alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Anggaran Porprov Naik Jadi Rp 2,5 M

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IV tahun depan, Jember bisa sedikit berlega hati. Pasalnya, anggarannya mengalami peningkatan. Dari jumlah awal Rp 1,5 M, kini bertambah menjadi sekitar Rp 2,5 M. Walau naik, sayangnya jumlah tersebut masih kalah besar daripada kabupaten tetangga yang sama-sama menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2022, yaitu Kabupaten Lumajang.

Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengatakan, terdapat pos anggaran yang diubah dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang baru diputuskan. Salah satunya yaitu tentang anggaran olahraga. Anggaran olahraga yang disiapkan untuk menyongsong Porprov Jatim 2022 nanti, awalnya sekitar Rp 1,5 miliar. “Kami naikkan menjadi Rp 2,5 miliar dari jumlah awal Rp 1,5 miliar,” jelasnya.

Peningkatan anggaran untuk olahraga tersebut karena berkaitan dengan Jember sebagai salah satu tuan rumah Porprov. Ditambah lagi ada keinginan tampil sebagai juara di daerah sendiri sebagai tuan rumah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ardi menjelaskan, total Rp 2,5 miliar tersebut diperuntukkan seleksi dan training center (TC) atau pemusatan latihan. “Jadi, harapannya adanya seleksi tersebut memberikan kesempatan atlet lainnya, hingga pelosok perdesaan,” paparnya.

Kenaikan jumlah anggaran olahraga dalam menyongsong Porprov tersebut diakui oleh Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember M Yusup. “Jumlahnya lebih dari Rp 2,5 miliar,” terangnya.

Yusup menjelaskan, jumlah tersebut sifatnya tidak diberikan dalam bentuk dana hibah secara langsung ke KONI Jember. Namun, dana tersebut bersifat per kegiatan. Baik itu kegiatan untuk seleksi maupun pemusatan latihan. Sehingga, cabor-cabor bisa mengajukan langsung ke Dispora.

Pria yang pernah menjabat Plt Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut mengakui, jumlah Rp 2,5 miliar tentu tidak sebanding dengan daerah lain. “Memang daerah lain kabarnya ada yang sampai belasan miliar,” jelasnya.

Meski demikian, jumlah tersebut dianggap sudah pas. Sebab, tahun ini Pemerintah Kabupaten Jember juga memfokuskan anggarannya pada infrastruktur. Khususnya perbaikan jalan berlubang.

Sementara itu, daerah tetangga Jember, yaitu Lumajang yang juga jadi tuan rumah Porprov, termasuk kandidat kuat untuk closing ceremony Porprov Jatim tahun depan, 2022, memiliki dana persiapan lebih besar. Yaitu sebesar Rp 4 miliar.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua KONI Lumajang Ngateman mengatakan, untuk persiapan pembentukan atlet hingga TC tidak dilakukan tahun ini, tapi sudah dijalankan tahun kemarin. Bila Covid-19 tidak ada, menurut Ngateman, bisa jadi anggaran untuk persiapan Porprov mencapai Rp 6,5 miliar. Namun, karena pandemi, ada recovery anggaran, sehingga turun jadi Rp 4 miliar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IV tahun depan, Jember bisa sedikit berlega hati. Pasalnya, anggarannya mengalami peningkatan. Dari jumlah awal Rp 1,5 M, kini bertambah menjadi sekitar Rp 2,5 M. Walau naik, sayangnya jumlah tersebut masih kalah besar daripada kabupaten tetangga yang sama-sama menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2022, yaitu Kabupaten Lumajang.

Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengatakan, terdapat pos anggaran yang diubah dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang baru diputuskan. Salah satunya yaitu tentang anggaran olahraga. Anggaran olahraga yang disiapkan untuk menyongsong Porprov Jatim 2022 nanti, awalnya sekitar Rp 1,5 miliar. “Kami naikkan menjadi Rp 2,5 miliar dari jumlah awal Rp 1,5 miliar,” jelasnya.

Peningkatan anggaran untuk olahraga tersebut karena berkaitan dengan Jember sebagai salah satu tuan rumah Porprov. Ditambah lagi ada keinginan tampil sebagai juara di daerah sendiri sebagai tuan rumah.

Ardi menjelaskan, total Rp 2,5 miliar tersebut diperuntukkan seleksi dan training center (TC) atau pemusatan latihan. “Jadi, harapannya adanya seleksi tersebut memberikan kesempatan atlet lainnya, hingga pelosok perdesaan,” paparnya.

Kenaikan jumlah anggaran olahraga dalam menyongsong Porprov tersebut diakui oleh Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember M Yusup. “Jumlahnya lebih dari Rp 2,5 miliar,” terangnya.

Yusup menjelaskan, jumlah tersebut sifatnya tidak diberikan dalam bentuk dana hibah secara langsung ke KONI Jember. Namun, dana tersebut bersifat per kegiatan. Baik itu kegiatan untuk seleksi maupun pemusatan latihan. Sehingga, cabor-cabor bisa mengajukan langsung ke Dispora.

Pria yang pernah menjabat Plt Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut mengakui, jumlah Rp 2,5 miliar tentu tidak sebanding dengan daerah lain. “Memang daerah lain kabarnya ada yang sampai belasan miliar,” jelasnya.

Meski demikian, jumlah tersebut dianggap sudah pas. Sebab, tahun ini Pemerintah Kabupaten Jember juga memfokuskan anggarannya pada infrastruktur. Khususnya perbaikan jalan berlubang.

Sementara itu, daerah tetangga Jember, yaitu Lumajang yang juga jadi tuan rumah Porprov, termasuk kandidat kuat untuk closing ceremony Porprov Jatim tahun depan, 2022, memiliki dana persiapan lebih besar. Yaitu sebesar Rp 4 miliar.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua KONI Lumajang Ngateman mengatakan, untuk persiapan pembentukan atlet hingga TC tidak dilakukan tahun ini, tapi sudah dijalankan tahun kemarin. Bila Covid-19 tidak ada, menurut Ngateman, bisa jadi anggaran untuk persiapan Porprov mencapai Rp 6,5 miliar. Namun, karena pandemi, ada recovery anggaran, sehingga turun jadi Rp 4 miliar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IV tahun depan, Jember bisa sedikit berlega hati. Pasalnya, anggarannya mengalami peningkatan. Dari jumlah awal Rp 1,5 M, kini bertambah menjadi sekitar Rp 2,5 M. Walau naik, sayangnya jumlah tersebut masih kalah besar daripada kabupaten tetangga yang sama-sama menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2022, yaitu Kabupaten Lumajang.

Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengatakan, terdapat pos anggaran yang diubah dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang baru diputuskan. Salah satunya yaitu tentang anggaran olahraga. Anggaran olahraga yang disiapkan untuk menyongsong Porprov Jatim 2022 nanti, awalnya sekitar Rp 1,5 miliar. “Kami naikkan menjadi Rp 2,5 miliar dari jumlah awal Rp 1,5 miliar,” jelasnya.

Peningkatan anggaran untuk olahraga tersebut karena berkaitan dengan Jember sebagai salah satu tuan rumah Porprov. Ditambah lagi ada keinginan tampil sebagai juara di daerah sendiri sebagai tuan rumah.

Ardi menjelaskan, total Rp 2,5 miliar tersebut diperuntukkan seleksi dan training center (TC) atau pemusatan latihan. “Jadi, harapannya adanya seleksi tersebut memberikan kesempatan atlet lainnya, hingga pelosok perdesaan,” paparnya.

Kenaikan jumlah anggaran olahraga dalam menyongsong Porprov tersebut diakui oleh Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember M Yusup. “Jumlahnya lebih dari Rp 2,5 miliar,” terangnya.

Yusup menjelaskan, jumlah tersebut sifatnya tidak diberikan dalam bentuk dana hibah secara langsung ke KONI Jember. Namun, dana tersebut bersifat per kegiatan. Baik itu kegiatan untuk seleksi maupun pemusatan latihan. Sehingga, cabor-cabor bisa mengajukan langsung ke Dispora.

Pria yang pernah menjabat Plt Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut mengakui, jumlah Rp 2,5 miliar tentu tidak sebanding dengan daerah lain. “Memang daerah lain kabarnya ada yang sampai belasan miliar,” jelasnya.

Meski demikian, jumlah tersebut dianggap sudah pas. Sebab, tahun ini Pemerintah Kabupaten Jember juga memfokuskan anggarannya pada infrastruktur. Khususnya perbaikan jalan berlubang.

Sementara itu, daerah tetangga Jember, yaitu Lumajang yang juga jadi tuan rumah Porprov, termasuk kandidat kuat untuk closing ceremony Porprov Jatim tahun depan, 2022, memiliki dana persiapan lebih besar. Yaitu sebesar Rp 4 miliar.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua KONI Lumajang Ngateman mengatakan, untuk persiapan pembentukan atlet hingga TC tidak dilakukan tahun ini, tapi sudah dijalankan tahun kemarin. Bila Covid-19 tidak ada, menurut Ngateman, bisa jadi anggaran untuk persiapan Porprov mencapai Rp 6,5 miliar. Namun, karena pandemi, ada recovery anggaran, sehingga turun jadi Rp 4 miliar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/