alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Langgar Prosedur Regulasi Finansial Formula 1, Williams Didenda $25.000

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID  – Gara-gara pelanggaran prosedur regulasi finansial Formula 1, demikian umum FIA, Tim Williams dijatuhi denda 25.000 dolar AS.

BACA JUGA : Minta Pemdes Lebih Transparan

Sedari 2021, tim-tim kompetitor diharuskan mengumpulkan laporan keuangan internal dari pengeluaran mereka terkait batas bujet, yang tahun ini ditentukan sebesar 141,2 juta dolar AS, untuk periode antara Januari hingga April pada akhir Juni setiap tahunnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengeluaran tahunan mereka harus dilaporkan pada akhir Maret berikutnya.
Tim ikonik asal Inggris itu mengakui mereka tidak mematuhi aturan tersebut. Dan Williams gagal menemui tenggat kedua yaitu 31 Maret 2022, sehingga FIA menyatakan tim itu melakukan pelanggaran prosedural pada 12 April lalu.

Karena pelanggaran tersebut diungkapkan secara sukarela oleh tim sebelum tenggat waktu, dan karena mereka telah sepenuhnya bekerja sama mencari solusi, Cost Cap Administration, badan yang dibentuk untuk memantau kepatuhan terhadap peraturan finansial, menawarkan tim itu Perjanjian Pelanggaran yang Diterima (Accepted Breach Agreement).

Hal itu melibatkan komitmen Williams untuk membenahi pelanggaran tersebut sebelum pukul 19:00 pada 31 Mei, membayar denda 25.000 dolar AS dan menanggung biaya yang dikeluarkan oleh Cost Cap Administration sehubungan dengan persiapan dari ABA.

Williams menerima tawaran itu dan sejak itu telah memenuhi ketiga syarat tersebut, demikian laman resmi Formula 1.

Tim mantan juara dunia itu menjadi yang pertama terkena hukuman di bawah regulasi batas anggaran yang membatasi tim-tim F1 menghabiskan lebih dari 140 juta dolar dalam setahun.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID  – Gara-gara pelanggaran prosedur regulasi finansial Formula 1, demikian umum FIA, Tim Williams dijatuhi denda 25.000 dolar AS.

BACA JUGA : Minta Pemdes Lebih Transparan

Sedari 2021, tim-tim kompetitor diharuskan mengumpulkan laporan keuangan internal dari pengeluaran mereka terkait batas bujet, yang tahun ini ditentukan sebesar 141,2 juta dolar AS, untuk periode antara Januari hingga April pada akhir Juni setiap tahunnya.

Pengeluaran tahunan mereka harus dilaporkan pada akhir Maret berikutnya.
Tim ikonik asal Inggris itu mengakui mereka tidak mematuhi aturan tersebut. Dan Williams gagal menemui tenggat kedua yaitu 31 Maret 2022, sehingga FIA menyatakan tim itu melakukan pelanggaran prosedural pada 12 April lalu.

Karena pelanggaran tersebut diungkapkan secara sukarela oleh tim sebelum tenggat waktu, dan karena mereka telah sepenuhnya bekerja sama mencari solusi, Cost Cap Administration, badan yang dibentuk untuk memantau kepatuhan terhadap peraturan finansial, menawarkan tim itu Perjanjian Pelanggaran yang Diterima (Accepted Breach Agreement).

Hal itu melibatkan komitmen Williams untuk membenahi pelanggaran tersebut sebelum pukul 19:00 pada 31 Mei, membayar denda 25.000 dolar AS dan menanggung biaya yang dikeluarkan oleh Cost Cap Administration sehubungan dengan persiapan dari ABA.

Williams menerima tawaran itu dan sejak itu telah memenuhi ketiga syarat tersebut, demikian laman resmi Formula 1.

Tim mantan juara dunia itu menjadi yang pertama terkena hukuman di bawah regulasi batas anggaran yang membatasi tim-tim F1 menghabiskan lebih dari 140 juta dolar dalam setahun.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID  – Gara-gara pelanggaran prosedur regulasi finansial Formula 1, demikian umum FIA, Tim Williams dijatuhi denda 25.000 dolar AS.

BACA JUGA : Minta Pemdes Lebih Transparan

Sedari 2021, tim-tim kompetitor diharuskan mengumpulkan laporan keuangan internal dari pengeluaran mereka terkait batas bujet, yang tahun ini ditentukan sebesar 141,2 juta dolar AS, untuk periode antara Januari hingga April pada akhir Juni setiap tahunnya.

Pengeluaran tahunan mereka harus dilaporkan pada akhir Maret berikutnya.
Tim ikonik asal Inggris itu mengakui mereka tidak mematuhi aturan tersebut. Dan Williams gagal menemui tenggat kedua yaitu 31 Maret 2022, sehingga FIA menyatakan tim itu melakukan pelanggaran prosedural pada 12 April lalu.

Karena pelanggaran tersebut diungkapkan secara sukarela oleh tim sebelum tenggat waktu, dan karena mereka telah sepenuhnya bekerja sama mencari solusi, Cost Cap Administration, badan yang dibentuk untuk memantau kepatuhan terhadap peraturan finansial, menawarkan tim itu Perjanjian Pelanggaran yang Diterima (Accepted Breach Agreement).

Hal itu melibatkan komitmen Williams untuk membenahi pelanggaran tersebut sebelum pukul 19:00 pada 31 Mei, membayar denda 25.000 dolar AS dan menanggung biaya yang dikeluarkan oleh Cost Cap Administration sehubungan dengan persiapan dari ABA.

Williams menerima tawaran itu dan sejak itu telah memenuhi ketiga syarat tersebut, demikian laman resmi Formula 1.

Tim mantan juara dunia itu menjadi yang pertama terkena hukuman di bawah regulasi batas anggaran yang membatasi tim-tim F1 menghabiskan lebih dari 140 juta dolar dalam setahun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/