alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Demi Seleksi Tim Sepak Bola Porprov, Bakal Panggil Pemain Luar Kota

Mobile_AP_Rectangle 1

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Seleksi atlet cabang olahraga (cabor) sepak bola untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) telah selesai. Terdapat 35 pemain yang terjaring. Namun, dari jumlah tersebut, Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember punya rencana lanjutan dengan memanggil pesepak bola asal Jember yang berlaga di klub luar kota, untuk ikut seleksi tim sepak bola Porprov Jember.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sekretaris Askab PSSI Jember Andik Slamet mengatakan, untuk seleksi cabor sepak bola yang dimulai 30 Agustus sampai 2 September tersebut ada model terbaru. Pertama, dimulai mengirimkan surat ke klub internal dan sekolah sepak bola (SSB) terafiliasi untuk mengirimkan tiga pemainnya mengikuti seleksi. “Karena PPKM, setiap sesi seleksi memanggil 25 pemain saja, agar tidak terjadi penumpukan,” tuturnya.

Dari hasil seleksi tersebut terjaring 35 pemain. Namun, Andik Slamet menegaskan 35 pemain itu bukan hasil seleksi, melainkan hasil penjaringan. “Ada fase kedua menjadi seleksi sebenarnya,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mengapa demikian? Sebab, tambah Andik, pihaknya akan memanggil pesepak bola Jember yang bermain untuk klub di luar Jember. “Mereka ini KTP Jember. Sayang kalau potensinya tidak dipakai,” terangnya. Namun, dari 35 pemain tersebut, selanjutnya tetap mengikuti training center atau TC. “Jadi, 35 pemain itu istilahnya kerangka awal,” paparnya.

Karena itu, ketika kompetisi berakhir, maka pesepak bola asal Jember yang bermain untuk klub luar kota bisa mengikuti seleksi tim Porprov Jember. “Jadi, pesepak bola yang di luar kota itu bukan langsung masuk tim Porprov. Tapi, ikut seleksi agar pelatih tahu siapa pemain yang dibutuhkan sesuai skema permainan,” paparnya.

- Advertisement -

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Seleksi atlet cabang olahraga (cabor) sepak bola untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) telah selesai. Terdapat 35 pemain yang terjaring. Namun, dari jumlah tersebut, Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember punya rencana lanjutan dengan memanggil pesepak bola asal Jember yang berlaga di klub luar kota, untuk ikut seleksi tim sepak bola Porprov Jember.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sekretaris Askab PSSI Jember Andik Slamet mengatakan, untuk seleksi cabor sepak bola yang dimulai 30 Agustus sampai 2 September tersebut ada model terbaru. Pertama, dimulai mengirimkan surat ke klub internal dan sekolah sepak bola (SSB) terafiliasi untuk mengirimkan tiga pemainnya mengikuti seleksi. “Karena PPKM, setiap sesi seleksi memanggil 25 pemain saja, agar tidak terjadi penumpukan,” tuturnya.

Dari hasil seleksi tersebut terjaring 35 pemain. Namun, Andik Slamet menegaskan 35 pemain itu bukan hasil seleksi, melainkan hasil penjaringan. “Ada fase kedua menjadi seleksi sebenarnya,” jelasnya.

Mengapa demikian? Sebab, tambah Andik, pihaknya akan memanggil pesepak bola Jember yang bermain untuk klub di luar Jember. “Mereka ini KTP Jember. Sayang kalau potensinya tidak dipakai,” terangnya. Namun, dari 35 pemain tersebut, selanjutnya tetap mengikuti training center atau TC. “Jadi, 35 pemain itu istilahnya kerangka awal,” paparnya.

Karena itu, ketika kompetisi berakhir, maka pesepak bola asal Jember yang bermain untuk klub luar kota bisa mengikuti seleksi tim Porprov Jember. “Jadi, pesepak bola yang di luar kota itu bukan langsung masuk tim Porprov. Tapi, ikut seleksi agar pelatih tahu siapa pemain yang dibutuhkan sesuai skema permainan,” paparnya.

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Seleksi atlet cabang olahraga (cabor) sepak bola untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) telah selesai. Terdapat 35 pemain yang terjaring. Namun, dari jumlah tersebut, Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember punya rencana lanjutan dengan memanggil pesepak bola asal Jember yang berlaga di klub luar kota, untuk ikut seleksi tim sepak bola Porprov Jember.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sekretaris Askab PSSI Jember Andik Slamet mengatakan, untuk seleksi cabor sepak bola yang dimulai 30 Agustus sampai 2 September tersebut ada model terbaru. Pertama, dimulai mengirimkan surat ke klub internal dan sekolah sepak bola (SSB) terafiliasi untuk mengirimkan tiga pemainnya mengikuti seleksi. “Karena PPKM, setiap sesi seleksi memanggil 25 pemain saja, agar tidak terjadi penumpukan,” tuturnya.

Dari hasil seleksi tersebut terjaring 35 pemain. Namun, Andik Slamet menegaskan 35 pemain itu bukan hasil seleksi, melainkan hasil penjaringan. “Ada fase kedua menjadi seleksi sebenarnya,” jelasnya.

Mengapa demikian? Sebab, tambah Andik, pihaknya akan memanggil pesepak bola Jember yang bermain untuk klub di luar Jember. “Mereka ini KTP Jember. Sayang kalau potensinya tidak dipakai,” terangnya. Namun, dari 35 pemain tersebut, selanjutnya tetap mengikuti training center atau TC. “Jadi, 35 pemain itu istilahnya kerangka awal,” paparnya.

Karena itu, ketika kompetisi berakhir, maka pesepak bola asal Jember yang bermain untuk klub luar kota bisa mengikuti seleksi tim Porprov Jember. “Jadi, pesepak bola yang di luar kota itu bukan langsung masuk tim Porprov. Tapi, ikut seleksi agar pelatih tahu siapa pemain yang dibutuhkan sesuai skema permainan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/