Masih Terkendala Pendanaan

Kembang Kempis Cabor Karate

PROBLEM DANA: Salah seorang karateka cilik Jember tengah memeragakan jurus karate. Di Jember, cabor ini terus berjuang dengan biaya mandiri untuk pembinaan dan eksistensi mengikuti kejuaraan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) masih menjadi permasalahan klasik bagi cabang olahraga di Jember. Minimnya sarpras untuk latihan maupun bertanding masih menjadi kendala selama ini. Seperti halnya untuk cabor bela diri, karate.

IKLAN

Menurut Sujatmiko, Ketua Harian Pengkab Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), selama ini pihaknya pun belum mendapat bantuan yang mereka butuhkan. “Mau pinjam matras saja susah. Selama ini belum ada bantuan matras dari pemerintah daerah. Akhirnya, kami pinjam ke beberapa perguruan yang punya matras,” tuturnya.

Sujatmiko menambahkan, selama ini perguruan karate atau dojo yang ada di Jember bergerak secara mandiri. Termasuk dalam hal pembinaan atlet, latihan rutin sehari-hari, hingga pembiayaan mengikuti sebuah kejuaraan. “Perguruan lainnya progresnya sama dalam masalah pendanaan. Selama ini, teman-teman dojo bergerak mandiri, ikut kejuaraan ya pakai biaya sendiri,” bebernya.

Dia mencontohkan, beberapa bulan lalu di tahun 2019, pihaknya mengikuti salah satu kejuaraan bergengsi, yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Sayangnya, dirinya hanya mampu mengirimkan satu orang atlet saja. Padahal, banyak potensi karateka Jember yang bisa dimainkan dalam event sekelas Kejurnas. Kendala pendanaan menjadi persoalan bagi mereka.

“Selama ini cabor-cabor tidak dapat bantuan dana. Semuanya serba mandiri. Kalau seperti itu Jember apa bisa mengejar prestasi kota-kota lain, ini tentu menjadi problem bagi Jember,” kata Sujatmiko.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti