alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Mau Pulang Kandang asal Ada Kepastian

Suara Pesepak Bola Jember yang Berkompetisi di Luar Daerah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto punya rencana membuat klub sendiri bila Persid Jember tetap bersikukuh tidak dikembalikan ke pemkab. Bahkan, juga ada rencana akan memulangkan pesepak bola terbaik Jember yang membela klub luar daerah. Mereka diajak kembali ke kampung halaman untuk membela Jember.

Hendy mengatakan, klub dari Jember yang mengikuti kompetisi Liga Indonesia juga termasuk penting dalam persepakbolaan Jember. Sehingga, akan ada skema membuat klub sendiri bila Yayasan Persid Jember (YPJ) tetap bersikukuh tidak dikembalikan ke pemkab. “Kenapa seperti itu? Karena tahun depan Jember tuan rumah Porprov Jatim. Jangan sampai sebagai tuan rumah tidak punya klub sepak bola yang bermain di liga,” terangnya.

Selain itu, sepak bola juga ajang untuk mengangkat ekonomi Jember. “Ada 90 klub bola di Jember. Setidaknya, adanya klub bermain di liga akan memberikan motivasi. Dari unsur pemerintah, itu membangkitkan harapan mereka. Jadi, jangan memutus harapan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendy juga punya rencana ingin memulangkan pesepak bola Jember yang jasanya dipakai kabupaten lain atau klub dari luar daerah. “Kami akan panggil semua. Tentu kami menyiapkan konsekuensi itu semua,” paparnya. Apa tanggapan pesepak bola Jember yang bermain di luar daerah?

Rizki Dwi Febrianto, pesepak bola Arema Malang yang asli Ledokombo, mengaku cukup senang bila ada rencana besar memulangkan pesepak bola Jember untuk membela daerahnya. “Ya mau kalau kembali ke Jember. Tapi, gaji cocok dan kalau bisa jadi PNS,” ucapnya.

Rizki juga enggan membeberkan seberapa besar gaji di Arema Malang. Namun, kata dia, hal yang tak kalah penting saat kembali ke Jember adalah kepastian menjadi pegawai. Jika PNS dirasa sulit untuk terealisasi, setidaknya ada kepastian menjadi pegawai di bawah pemerintahan. “Paling tidak, masa tua itu aman. Punya pekerjaan,” terangnya.

Tercatat, tidak sedikit eks penggawa Persid yang menjadi pegawai Pemkab Jember, termasuk juga ada yang menjadi PNS. Pemain Persid yang terakhir berkompetisi profesional di Divisi Utama 2014 silam juga ada yang menjadi pegawai PDAM, sebuah perusahaan pelat merah yang tercatat sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto punya rencana membuat klub sendiri bila Persid Jember tetap bersikukuh tidak dikembalikan ke pemkab. Bahkan, juga ada rencana akan memulangkan pesepak bola terbaik Jember yang membela klub luar daerah. Mereka diajak kembali ke kampung halaman untuk membela Jember.

Hendy mengatakan, klub dari Jember yang mengikuti kompetisi Liga Indonesia juga termasuk penting dalam persepakbolaan Jember. Sehingga, akan ada skema membuat klub sendiri bila Yayasan Persid Jember (YPJ) tetap bersikukuh tidak dikembalikan ke pemkab. “Kenapa seperti itu? Karena tahun depan Jember tuan rumah Porprov Jatim. Jangan sampai sebagai tuan rumah tidak punya klub sepak bola yang bermain di liga,” terangnya.

Selain itu, sepak bola juga ajang untuk mengangkat ekonomi Jember. “Ada 90 klub bola di Jember. Setidaknya, adanya klub bermain di liga akan memberikan motivasi. Dari unsur pemerintah, itu membangkitkan harapan mereka. Jadi, jangan memutus harapan,” paparnya.

Hendy juga punya rencana ingin memulangkan pesepak bola Jember yang jasanya dipakai kabupaten lain atau klub dari luar daerah. “Kami akan panggil semua. Tentu kami menyiapkan konsekuensi itu semua,” paparnya. Apa tanggapan pesepak bola Jember yang bermain di luar daerah?

Rizki Dwi Febrianto, pesepak bola Arema Malang yang asli Ledokombo, mengaku cukup senang bila ada rencana besar memulangkan pesepak bola Jember untuk membela daerahnya. “Ya mau kalau kembali ke Jember. Tapi, gaji cocok dan kalau bisa jadi PNS,” ucapnya.

Rizki juga enggan membeberkan seberapa besar gaji di Arema Malang. Namun, kata dia, hal yang tak kalah penting saat kembali ke Jember adalah kepastian menjadi pegawai. Jika PNS dirasa sulit untuk terealisasi, setidaknya ada kepastian menjadi pegawai di bawah pemerintahan. “Paling tidak, masa tua itu aman. Punya pekerjaan,” terangnya.

Tercatat, tidak sedikit eks penggawa Persid yang menjadi pegawai Pemkab Jember, termasuk juga ada yang menjadi PNS. Pemain Persid yang terakhir berkompetisi profesional di Divisi Utama 2014 silam juga ada yang menjadi pegawai PDAM, sebuah perusahaan pelat merah yang tercatat sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto punya rencana membuat klub sendiri bila Persid Jember tetap bersikukuh tidak dikembalikan ke pemkab. Bahkan, juga ada rencana akan memulangkan pesepak bola terbaik Jember yang membela klub luar daerah. Mereka diajak kembali ke kampung halaman untuk membela Jember.

Hendy mengatakan, klub dari Jember yang mengikuti kompetisi Liga Indonesia juga termasuk penting dalam persepakbolaan Jember. Sehingga, akan ada skema membuat klub sendiri bila Yayasan Persid Jember (YPJ) tetap bersikukuh tidak dikembalikan ke pemkab. “Kenapa seperti itu? Karena tahun depan Jember tuan rumah Porprov Jatim. Jangan sampai sebagai tuan rumah tidak punya klub sepak bola yang bermain di liga,” terangnya.

Selain itu, sepak bola juga ajang untuk mengangkat ekonomi Jember. “Ada 90 klub bola di Jember. Setidaknya, adanya klub bermain di liga akan memberikan motivasi. Dari unsur pemerintah, itu membangkitkan harapan mereka. Jadi, jangan memutus harapan,” paparnya.

Hendy juga punya rencana ingin memulangkan pesepak bola Jember yang jasanya dipakai kabupaten lain atau klub dari luar daerah. “Kami akan panggil semua. Tentu kami menyiapkan konsekuensi itu semua,” paparnya. Apa tanggapan pesepak bola Jember yang bermain di luar daerah?

Rizki Dwi Febrianto, pesepak bola Arema Malang yang asli Ledokombo, mengaku cukup senang bila ada rencana besar memulangkan pesepak bola Jember untuk membela daerahnya. “Ya mau kalau kembali ke Jember. Tapi, gaji cocok dan kalau bisa jadi PNS,” ucapnya.

Rizki juga enggan membeberkan seberapa besar gaji di Arema Malang. Namun, kata dia, hal yang tak kalah penting saat kembali ke Jember adalah kepastian menjadi pegawai. Jika PNS dirasa sulit untuk terealisasi, setidaknya ada kepastian menjadi pegawai di bawah pemerintahan. “Paling tidak, masa tua itu aman. Punya pekerjaan,” terangnya.

Tercatat, tidak sedikit eks penggawa Persid yang menjadi pegawai Pemkab Jember, termasuk juga ada yang menjadi PNS. Pemain Persid yang terakhir berkompetisi profesional di Divisi Utama 2014 silam juga ada yang menjadi pegawai PDAM, sebuah perusahaan pelat merah yang tercatat sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/