alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kecil-Kecil Jangan Ragu Berprestasi

Jember Kirim Wakil di Jatim Football Challenge

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Regenerasi pesepak bola Jember mulai menggeliat. Salah satunya lewat digelarnya kembali ajang kompetisi sepak bola usia dini, khususnya U-11 dan U-13, di berbagai lokasi. Jember pun tak mau ketinggalan dalam euforia tersebut.

Ya, pesepak bola usia dini Jember U-11 dan U-13 akhirnya mengikuti kompetisi Jatim Football Challenge (JFC) di Kabupaten Malang. Potensi Jember memenangi kompetisi pun terbuka lebar, lantaran punya kuota lebih banyak dari kabupaten lain di Jawa Timur.

Keberangkatan pesepak bola cilik tersebut langsung dilepas oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, kemarin (9/4), di Alun-Alun Jember. Bahkan, Hendy menjanjikan makan bersama di Pendapa Wahyawibawagraha bila tim dari Jember berhasil membawa piala. “Kalau juara, bilang ke bupati ya. Nanti makan enak di pendapa atau kantor Pemkab Jember, bersama bupati,” katanya kepada sejumlah pesepak bola muda ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendy juga mengatakan, yang terpenting dalam sepak bola adalah harus menjunjung sportivitas. “Bermainnya nggak boleh nakal. Harus jujur sesuai aturan,” paparnya.

Dia mengakui jika Jember adalah gudangnya atlet, termasuk sepak bola. Dia mengamati, dahulu Jember punya pesepak bola hebat dan ikut bertanding lawan Rusia di Jakarta. “Dulu Jember punya pemain hebat. Sekarang lebih modern, seharusnya bisa,” paparnya.

Menurutnya, kesuksesan sepak bola juga bergantung pada orang tua pemainnya. Artinya, bagaimana orang tua juga mendukung hobi anaknya dalam bermain bola. Hendy juga mengingatkan agar pesepak bola usia dini itu tidak bergantung pada gadget terlalu banyak. “Di bus istirahat, jangan main HP. Mau bertanding juga istirahat, jangan begadang karena HP,” pesannya.

Ketua Askab PSSI Jember Sutikno mengatakan, kompetisi Jatim Football Challenge tersebut digelar di Malang, 10-11 April, diikuti seluruh daerah di Jawa Timur. Dalam kompetisi yang bertujuan untuk pembinaan atlet muda tersebut, Jember mendapatkan kuota lebih daripada daerah lain. “Jember, Malang, dan Surabaya mendapatkan jatah dua tim dari setiap kelompok usia,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Regenerasi pesepak bola Jember mulai menggeliat. Salah satunya lewat digelarnya kembali ajang kompetisi sepak bola usia dini, khususnya U-11 dan U-13, di berbagai lokasi. Jember pun tak mau ketinggalan dalam euforia tersebut.

Ya, pesepak bola usia dini Jember U-11 dan U-13 akhirnya mengikuti kompetisi Jatim Football Challenge (JFC) di Kabupaten Malang. Potensi Jember memenangi kompetisi pun terbuka lebar, lantaran punya kuota lebih banyak dari kabupaten lain di Jawa Timur.

Keberangkatan pesepak bola cilik tersebut langsung dilepas oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, kemarin (9/4), di Alun-Alun Jember. Bahkan, Hendy menjanjikan makan bersama di Pendapa Wahyawibawagraha bila tim dari Jember berhasil membawa piala. “Kalau juara, bilang ke bupati ya. Nanti makan enak di pendapa atau kantor Pemkab Jember, bersama bupati,” katanya kepada sejumlah pesepak bola muda ini.

Hendy juga mengatakan, yang terpenting dalam sepak bola adalah harus menjunjung sportivitas. “Bermainnya nggak boleh nakal. Harus jujur sesuai aturan,” paparnya.

Dia mengakui jika Jember adalah gudangnya atlet, termasuk sepak bola. Dia mengamati, dahulu Jember punya pesepak bola hebat dan ikut bertanding lawan Rusia di Jakarta. “Dulu Jember punya pemain hebat. Sekarang lebih modern, seharusnya bisa,” paparnya.

Menurutnya, kesuksesan sepak bola juga bergantung pada orang tua pemainnya. Artinya, bagaimana orang tua juga mendukung hobi anaknya dalam bermain bola. Hendy juga mengingatkan agar pesepak bola usia dini itu tidak bergantung pada gadget terlalu banyak. “Di bus istirahat, jangan main HP. Mau bertanding juga istirahat, jangan begadang karena HP,” pesannya.

Ketua Askab PSSI Jember Sutikno mengatakan, kompetisi Jatim Football Challenge tersebut digelar di Malang, 10-11 April, diikuti seluruh daerah di Jawa Timur. Dalam kompetisi yang bertujuan untuk pembinaan atlet muda tersebut, Jember mendapatkan kuota lebih daripada daerah lain. “Jember, Malang, dan Surabaya mendapatkan jatah dua tim dari setiap kelompok usia,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Regenerasi pesepak bola Jember mulai menggeliat. Salah satunya lewat digelarnya kembali ajang kompetisi sepak bola usia dini, khususnya U-11 dan U-13, di berbagai lokasi. Jember pun tak mau ketinggalan dalam euforia tersebut.

Ya, pesepak bola usia dini Jember U-11 dan U-13 akhirnya mengikuti kompetisi Jatim Football Challenge (JFC) di Kabupaten Malang. Potensi Jember memenangi kompetisi pun terbuka lebar, lantaran punya kuota lebih banyak dari kabupaten lain di Jawa Timur.

Keberangkatan pesepak bola cilik tersebut langsung dilepas oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, kemarin (9/4), di Alun-Alun Jember. Bahkan, Hendy menjanjikan makan bersama di Pendapa Wahyawibawagraha bila tim dari Jember berhasil membawa piala. “Kalau juara, bilang ke bupati ya. Nanti makan enak di pendapa atau kantor Pemkab Jember, bersama bupati,” katanya kepada sejumlah pesepak bola muda ini.

Hendy juga mengatakan, yang terpenting dalam sepak bola adalah harus menjunjung sportivitas. “Bermainnya nggak boleh nakal. Harus jujur sesuai aturan,” paparnya.

Dia mengakui jika Jember adalah gudangnya atlet, termasuk sepak bola. Dia mengamati, dahulu Jember punya pesepak bola hebat dan ikut bertanding lawan Rusia di Jakarta. “Dulu Jember punya pemain hebat. Sekarang lebih modern, seharusnya bisa,” paparnya.

Menurutnya, kesuksesan sepak bola juga bergantung pada orang tua pemainnya. Artinya, bagaimana orang tua juga mendukung hobi anaknya dalam bermain bola. Hendy juga mengingatkan agar pesepak bola usia dini itu tidak bergantung pada gadget terlalu banyak. “Di bus istirahat, jangan main HP. Mau bertanding juga istirahat, jangan begadang karena HP,” pesannya.

Ketua Askab PSSI Jember Sutikno mengatakan, kompetisi Jatim Football Challenge tersebut digelar di Malang, 10-11 April, diikuti seluruh daerah di Jawa Timur. Dalam kompetisi yang bertujuan untuk pembinaan atlet muda tersebut, Jember mendapatkan kuota lebih daripada daerah lain. “Jember, Malang, dan Surabaya mendapatkan jatah dua tim dari setiap kelompok usia,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/