Pendanaan Persid Andalkan APBD

Manajemen Ajukan Anggaran ke Bupati 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun 2019 menjadi kompetisi yang terjal bagi skuad Persid Jember. Tak hanya soal tunggakan gaji, tapi hasil pertandingan yang dilakoni juga masih belum memuaskan. Jangankan lolos ke Liga 2 atau masuk fase 32 besar nasional Liga 3, mereka bahkan tak sanggup lolos dari babak penyisihan grup zona Jawa Timur.

IKLAN

Iwan Sampurno dkk, mengulangi hasil buruk yang didapatkan di musim 2018 lalu. Juga tidak bisa lolos dari fase grup. Problem klasik, telatnya hak pemain, ofisial, dan pelatih. Hal itu juga menjadi batu sandungan bagi Persid di musim ini. Sebab, terhitung sejak Maret sampai Oktober mereka tak mendapat haknya.

Namun, tunggakan hak itu lunas saat acara pemberian reward oleh Bupati Jember, akhir Desember lalu. Baik skuad Persid senior maupun junior U-17 sama-sama mendapatkan kucuran bonus dari Bupati Faida.

Meski begitu, Faida memperingatkan jajaran manajemen Persid. Ke depan, dia meminta manajemen dalam naungan Yayasan Persid Jember (YPJ) harus berjalan sesuai tatanan. Tak boleh terlibat dalam arus dukungan politik. Selain itu, Faida menuturkan, manajemen juga harus merancang anggaran bagi Persid sebelum kompetisi Liga 3 tahun ini digulirkan.

“Saya harap mereka (manajemen, Red) untuk merancang penganggaran sedini mungkin untuk tahun 2020 dan diajukan kepada bupati. Jangan ndadak-ndadak kalau mau bertanding saja,” kata dia.

Disinggung apakah ada target khusus untuk Persid di Liga 3 2020 dari bupati atau solusi terhadap permasalahan finansial di kubu manajemen, bupati menanggapi santai. “Kami akan tugaskan manajemen Persid untuk memaparkan semuanya. Apa maunya mereka dan rencananya di tahun 2020 ini,” beber Faida.

Sementara itu, Ketua YPJ Sunardi mengatakan bahwa manajemen Persid di tahun 2020 bakal mencari sosok manajer baru. Sebelumnya manajer Persid tahun 2019 diemban oleh Subandi. Tapi, sayangnya, selama Persid berlaga, baik laga kandang ataupun tandang, Subandi absen mendampingi Iwan Sampurno cs.

“Nantinya kami akan umumkan siapa yang jadi manajer. Siapa pun nama-nama manajer yang direkomendasikan teman-teman, monggo diajukan. Yang sekiranya layak, akan kami beritahukan nanti,” jelas Sunardi.

Ditanya, apakah ada opsi lain bagi Persid agar cepat mentas dari kompetisi amatir Liga 3. Seperti merger dengan klub Liga 2 atau beli klub lain, Sunardi tak ingin hal itu terjadi pada Persid. “Kalau melihat dari respons bupati, Persid harus berprestasi dengan caranya sendiri. Tidak akan mungkin merger atau beli klub lain,” lanjutnya.

Dia pun tak memungkiri, kendala finansial yang kerap membayangi Persid. “Kami sudah ajukan pendanaan ke bupati. Hal itu menjadi tumpuan kami ke depannya soal finansial,” pungkas Sunardi.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih