Atlet Juga Jadi Wasit

KENDORKAN OTOT: Atlet PB Putra Jember saat melakukan servis dalam menghadapi laga persahabatan dengan PB Suryanaga Surabaya, Sabtu (7/11) lalu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mata Rido tidak berhenti memperhatikan pergerakan kok bulu tangkis. Setiap kok melaju ke kanan, matanya juga ke kanan, begitu pun sebaliknya. Tempat duduknya berada di tengah, tidak ke kanan dan kiri. Walau sesama atlet bulu tangkis, ternyata Rido juga duduk sebagai wasit dalam laga persahabatan PB Putra Jember dengan PB Suryanaga Surabaya.

Ya, gelaran pertandingan persahabatan antara dua klub bulu tangkis dari dua kota di GOR Argopuro, Sabtu (7/11), tersebut sejatinya demi melepas rileks. Sebab, selama pandemi atlet bulu tangkis Jember tak pernah mencicipi pertandingan.

Ketua Umum PB Putra Jember Surya Budivaya mengatakan, laga persahabatan ini juga sekaligus menjadi ajang mengukur kembali kemampuan atlet. “Anak-anak ini rindu dengan main bulu tangkis,” tuturnya.

Dia mengaku, selama korona tidak ada pertandingan bulu tangkis sama sekali. Bahkan, sejak Covid-19 menghantui Indonesia, tidak ada menu latihan bermain bulu tangkis untuk atlet. “Selama ini, latihan secara daring, tapi hanya latihan fisik. Seperti push-up, sit-up, dan tidak ada menu latihan bermain bulu tangkis,” terangnya.

Selama korona, lanjut dia, hanya fisik yang dilatih agar kebugaran fisik atlet tetap terjaga dan tidak drop saat kembali normal nanti. Maka pada September kemarin, para pebulu tangkis PB Putra Jember mulai bertemu dan berlatih bersama. “Ada juga yang offline, Agustus, yaitu di GOR Kertabumi,” katanya.

Dalam kesempatan bertanding lawan PB Suryanaga Surabaya dengan 16 atletnya tersebut, PB Putra total mengeluarkan 21 pebulu tangkis. Termasuk di dalamnya ada tiga alat PB Putra Jember yang masuk Pelatkab Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember dan tambahan dua pebulu tangkis Pelatkab PBSI Jember.

Sementara itu, pada laga persahabatan tersebut, seluruh atlet baik dari Jember maupun Surabaya, juga menjadi wasit untuk teman-temannya yang bertanding. Langkah itu diambil agar para atlet mengetahui bagaimana wasit memperhatikan permainan yang baik dan bagus. “Agar mereka menjunjung sportivitas, karena mereka merasakan jadi wasit,” pungkasnya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: Dwi Siswanto