alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Timnas Basket Putri Targetkan Minimal Perak

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Acara pelepasan kontingen timnas basket putri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berlangsung di GOR Kertajaya, Surabaya, kemarin (10/5). Pada SEA Games di Vietnam tahun ini Khofifah berharap, timnas putri bisa meraih target yang telah ditentukan yakni lebih baik daripada SEA Games 2019 Filipina.

BACA JUGA : Trailer Perdana ‘Avatar 2’ Akhirnya Muncul

Tiga tahun lalu tim bola basket putri 5×5 ”hanya” mampu meraih medali perunggu. Sedangkan tim putri 3×3 belum berhasil meraih medali. Tahun ini prestasinya harus lebih baik. Artinya, tim 5×5 minimal bisa meraih medali perak, sedangkan tim 3×3 minimal bisa meraih perunggu.”Kami berharap, setelah SEA Games Filipina dapat perunggu, sekarang bisa naik kelas,” kata Khofifah.

Mobile_AP_Rectangle 2

”Saya kira target kita semua sama, yakni ingin timnas basket putri naik kelas. Minimal medali perak bisa dibawa pulang. Tapi, tujuan kita semua tentu ingin medali emas. Saya juga berterima kasih kepada ketua umum Perbasi yang memberi kepercayaan Surabaya dan Jawa Timur untuk menjadi tempat pemusatan latihan (TC) timnas basket putri SEA Games,” ungkapnya.

Timnas basket putri telah menjalani TC di Surabaya sejak Februari lalu. Surabaya dipilih karena ketersediaan lapangan yang cukup mumpuni.”Selain itu, di Surabaya ini sudah terbukti prestasi basketnya. Ada CLS yang juara Asia. Lalu banyak legenda basket Indonesia di sini dan sekarang banyak juga atlet nasional dari Jatim,” papar Danny Kosasih, ketua umum Perbasi.

Christopher Tanuwidjaja, manajer timnas basket putri mengatakan, tidak ingin menganggap remeh lawan, meski mengusung target tinggi. Sebab, lawan berat bukan hanya Filipina yang berhasil menyapu bersih empat emas cabor basket di SEA Games 2019. Tapi juga seluruh tim. ”Semua kompetitor nggak boleh ada yang dianggap enteng. Karena sistem pertandingannya kami ketemu semua tim dan tim terbaik adalah juaranya. Tidak ada final. Jadi, tidak ada satu pun game yang kami boleh lengah. Semua game harus prima,” tandas Christopher.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Acara pelepasan kontingen timnas basket putri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berlangsung di GOR Kertajaya, Surabaya, kemarin (10/5). Pada SEA Games di Vietnam tahun ini Khofifah berharap, timnas putri bisa meraih target yang telah ditentukan yakni lebih baik daripada SEA Games 2019 Filipina.

BACA JUGA : Trailer Perdana ‘Avatar 2’ Akhirnya Muncul

Tiga tahun lalu tim bola basket putri 5×5 ”hanya” mampu meraih medali perunggu. Sedangkan tim putri 3×3 belum berhasil meraih medali. Tahun ini prestasinya harus lebih baik. Artinya, tim 5×5 minimal bisa meraih medali perak, sedangkan tim 3×3 minimal bisa meraih perunggu.”Kami berharap, setelah SEA Games Filipina dapat perunggu, sekarang bisa naik kelas,” kata Khofifah.

”Saya kira target kita semua sama, yakni ingin timnas basket putri naik kelas. Minimal medali perak bisa dibawa pulang. Tapi, tujuan kita semua tentu ingin medali emas. Saya juga berterima kasih kepada ketua umum Perbasi yang memberi kepercayaan Surabaya dan Jawa Timur untuk menjadi tempat pemusatan latihan (TC) timnas basket putri SEA Games,” ungkapnya.

Timnas basket putri telah menjalani TC di Surabaya sejak Februari lalu. Surabaya dipilih karena ketersediaan lapangan yang cukup mumpuni.”Selain itu, di Surabaya ini sudah terbukti prestasi basketnya. Ada CLS yang juara Asia. Lalu banyak legenda basket Indonesia di sini dan sekarang banyak juga atlet nasional dari Jatim,” papar Danny Kosasih, ketua umum Perbasi.

Christopher Tanuwidjaja, manajer timnas basket putri mengatakan, tidak ingin menganggap remeh lawan, meski mengusung target tinggi. Sebab, lawan berat bukan hanya Filipina yang berhasil menyapu bersih empat emas cabor basket di SEA Games 2019. Tapi juga seluruh tim. ”Semua kompetitor nggak boleh ada yang dianggap enteng. Karena sistem pertandingannya kami ketemu semua tim dan tim terbaik adalah juaranya. Tidak ada final. Jadi, tidak ada satu pun game yang kami boleh lengah. Semua game harus prima,” tandas Christopher.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Acara pelepasan kontingen timnas basket putri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berlangsung di GOR Kertajaya, Surabaya, kemarin (10/5). Pada SEA Games di Vietnam tahun ini Khofifah berharap, timnas putri bisa meraih target yang telah ditentukan yakni lebih baik daripada SEA Games 2019 Filipina.

BACA JUGA : Trailer Perdana ‘Avatar 2’ Akhirnya Muncul

Tiga tahun lalu tim bola basket putri 5×5 ”hanya” mampu meraih medali perunggu. Sedangkan tim putri 3×3 belum berhasil meraih medali. Tahun ini prestasinya harus lebih baik. Artinya, tim 5×5 minimal bisa meraih medali perak, sedangkan tim 3×3 minimal bisa meraih perunggu.”Kami berharap, setelah SEA Games Filipina dapat perunggu, sekarang bisa naik kelas,” kata Khofifah.

”Saya kira target kita semua sama, yakni ingin timnas basket putri naik kelas. Minimal medali perak bisa dibawa pulang. Tapi, tujuan kita semua tentu ingin medali emas. Saya juga berterima kasih kepada ketua umum Perbasi yang memberi kepercayaan Surabaya dan Jawa Timur untuk menjadi tempat pemusatan latihan (TC) timnas basket putri SEA Games,” ungkapnya.

Timnas basket putri telah menjalani TC di Surabaya sejak Februari lalu. Surabaya dipilih karena ketersediaan lapangan yang cukup mumpuni.”Selain itu, di Surabaya ini sudah terbukti prestasi basketnya. Ada CLS yang juara Asia. Lalu banyak legenda basket Indonesia di sini dan sekarang banyak juga atlet nasional dari Jatim,” papar Danny Kosasih, ketua umum Perbasi.

Christopher Tanuwidjaja, manajer timnas basket putri mengatakan, tidak ingin menganggap remeh lawan, meski mengusung target tinggi. Sebab, lawan berat bukan hanya Filipina yang berhasil menyapu bersih empat emas cabor basket di SEA Games 2019. Tapi juga seluruh tim. ”Semua kompetitor nggak boleh ada yang dianggap enteng. Karena sistem pertandingannya kami ketemu semua tim dan tim terbaik adalah juaranya. Tidak ada final. Jadi, tidak ada satu pun game yang kami boleh lengah. Semua game harus prima,” tandas Christopher.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/