alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Sambut Porprov Jatim VII 2022 Juni Mendatang, Sudah Siapkah Jember?

Jember bersiap menyambut pergelaran pesta olahraga terbesar se-Jawa Timur. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII 2022 namanya. Dilaksanakan Juni mendatang. Jember didapuk sebagai tuan rumah dengan venue cabor paling banyak daripada tiga kabupaten lainnya, Lumajang, Bondowoso, maupun Situbondo. Namun, seberapa siapkah Jember menyambut event akbar tersebut ?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sudah berkomitmen bahwa Jember harus sukses menjadi tuan rumah untuk Porprov Jatim 2022. Rencananya Porprov Jatim VII itu berlangsung mulai tanggal 25 Juni hingga 3 Juli mendatang. Namun, sebelum kickoff tersebut, ada beberapa pertandingan ekshibisi atau pra-event lainnya. Terlebih Porprov yang menjadi gawe-nya KONI Jatim ini menjadi event olahraga perdana setelah dua tahun vakum akibat tingginya kasus Covid-19.

BACA JUGA : Porprov 2022 Jember Andalkan Bulu Tangkis Tunggal Putra

Sejatinya Porprov VII digelar tahun 2021 kemarin. Namun, akhirnya harus diundur di tahun ini, karena pandemi. Total ada 46 cabor yang dipertandingkan dan ada dua cabor lainnya yang menjadi laga eksibisi, yakni berkuda dan arum jeram.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jember menjadi tuan rumah cabor paling banyak ketimbang tiga kabupaten lainnya, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo. Total ada 18 cabor yang dipertandingkan di Jember. Bahkan beberapa cabor bergengsi pun menjadi jatah Jember. Di antaranya sepak bola, tenis lapangan, bulu tangkis, wushu, futsal, renang, atletik, maupun drum band. Apalagi beberapa cabor itu masuk menjadi cabor unggulan yang sudah dipetakan oleh KONI Jember.

Pemkab Jember pun sudah menganggarkan dana yang disiapkan untuk Porprov. Mulai anggaran perbaikan venue yang wajib direnovasi karena belum layak, hingga anggaran pembinaan bagi atlet Jember yang dipersiapkan untuk Porprov. Bahkan kucuran bonus bagi atlet yang mampu meraih medali juga digembar-gemborkan. Apalagi, bonus terbesar bisa mencapai Rp 100 juta untuk medali emas beregu yang jumlah atletnya banyak, seperti sepak bola.

Pemkab Jember tak hanya berfokus pada gelaran olahraga itu saja. Ajang Porprov dapat dimanfaatkan untuk mengangkat sektor lainnya. Seperti UMKM, perputaran ekonomi masyarakat sekitar venue, komoditas penginapan, pariwisata, hingga nantinya Jember dapat memberi rasa Sport Tourism setelah ajang Porprov selesai. Inilah harapan Bupati Jember Hendy Siswanto yang pernah didengungkan.

“Kami berharap cabor yang bermain di Jember dapat memberikan hasil yang maksimal mendulang medali. Karena bermain di kota sendiri. Apalagi Pemkab Jember melalui bupati dan wakil bupati sudah menyiapkan reward bagi atlet perorangan maupun beregu,” ujar Sutikno, Ketua KONI Jember.

Mantan ketua Askab PSSI Jember ini menambahkan, seluruh cabor sudah mulai berlatih intensif pada bulan April kemarin. Terlebih, anggaran pembinaan bagi masing-masing cabor sudah mulai cair ke rekening masing-masing pengurus cabor. Anggaran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan cabor sebagai tambahan amunisi persiapan untuk Porprov, maupun dikelola sebagai dana pembinaan latihan lainnya sesudah Porprov.

“Hasil verifikasi tim binpres (bidang prestasi) ada sepuluh cabor unggulan yang diharapkan dapat merebut medali emas, perak, maupun perunggu. Selain itu, ada 26 cabor lainnya yang masuk kategori cabor pendukung atau supporting. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan mereka juga dapat meraih medali,” imbuh Sutikno.

Pemetaan cabor unggulan maupun supporting itu tak serta merta. KONI Jember melakukan tahapan, mulai dari by data, track record prestasi, keikutsertaan dalam turnamen, hingga wawancara langsung kepada pelatih masing-masing cabor mengenai kondisi atlet dan targetnya. Persiapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi KONI Jember untuk mengatrol peringkat Jember dalam Porprov 2022. Sebab, tahun 2019 menjadi musim paling buruk Jember selama keikutsertaannya di Porprov. Jember harus rela terperosok di peringkat ke-24 dan menjadi catatan kelam bagi dunia olahraga Jember kala itu.

Tahun 2019 ada 525 medali yang diperebutkan. Jember mampu meraih 18 medali saja. Pihak KONI Jember menyebut bahwa kini mereka belum menerima technical handbook dari KONI Jatim akan jumlah medali yang diperebutkan. Maka dari itu, KONI Jember belum mau gegabah untuk menentukan target.

Sementara itu, untuk urusan persiapan venue, sejumlah proyek perbaikan venue belum rampung 100 persen. Target dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) selesai pada akhir bulan Mei mendatang. Terlebih, tujuh venue yang sementara ini jadi prioritas untuk diperbaiki adalah venue-venue vital.

Sebut saja Stadion Jember Sports Garden (JSG), Kolam Renang Kebon Agung, GOR Bulu Tangkis Argopuro, Lapangan Tenis Kaliwates, Stadion Notohadinegoro, GOR PKPSO Kaliwates, dan lintasan atletik JSG. Perbaikan venue tersebut juga mulai terjadi tahun 2021 kemarin, namun dikatakan masih setengah hati. Sebab, anggaran masih terbatas dan tidak bisa menyelesaikan semua perbaikan venue. Sehingga, perbaikan dilanjutkan lagi tahun ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sudah berkomitmen bahwa Jember harus sukses menjadi tuan rumah untuk Porprov Jatim 2022. Rencananya Porprov Jatim VII itu berlangsung mulai tanggal 25 Juni hingga 3 Juli mendatang. Namun, sebelum kickoff tersebut, ada beberapa pertandingan ekshibisi atau pra-event lainnya. Terlebih Porprov yang menjadi gawe-nya KONI Jatim ini menjadi event olahraga perdana setelah dua tahun vakum akibat tingginya kasus Covid-19.

BACA JUGA : Porprov 2022 Jember Andalkan Bulu Tangkis Tunggal Putra

Sejatinya Porprov VII digelar tahun 2021 kemarin. Namun, akhirnya harus diundur di tahun ini, karena pandemi. Total ada 46 cabor yang dipertandingkan dan ada dua cabor lainnya yang menjadi laga eksibisi, yakni berkuda dan arum jeram.

Jember menjadi tuan rumah cabor paling banyak ketimbang tiga kabupaten lainnya, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo. Total ada 18 cabor yang dipertandingkan di Jember. Bahkan beberapa cabor bergengsi pun menjadi jatah Jember. Di antaranya sepak bola, tenis lapangan, bulu tangkis, wushu, futsal, renang, atletik, maupun drum band. Apalagi beberapa cabor itu masuk menjadi cabor unggulan yang sudah dipetakan oleh KONI Jember.

Pemkab Jember pun sudah menganggarkan dana yang disiapkan untuk Porprov. Mulai anggaran perbaikan venue yang wajib direnovasi karena belum layak, hingga anggaran pembinaan bagi atlet Jember yang dipersiapkan untuk Porprov. Bahkan kucuran bonus bagi atlet yang mampu meraih medali juga digembar-gemborkan. Apalagi, bonus terbesar bisa mencapai Rp 100 juta untuk medali emas beregu yang jumlah atletnya banyak, seperti sepak bola.

Pemkab Jember tak hanya berfokus pada gelaran olahraga itu saja. Ajang Porprov dapat dimanfaatkan untuk mengangkat sektor lainnya. Seperti UMKM, perputaran ekonomi masyarakat sekitar venue, komoditas penginapan, pariwisata, hingga nantinya Jember dapat memberi rasa Sport Tourism setelah ajang Porprov selesai. Inilah harapan Bupati Jember Hendy Siswanto yang pernah didengungkan.

“Kami berharap cabor yang bermain di Jember dapat memberikan hasil yang maksimal mendulang medali. Karena bermain di kota sendiri. Apalagi Pemkab Jember melalui bupati dan wakil bupati sudah menyiapkan reward bagi atlet perorangan maupun beregu,” ujar Sutikno, Ketua KONI Jember.

Mantan ketua Askab PSSI Jember ini menambahkan, seluruh cabor sudah mulai berlatih intensif pada bulan April kemarin. Terlebih, anggaran pembinaan bagi masing-masing cabor sudah mulai cair ke rekening masing-masing pengurus cabor. Anggaran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan cabor sebagai tambahan amunisi persiapan untuk Porprov, maupun dikelola sebagai dana pembinaan latihan lainnya sesudah Porprov.

“Hasil verifikasi tim binpres (bidang prestasi) ada sepuluh cabor unggulan yang diharapkan dapat merebut medali emas, perak, maupun perunggu. Selain itu, ada 26 cabor lainnya yang masuk kategori cabor pendukung atau supporting. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan mereka juga dapat meraih medali,” imbuh Sutikno.

Pemetaan cabor unggulan maupun supporting itu tak serta merta. KONI Jember melakukan tahapan, mulai dari by data, track record prestasi, keikutsertaan dalam turnamen, hingga wawancara langsung kepada pelatih masing-masing cabor mengenai kondisi atlet dan targetnya. Persiapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi KONI Jember untuk mengatrol peringkat Jember dalam Porprov 2022. Sebab, tahun 2019 menjadi musim paling buruk Jember selama keikutsertaannya di Porprov. Jember harus rela terperosok di peringkat ke-24 dan menjadi catatan kelam bagi dunia olahraga Jember kala itu.

Tahun 2019 ada 525 medali yang diperebutkan. Jember mampu meraih 18 medali saja. Pihak KONI Jember menyebut bahwa kini mereka belum menerima technical handbook dari KONI Jatim akan jumlah medali yang diperebutkan. Maka dari itu, KONI Jember belum mau gegabah untuk menentukan target.

Sementara itu, untuk urusan persiapan venue, sejumlah proyek perbaikan venue belum rampung 100 persen. Target dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) selesai pada akhir bulan Mei mendatang. Terlebih, tujuh venue yang sementara ini jadi prioritas untuk diperbaiki adalah venue-venue vital.

Sebut saja Stadion Jember Sports Garden (JSG), Kolam Renang Kebon Agung, GOR Bulu Tangkis Argopuro, Lapangan Tenis Kaliwates, Stadion Notohadinegoro, GOR PKPSO Kaliwates, dan lintasan atletik JSG. Perbaikan venue tersebut juga mulai terjadi tahun 2021 kemarin, namun dikatakan masih setengah hati. Sebab, anggaran masih terbatas dan tidak bisa menyelesaikan semua perbaikan venue. Sehingga, perbaikan dilanjutkan lagi tahun ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember sudah berkomitmen bahwa Jember harus sukses menjadi tuan rumah untuk Porprov Jatim 2022. Rencananya Porprov Jatim VII itu berlangsung mulai tanggal 25 Juni hingga 3 Juli mendatang. Namun, sebelum kickoff tersebut, ada beberapa pertandingan ekshibisi atau pra-event lainnya. Terlebih Porprov yang menjadi gawe-nya KONI Jatim ini menjadi event olahraga perdana setelah dua tahun vakum akibat tingginya kasus Covid-19.

BACA JUGA : Porprov 2022 Jember Andalkan Bulu Tangkis Tunggal Putra

Sejatinya Porprov VII digelar tahun 2021 kemarin. Namun, akhirnya harus diundur di tahun ini, karena pandemi. Total ada 46 cabor yang dipertandingkan dan ada dua cabor lainnya yang menjadi laga eksibisi, yakni berkuda dan arum jeram.

Jember menjadi tuan rumah cabor paling banyak ketimbang tiga kabupaten lainnya, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo. Total ada 18 cabor yang dipertandingkan di Jember. Bahkan beberapa cabor bergengsi pun menjadi jatah Jember. Di antaranya sepak bola, tenis lapangan, bulu tangkis, wushu, futsal, renang, atletik, maupun drum band. Apalagi beberapa cabor itu masuk menjadi cabor unggulan yang sudah dipetakan oleh KONI Jember.

