alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Teknik Diam-diam Mematikan Olahraga Bulu Tangkis

Mengasah Teknik Defensif dalam Bulu Tangkis

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID Kompetisi olahraga tidak sekadar adu fisik. Namun, di dalamnya juga ada strategi dan taktik. Ada tampil menyerang ataupun bertahan. Begitu pula dengan bulu tangkis, ada defensif dan ofensif. Sebab, untuk meraih kemenangan tidak selalu harus ofensif. Defensif juga bisa mendulang poin. Lantas, bagaimana teknik defensif agar meraih kemenangan di bulu tangkis?

Sore itu, atlet bulu tangkis mulai latihan di lapangan bulu tangkis DMG Gunung Batu, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Dalam latihan tersebut tidak sekadar satu lawan satu, atau bertanding ganda. Namun, setiap pebulu tangkis juga di-drill atau teknik latihan berulang untuk bisa mengembalikan shuttlecock. Kadang mati-matian mengembalikan bola dekat net dan langsung kembali ke ujung lapangan.

Menu latihan tersebut adalah melatih kemampuan defensif pemain. Hampir seluruh cabang olahraga (cabor) memiliki strategi dan taktik bagaimana cara bermain bertahan yang baik. Tidak hanya pada sepak bola, tapi bulu tangkis juga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika dalam dunia sepak bola ada kata-kata menyerang adalah pertahanan yang terbaik, tapi dalam bulu tangkis, bertahan yang mematikan juga menjadi kunci kemenangan. “Namanya itu defensif ofensif,” ucap Erfan Friyambodo, Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember.

Menurut dia, dalam olahraga bulu tangkis, setiap atlet wajib menguasai teknik defensif. Bahkan, bertahan juga jadi bahan taktik untuk menguras energi lawan. “Smash itu pukulan untuk menyerang dan butuh tenaga lebih tinggi dibandingkan dengan hanya mengembalikan kok saja,” imbuhnya.

Secara sederhana, strategi bertahan adalah upaya agar tidak tercipta poin lawan. Bila di sepak bola menjaga area pertahanan dari serangan agar tidak berbuah gol, sedangkan di bulu tangkis mampu mengembalikan kok. Erfan mengatakan, dalam teknik defensif yang mematikan, mengembalikan kok termasuk dalam serangan. Karena itu, lawan juga dibuat kesulitan dari kok yang dikembalikan tersebut.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID Kompetisi olahraga tidak sekadar adu fisik. Namun, di dalamnya juga ada strategi dan taktik. Ada tampil menyerang ataupun bertahan. Begitu pula dengan bulu tangkis, ada defensif dan ofensif. Sebab, untuk meraih kemenangan tidak selalu harus ofensif. Defensif juga bisa mendulang poin. Lantas, bagaimana teknik defensif agar meraih kemenangan di bulu tangkis?

Sore itu, atlet bulu tangkis mulai latihan di lapangan bulu tangkis DMG Gunung Batu, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Dalam latihan tersebut tidak sekadar satu lawan satu, atau bertanding ganda. Namun, setiap pebulu tangkis juga di-drill atau teknik latihan berulang untuk bisa mengembalikan shuttlecock. Kadang mati-matian mengembalikan bola dekat net dan langsung kembali ke ujung lapangan.

Menu latihan tersebut adalah melatih kemampuan defensif pemain. Hampir seluruh cabang olahraga (cabor) memiliki strategi dan taktik bagaimana cara bermain bertahan yang baik. Tidak hanya pada sepak bola, tapi bulu tangkis juga.

Jika dalam dunia sepak bola ada kata-kata menyerang adalah pertahanan yang terbaik, tapi dalam bulu tangkis, bertahan yang mematikan juga menjadi kunci kemenangan. “Namanya itu defensif ofensif,” ucap Erfan Friyambodo, Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember.

Menurut dia, dalam olahraga bulu tangkis, setiap atlet wajib menguasai teknik defensif. Bahkan, bertahan juga jadi bahan taktik untuk menguras energi lawan. “Smash itu pukulan untuk menyerang dan butuh tenaga lebih tinggi dibandingkan dengan hanya mengembalikan kok saja,” imbuhnya.

Secara sederhana, strategi bertahan adalah upaya agar tidak tercipta poin lawan. Bila di sepak bola menjaga area pertahanan dari serangan agar tidak berbuah gol, sedangkan di bulu tangkis mampu mengembalikan kok. Erfan mengatakan, dalam teknik defensif yang mematikan, mengembalikan kok termasuk dalam serangan. Karena itu, lawan juga dibuat kesulitan dari kok yang dikembalikan tersebut.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID Kompetisi olahraga tidak sekadar adu fisik. Namun, di dalamnya juga ada strategi dan taktik. Ada tampil menyerang ataupun bertahan. Begitu pula dengan bulu tangkis, ada defensif dan ofensif. Sebab, untuk meraih kemenangan tidak selalu harus ofensif. Defensif juga bisa mendulang poin. Lantas, bagaimana teknik defensif agar meraih kemenangan di bulu tangkis?

Sore itu, atlet bulu tangkis mulai latihan di lapangan bulu tangkis DMG Gunung Batu, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Dalam latihan tersebut tidak sekadar satu lawan satu, atau bertanding ganda. Namun, setiap pebulu tangkis juga di-drill atau teknik latihan berulang untuk bisa mengembalikan shuttlecock. Kadang mati-matian mengembalikan bola dekat net dan langsung kembali ke ujung lapangan.

Menu latihan tersebut adalah melatih kemampuan defensif pemain. Hampir seluruh cabang olahraga (cabor) memiliki strategi dan taktik bagaimana cara bermain bertahan yang baik. Tidak hanya pada sepak bola, tapi bulu tangkis juga.

Jika dalam dunia sepak bola ada kata-kata menyerang adalah pertahanan yang terbaik, tapi dalam bulu tangkis, bertahan yang mematikan juga menjadi kunci kemenangan. “Namanya itu defensif ofensif,” ucap Erfan Friyambodo, Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember.

Menurut dia, dalam olahraga bulu tangkis, setiap atlet wajib menguasai teknik defensif. Bahkan, bertahan juga jadi bahan taktik untuk menguras energi lawan. “Smash itu pukulan untuk menyerang dan butuh tenaga lebih tinggi dibandingkan dengan hanya mengembalikan kok saja,” imbuhnya.

Secara sederhana, strategi bertahan adalah upaya agar tidak tercipta poin lawan. Bila di sepak bola menjaga area pertahanan dari serangan agar tidak berbuah gol, sedangkan di bulu tangkis mampu mengembalikan kok. Erfan mengatakan, dalam teknik defensif yang mematikan, mengembalikan kok termasuk dalam serangan. Karena itu, lawan juga dibuat kesulitan dari kok yang dikembalikan tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/