Panjat Tebing Bondowoso Potensial Jadi Sport-Tourism

RADARJEMBER.ID – Sebagai kota sejuk yang punya alam eksotis, Bondowoso tengah giat mengembangkan potensi wisatanya. Namun tak cuma destinasi alam saja yang bisa dijual. Jika dikelola serius, olahraga juga bisa dijadikan wisata atau yang lebih dikenal sebagai sport tourism. Salah satunya adalah panjat tebing.

IKLAN

“Jika dikembangkan serius, Bondowoso tidak hanya potensial atlet panjat tebingnya, tapi juga bisa jadi sport tourism. Surabaya dan Gresik sudah mulai serius mengembangkan. Mereka punya sarana fun climb yang bisa jadi alternatif hiburan keluarga,” ujar Deski Chandra Ade Putra, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bondowoso.

Upaya menjadikan panjat tebing sebagai alternatif wisata keluarga telah dicoba FPTI antara lain dengan mengusulkan agar arena latihan panjat tebing dipindahkan dari Stadion Magenda ke Alun-Alun RBA Ki Ronggo. “Sekalian mempopulerkan olahraga panjat tebing ini. Jadi biar bisa dinikmati banyak orang,” papar Deski di sela-sela keikutsertaan Bondowoso dalam cabor Panjat Tebing di Porprov VI yang digelar di GOR SCL Lamongan.

Panjat tebing Bondowoso, kata dia, tidak mematok target medali khusus meski ini menjadi keikutsertaannya yang ketiga. “Kita berjenjang, untuk menambah jam terbang atlet. Setidaknya di Porprov berikutnya baru kita targetkan medal. Tetapi tetap saja kita Seriusi ajang ini,” lanjut Deski.

Dua atlet yang dikirim pun, juga sudah memiliki jam terbang dalam beberapa kejurprov selama tiga tahun terakhir. “Tantangannya antara Kejurprov dengan Porprov relatif sama. Hanya saja, dalam Porprov kali ini, nomor yang dipertandingkan lebih banyak,” papar Deski.

Dua atlet Bondowoso dalam Porprov kali ini masing-masing adalah Andre Dwi Apriadi dan Teguh Dwi Rahman yang sama-sama turun di nomor Bolder Tunggal Putra dan Lead Tunggal Putra. Keduanya juga sama-sama baru lulus dari SMK PP Tegal Ampel. “Sebenarnya potensi atlet Panjat Tebing di Bondowoso cukup melimpah. Tetapi kita optimalkan yang sudah ada dulu,” pungkas Deski.

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti