuai undangan pukul 09.00 itu, baru dimulai satu jam kemudian. Bahkan, sekretariat KONI Jember sempat terkunci. Gara-garanya, pegawai yang bertanggungjawab memegang kunci mengaku tidak diberi tahu bahwa hari itu ada agenda rapat penting yang membahas nasib KONI ke depan.

Rapat pleno itu dibuka oleh Wakil Sekretaris KONI Jember Arif dan dipimpin oleh Alfin. Dia sekaligus menyatakan alasan pengunduran dirinya. Alfin mengatakan, sesuai AD/ART KONI yang berhak mengisi kekosongan jabatan ketua karena mengundurkan diri adalah wakil ketua. Ada tiga nama yang tercatat sebagai wakil ketua. Indi Naidha, Erfan Friambodo, dan Agus Sakera. “Indi tidak bilang dan WA saya tidak mau jadi Plt. Erfan sudah lama undur diri pada Maret,” ucap Alfin.

Karena dua orang tak memenuhi syarat, praktis tinggal Agus Sakera. Namun, sebelum diputuskan menjadi Plt, ada satu pengurus yang mengajukan interupsi. “Saya bukan tidak suka dengan Agus Sakera. Tapi, melihat bagaimana KONI ini nanti ke depannya lebih baik. Saya berharap ketua (Alfin, Red) menjalin komunikasi dengan bupati menunjuk Plt,” paparnya.

Usulan tersebut terbantahkan oleh argumentasi Alfin. Kata dia, Bupati Jember telah menyatakan tidak berkenan ikut campur dalam urusan Ketua KONI, termasuk penentuan Plt. Bupati, Alfin menuturkan, juga telah menyerahkan sepenuhnya hal itu ke pengurus KONI Jember. Alfin juga mementahkan semua pendapat yang menentang penunjukan Agus Sakera sebagai Plt ketua. “Karena dari AD/ART, untuk Plt adalah wajib wakil ketua. Bila tidak ada, baru pengurus harian. Ini juga petunjuk dari Pak Suwanto (Sekretaris KONI Jatim, Red),” ungkapnya.

Sementara itu, Agus Rizki mengusulkan Sujatmiko menjadi Plt karena termasuk orang dekat bupati. Sayangnya, usulan pria yang sebelumnya sempat menjabat Sekretaris KONI Jember ini lagi-lagi tidak punya landasan kuat di dalam AD/ART. Sebab, Sujatmiko bukan pengurus KONI. “Plt itu tidak bisa orang dari luar (luar pengurus KONI, Red),” ucap Alfin.

Sementara itu, Agus Sakera mengungkapkan, sebelum ditunjuk sebagai Plt KONI Jember melalui rapat pleno, dia mengaku telah berkomunikasi dengan Alfin. “Mas Alfin mengatakan ke saya. Gak usah Plt-Plt, gak usah pleno. Sampean sama aku (Alfin, Red), ini kan adek kakak. Dua tahun aku, dua tahun sampeyan,” ungkap Agus Sakera menirukan ucapan Alfin.

Menurutnya, keinginan Alfin adalah Agus Sakera menjabat Ketua KONI sampai 2022 seperti masa jabatan sebenarnya. Namun, keinginan itu terbentur AD/ART. Sebab, berdasarkan regulasi elementer KONI, tugas Plt adalah wajib menggelar Musorkablub untuk menentukan siapa yang menjadi ketua selanjutnya. “Kalau saya tetap bertahan jadi Plt, maka anggaran tidak akan turun. Karena Ketua KONI ini jabatan politik. Sekarang bupatinya Hendy. Ya ikuti arusnya dari bupati saja,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/