Pemkab Jember pun sudah menganggarkan dana yang disiapkan untuk Porprov. Mulai anggaran perbaikan venue yang wajib direnovasi karena belum layak, hingga anggaran pembinaan bagi atlet Jember yang dipersiapkan untuk Porprov. Bahkan kucuran bonus bagi atlet yang mampu meraih medali juga digembar-gemborkan. Apalagi, bonus terbesar bisa mencapai Rp 100 juta untuk medali emas beregu yang jumlah atletnya banyak, seperti sepak bola.

Pemkab Jember tak hanya berfokus pada gelaran olahraga itu saja. Ajang Porprov dapat dimanfaatkan untuk mengangkat sektor lainnya. Seperti UMKM, perputaran ekonomi masyarakat sekitar venue, komoditas penginapan, pariwisata, hingga nantinya Jember dapat memberi rasa Sport Tourism setelah ajang Porprov selesai. Inilah harapan Bupati Jember Hendy Siswanto yang pernah didengungkan.

“Kami berharap cabor yang bermain di Jember dapat memberikan hasil yang maksimal mendulang medali. Karena bermain di kota sendiri. Apalagi Pemkab Jember melalui bupati dan wakil bupati sudah menyiapkan reward bagi atlet perorangan maupun beregu,” ujar Sutikno, Ketua KONI Jember.

Mantan ketua Askab PSSI Jember ini menambahkan, seluruh cabor sudah mulai berlatih intensif pada bulan April kemarin. Terlebih, anggaran pembinaan bagi masing-masing cabor sudah mulai cair ke rekening masing-masing pengurus cabor. Anggaran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan cabor sebagai tambahan amunisi persiapan untuk Porprov, maupun dikelola sebagai dana pembinaan latihan lainnya sesudah Porprov.

“Hasil verifikasi tim binpres (bidang prestasi) ada sepuluh cabor unggulan yang diharapkan dapat merebut medali emas, perak, maupun perunggu. Selain itu, ada 26 cabor lainnya yang masuk kategori cabor pendukung atau supporting. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan mereka juga dapat meraih medali,” imbuh Sutikno.

Pemetaan cabor unggulan maupun supporting itu tak serta merta. KONI Jember melakukan tahapan, mulai dari by data, track record prestasi, keikutsertaan dalam turnamen, hingga wawancara langsung kepada pelatih masing-masing cabor mengenai kondisi atlet dan targetnya. Persiapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi KONI Jember untuk mengatrol peringkat Jember dalam Porprov 2022. Sebab, tahun 2019 menjadi musim paling buruk Jember selama keikutsertaannya di Porprov. Jember harus rela terperosok di peringkat ke-24 dan menjadi catatan kelam bagi dunia olahraga Jember kala itu.

Tahun 2019 ada 525 medali yang diperebutkan. Jember mampu meraih 18 medali saja. Pihak KONI Jember menyebut bahwa kini mereka belum menerima technical handbook dari KONI Jatim akan jumlah medali yang diperebutkan. Maka dari itu, KONI Jember belum mau gegabah untuk menentukan target.

Sementara itu, untuk urusan persiapan venue, sejumlah proyek perbaikan venue belum rampung 100 persen. Target dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) selesai pada akhir bulan Mei mendatang. Terlebih, tujuh venue yang sementara ini jadi prioritas untuk diperbaiki adalah venue-venue vital.

Sebut saja Stadion Jember Sports Garden (JSG), Kolam Renang Kebon Agung, GOR Bulu Tangkis Argopuro, Lapangan Tenis Kaliwates, Stadion Notohadinegoro, GOR PKPSO Kaliwates, dan lintasan atletik JSG. Perbaikan venue tersebut juga mulai terjadi tahun 2021 kemarin, namun dikatakan masih setengah hati. Sebab, anggaran masih terbatas dan tidak bisa menyelesaikan semua perbaikan venue. Sehingga, perbaikan dilanjutkan lagi tahun ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/