alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Asprov Minta Kompetisi Pembinaan Digelar

Tidak Semua Klub Punya Tim Usia Dini

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Kompetisi sepak bola Piala Bupati Jember telah usai digelar. Klub internal yang menjadi anggota Askab PSSI Jember pun telah merasakan indahnya kejuaraan lagi. Asprov PSSI Jatim memang tidak melarang kejuaraan seperti Piala Bupati tersebut. Namun, juga meminta Askab tetap melaksanakan kompetisi usia pembinaan, yaitu U-13 dan U-15.

“Walau menggelar kompetisi usia senior, mantan pemain, open tournament, dan lainnya, silakan dan tidak ada larangan dari Asprov. Namun, Askab memiliki kewajiban menggelar kompetisi usia dini, yaitu U-13 dan U-15. Itu ketentuan dari pusat. Jadi, Askab wajib gelar itu.” THORIQ ALKATIRI – Anggota Exco Asprov PSSI Jatim

“Walau menggelar kompetisi usia senior, mantan pemain, open tournament, dan lainnya, silakan dan tidak ada larangan dari Asprov. Namun, Askab memiliki kewajiban menggelar kompetisi usia dini, yaitu U-13 dan U-15. Itu ketentuan dari pusat, jadi Askab wajib gelar itu,” papar Thoriq Alkatiri, anggota Exco Asprov PSSI Jatim.

Menurut Thoriq, Jember ini punya potensi luar biasa dalam dunia sepak bola. Memiliki jumlah penduduk terbesar nomor dua se-Jawa Timur dan memiliki 78 klub internal, tentu saja sudah waktunya pesepak bola Jember mampu melejit, bahkan hingga ke Liga 2. “Punya stadion bagus, tidak sekadar bertaraf nasional, tapi internasional. Tapi, sayangnya tidak ada tim yang bermain di Liga 2,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mencontohkan, Kabupaten Lamongan yang secara jumlah penduduk serta klub internal masih kalah dengan Jember, bisa puluhan tahun telah punya tim yang berlaga di Liga 1. “Padahal pemain Jember ini banyak bermain untuk tim di Liga 2 atau Liga 3 dari daerah lain,” paparnya. Thoriq berharap program kompetisi U-13 dan U-15 yang jadi agenda wajib Askab dan Askot PSSI seluruh Indonesia digarap dengan serius.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Kompetisi sepak bola Piala Bupati Jember telah usai digelar. Klub internal yang menjadi anggota Askab PSSI Jember pun telah merasakan indahnya kejuaraan lagi. Asprov PSSI Jatim memang tidak melarang kejuaraan seperti Piala Bupati tersebut. Namun, juga meminta Askab tetap melaksanakan kompetisi usia pembinaan, yaitu U-13 dan U-15.

“Walau menggelar kompetisi usia senior, mantan pemain, open tournament, dan lainnya, silakan dan tidak ada larangan dari Asprov. Namun, Askab memiliki kewajiban menggelar kompetisi usia dini, yaitu U-13 dan U-15. Itu ketentuan dari pusat. Jadi, Askab wajib gelar itu.” THORIQ ALKATIRI – Anggota Exco Asprov PSSI Jatim

“Walau menggelar kompetisi usia senior, mantan pemain, open tournament, dan lainnya, silakan dan tidak ada larangan dari Asprov. Namun, Askab memiliki kewajiban menggelar kompetisi usia dini, yaitu U-13 dan U-15. Itu ketentuan dari pusat, jadi Askab wajib gelar itu,” papar Thoriq Alkatiri, anggota Exco Asprov PSSI Jatim.

Menurut Thoriq, Jember ini punya potensi luar biasa dalam dunia sepak bola. Memiliki jumlah penduduk terbesar nomor dua se-Jawa Timur dan memiliki 78 klub internal, tentu saja sudah waktunya pesepak bola Jember mampu melejit, bahkan hingga ke Liga 2. “Punya stadion bagus, tidak sekadar bertaraf nasional, tapi internasional. Tapi, sayangnya tidak ada tim yang bermain di Liga 2,” tuturnya.

Dia mencontohkan, Kabupaten Lamongan yang secara jumlah penduduk serta klub internal masih kalah dengan Jember, bisa puluhan tahun telah punya tim yang berlaga di Liga 1. “Padahal pemain Jember ini banyak bermain untuk tim di Liga 2 atau Liga 3 dari daerah lain,” paparnya. Thoriq berharap program kompetisi U-13 dan U-15 yang jadi agenda wajib Askab dan Askot PSSI seluruh Indonesia digarap dengan serius.

KEPATIHAN, Radar Jember – Kompetisi sepak bola Piala Bupati Jember telah usai digelar. Klub internal yang menjadi anggota Askab PSSI Jember pun telah merasakan indahnya kejuaraan lagi. Asprov PSSI Jatim memang tidak melarang kejuaraan seperti Piala Bupati tersebut. Namun, juga meminta Askab tetap melaksanakan kompetisi usia pembinaan, yaitu U-13 dan U-15.

“Walau menggelar kompetisi usia senior, mantan pemain, open tournament, dan lainnya, silakan dan tidak ada larangan dari Asprov. Namun, Askab memiliki kewajiban menggelar kompetisi usia dini, yaitu U-13 dan U-15. Itu ketentuan dari pusat. Jadi, Askab wajib gelar itu.” THORIQ ALKATIRI – Anggota Exco Asprov PSSI Jatim

“Walau menggelar kompetisi usia senior, mantan pemain, open tournament, dan lainnya, silakan dan tidak ada larangan dari Asprov. Namun, Askab memiliki kewajiban menggelar kompetisi usia dini, yaitu U-13 dan U-15. Itu ketentuan dari pusat, jadi Askab wajib gelar itu,” papar Thoriq Alkatiri, anggota Exco Asprov PSSI Jatim.

Menurut Thoriq, Jember ini punya potensi luar biasa dalam dunia sepak bola. Memiliki jumlah penduduk terbesar nomor dua se-Jawa Timur dan memiliki 78 klub internal, tentu saja sudah waktunya pesepak bola Jember mampu melejit, bahkan hingga ke Liga 2. “Punya stadion bagus, tidak sekadar bertaraf nasional, tapi internasional. Tapi, sayangnya tidak ada tim yang bermain di Liga 2,” tuturnya.

Dia mencontohkan, Kabupaten Lamongan yang secara jumlah penduduk serta klub internal masih kalah dengan Jember, bisa puluhan tahun telah punya tim yang berlaga di Liga 1. “Padahal pemain Jember ini banyak bermain untuk tim di Liga 2 atau Liga 3 dari daerah lain,” paparnya. Thoriq berharap program kompetisi U-13 dan U-15 yang jadi agenda wajib Askab dan Askot PSSI seluruh Indonesia digarap dengan serius.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/