Ulangi Latihan Dasar Lagi

MULAI LATIHAN LAGI: Atlet wushu Jember kembali berlatih dalam masa transisi new normal, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya dengan menjaga jarak saat latihan rutin.

RADAR, RADARJEMBER.ID – Setelah vakum selama lebih dari dua bulan akibat pandemi Covid-19, sejumlah atlet wushu Jember kini mulai menggelar latihan bersama. Dalam latihan rutin ini mereka wajib menerapkan protokol kesehatan dan membatasi waktu latihan menjadi tiga hari dalam sepekan saja.

IKLAN

Pengkab Wushu Indonesia (WI) Jember pun memberikan program latihan lagi dengan kembali memperhatikan dasar-dasarnya. Kategori atlet latihan dibagi menjadi beberapa kelompok. Mulai dari Prestasi 1 (P1) hingga Prestasi 3 (P3). Bahkan ada kelompok dari P1 yang dicampur dengan atlet P2.

Pelatih wushu Jember, Hodoifah menerangkan, pihaknya mulai latihan kembali dalam masa new normal ini sejak 11 Juni lalu. Setiap atlet punya jatah latihan satu minggu sebanyak tiga kali saja. Selebihnya mereka tetap harus menjaga latihan sendiri di rumah masing-masing. “Kalau hari Minggu pagi kami juga punya program latihan fisik di Argopuro,” ungkap perempuan yang kerap disapa Ifa ini.

Karena sudah absen cukup lama, Ifa mengaku, tidak mudah mengembalikan performa para atlet junior. Mereka harus mengembalikan kemampuan fisiknya dan mengawali latihan dengan mengingat gerakan dasar jurus-jurusnya. Gerakan dasar untuk jurus itu dimulai dengan mengembalikan gerakan seperti kuda-kuda, tendangan, tinju, maupun power. “Apalagi anak-anak ini kan memang atlet wushu taolu, wushu seni,” beber Ifa saat ditemui usai latihan rutin.

Sepekan belakangan ini, Ifa menerangkan, kondisi fisik anak-anak sudah cukup bagus. Progres untuk mengembalikan stamina dan gerakan jurus tersebut memang butuh waktu. “Kalau fisiknya sudah mulai naik, tapi kalau gerakan lompatannya masih belum. Secara keseluruhan sudah lumayan, jadi harus bertahap untuk bisa mengembalikan performa terbaik mereka,” lanjut Ifa kepada Jawa Pos Radar Jember.

Di sisi lain, mereka cukup beruntung, sebab dalam waktu dekat belum ada agenda resmi dari Pengurus Pusat (PP) WI mengenai agenda kejuaraan provinsi maupun nasional. Karena memang masih dalam kondisi menyambut new normal korona. “Kalau awal-awal minggu lalu kami tekankan kepada daya tahan tubuh anak-anak, seperti lari lima kilometer. Fokusnya ke daya tahan tubuh baru ke strength,” ucapnya.

Bagi atlet junior P3 yang merupakan kelompok awal bagi atlet wushu, mereka lebih ditekankan untuk mengingat gerakan dasarnya. Sebab, saat latihan di rumah dua bulan kemarin, orang tua atlet pun tidak sepenuhnya mengawasi gerakan mereka. “Tapi kalau untuk atlet P1, kami lebih mengarahkan ke power gerakannya. Gerakannya kan mereka sudah hafal,” jelas Ifa.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi