alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Lapangan Golf Glantangan Perlu Perbaikan

Rumputnya Kaku, Nggak Enak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Padang golf terletak di Desa Glantangan, Kecamatan Tempurejo. Ini menjadi lapangan golf satu-satunya di wilayah timur Jawa Timur. Namun, padang golf tersebut rumputnya dirasa kurang layak dan perlu perbaikan.

Menuju padang golf di Glatangan juga banyak jalan berlubang. Bahkan, saat memasuki wilayah perkebunan Glantangan, juga ada beberapa ruas jalan yang sudah rusak. Walau tidak begitu parah. Sementara itu, sesampainya di lokasi, sejauh mata memandang, hijaunya rerumputan dan rindangnya pepohonan masih terasa sejuk di mata.

Lebih dekat lagi, di lokasi green dekat lubang golf, rumputnya hijau, rata, dan rumputnya juga tidak ada yang mati atau berwarna kuning. Walau secara kasat mata orang umum rumput itu bagus, tapi berbeda dengan pegolf yang merasa rumputnya kurang layak. “Kalau ini rumputnya jelek,” ucap Sunyitno, master caddy atau koordinator pramugolf padang golf Glantangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, untuk lapangan golf seharusnya rumputnya terasa lembut. Tidak kaku seperti itu. Sebab, kondisi yang demikian bisa mengakibatkan laju bola golf tersendat. “Seharusnya rumputnya lemes,” jelasnya. Sunyitno lantas menunjukan rumput yang lembut di bagian kecil green, yang dinilainya layak.

Dia mengatakan, rumput yang digunakan setidaknya jenis tiften, karena lebih lembut. Di padang golf dengan luas 50 hektare tersebut terdapat 18 lubang atau hole. “Dari 18 hole, setidaknya ada empat green hole yang perlu diganti rumputnya,” jelasnya.

Suyitno mengatakan, sekitar enam tahun terakhir, tidak ada perhatian dari pemerintah daerah.
Padahal, sepengetahuan dirinya, lapangan golf di Glantangan itu inisiatifnya Bupati Jember semasa dijabat Abdul Hadi. Padang golf itu diresmikan pada tahun 1975 lalu. Kala itu, lapangan golf di Jatim hanya ada tiga. Yakni di Surabaya, Malang, dan Jember. “Awalnya itu ada sembilan hole, terus ditambah jadi 18 hole,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Padang golf terletak di Desa Glantangan, Kecamatan Tempurejo. Ini menjadi lapangan golf satu-satunya di wilayah timur Jawa Timur. Namun, padang golf tersebut rumputnya dirasa kurang layak dan perlu perbaikan.

Menuju padang golf di Glatangan juga banyak jalan berlubang. Bahkan, saat memasuki wilayah perkebunan Glantangan, juga ada beberapa ruas jalan yang sudah rusak. Walau tidak begitu parah. Sementara itu, sesampainya di lokasi, sejauh mata memandang, hijaunya rerumputan dan rindangnya pepohonan masih terasa sejuk di mata.

Lebih dekat lagi, di lokasi green dekat lubang golf, rumputnya hijau, rata, dan rumputnya juga tidak ada yang mati atau berwarna kuning. Walau secara kasat mata orang umum rumput itu bagus, tapi berbeda dengan pegolf yang merasa rumputnya kurang layak. “Kalau ini rumputnya jelek,” ucap Sunyitno, master caddy atau koordinator pramugolf padang golf Glantangan.

Menurut dia, untuk lapangan golf seharusnya rumputnya terasa lembut. Tidak kaku seperti itu. Sebab, kondisi yang demikian bisa mengakibatkan laju bola golf tersendat. “Seharusnya rumputnya lemes,” jelasnya. Sunyitno lantas menunjukan rumput yang lembut di bagian kecil green, yang dinilainya layak.

Dia mengatakan, rumput yang digunakan setidaknya jenis tiften, karena lebih lembut. Di padang golf dengan luas 50 hektare tersebut terdapat 18 lubang atau hole. “Dari 18 hole, setidaknya ada empat green hole yang perlu diganti rumputnya,” jelasnya.

Suyitno mengatakan, sekitar enam tahun terakhir, tidak ada perhatian dari pemerintah daerah.
Padahal, sepengetahuan dirinya, lapangan golf di Glantangan itu inisiatifnya Bupati Jember semasa dijabat Abdul Hadi. Padang golf itu diresmikan pada tahun 1975 lalu. Kala itu, lapangan golf di Jatim hanya ada tiga. Yakni di Surabaya, Malang, dan Jember. “Awalnya itu ada sembilan hole, terus ditambah jadi 18 hole,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Padang golf terletak di Desa Glantangan, Kecamatan Tempurejo. Ini menjadi lapangan golf satu-satunya di wilayah timur Jawa Timur. Namun, padang golf tersebut rumputnya dirasa kurang layak dan perlu perbaikan.

Menuju padang golf di Glatangan juga banyak jalan berlubang. Bahkan, saat memasuki wilayah perkebunan Glantangan, juga ada beberapa ruas jalan yang sudah rusak. Walau tidak begitu parah. Sementara itu, sesampainya di lokasi, sejauh mata memandang, hijaunya rerumputan dan rindangnya pepohonan masih terasa sejuk di mata.

Lebih dekat lagi, di lokasi green dekat lubang golf, rumputnya hijau, rata, dan rumputnya juga tidak ada yang mati atau berwarna kuning. Walau secara kasat mata orang umum rumput itu bagus, tapi berbeda dengan pegolf yang merasa rumputnya kurang layak. “Kalau ini rumputnya jelek,” ucap Sunyitno, master caddy atau koordinator pramugolf padang golf Glantangan.

Menurut dia, untuk lapangan golf seharusnya rumputnya terasa lembut. Tidak kaku seperti itu. Sebab, kondisi yang demikian bisa mengakibatkan laju bola golf tersendat. “Seharusnya rumputnya lemes,” jelasnya. Sunyitno lantas menunjukan rumput yang lembut di bagian kecil green, yang dinilainya layak.

Dia mengatakan, rumput yang digunakan setidaknya jenis tiften, karena lebih lembut. Di padang golf dengan luas 50 hektare tersebut terdapat 18 lubang atau hole. “Dari 18 hole, setidaknya ada empat green hole yang perlu diganti rumputnya,” jelasnya.

Suyitno mengatakan, sekitar enam tahun terakhir, tidak ada perhatian dari pemerintah daerah.
Padahal, sepengetahuan dirinya, lapangan golf di Glantangan itu inisiatifnya Bupati Jember semasa dijabat Abdul Hadi. Padang golf itu diresmikan pada tahun 1975 lalu. Kala itu, lapangan golf di Jatim hanya ada tiga. Yakni di Surabaya, Malang, dan Jember. “Awalnya itu ada sembilan hole, terus ditambah jadi 18 hole,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/