alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Keputusan Buruk Wasit Disebut Pelatih Tim Nasional U-16

Vietnam Sebabkan Kalahnya Vietnam

Mobile_AP_Rectangle 1

Sleman, Yogyakarta, RADARJEMBER.ID – Kekalahan tim nasional U-16 Vietnam atas Indonesia di laga terakhir Grup A Sabtu malam lalu, disebut pelatih tim nasional U-16 Vietnam Nguyen Quoc Tuan karena kurangnya fokus dan performa wasit yang buruk.

Kemenangan 2-1 Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Sleman, membuat Vietnam gagal lolos langsung ke semifinal.

“Pada babak kedua pemain kami tidak fokus. Itulah kenapa kami kebobolan dua gol. Dan wasit, dia membuat beberapa keputusan yang buruk,” kata Nguyen Quoc Tuan usai laga itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Vietnam memang unggul lebih dulu berkat gol penalti Nguyen Cong Phuong pada menit ke-42, tetapi Indonesia balik unggul lewat dua gol cepat dalam rentang waktu tiga menit yang dibuat Arkhan Kaka pada menit 52 dan Muhammad Nabil Asyura pada menit 55.

Salah satu penyebab tidak konsentrasinya Vietnam, menurut Nguyen Quoc Tuan, adalah tekanan 10 ribu suporter Indonesia di Stadion Maguwoharjo. Dia juga kecewa kepada kepemimpinan wasit Warintorn Sassadee dari Thailand.

Salah satu keputusan Warintorn yang disorotnya adalah gol Vietnam dianulir pada menit ke-87. Warintorn menganulirnya karena menganggap sebelum gol itu terjadi pelanggaran.

“Kebijakan wasit seperti itu menambah tekanan bagi pemain kami,” kata Nguyen Quoc Tuan. Vietnam masih harus menunggu kabar dari Grup C untuk memastikan apakah mereka bisa mengikuti jejak Indonesia melalui jalur peringkat kedua terbaik fase grup atau tidak.

Di Grup C, masih ada Malaysia (empat poin), Myanmar (empat poin) dan Kamboja (tiga poin) yang berpeluang ke semifinal.

Pertandingan terakhir Grup C Senin pekan depan akan mempertemukan Myanmar dengan Kamboja, dan Malaysia dengan Australia. Jika Myanmar dan Malaysia sama-sama menang, maka Vietnam tersingkir.

Sebaliknya, kalau hanya salah satu dari tiga negara itu menundukkan lawannya, maka peluang Vietnam ke empat besar masih terbuka.

Peringkat kedua terbaik fase grup dipastikan tidak berasal dari Grup B karena dalam grup ini maksimal poin yang dikumpulkan runner up-nya adalah lima poin. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : Michael Siahaan

Sumber Berita : Antara

- Advertisement -

Sleman, Yogyakarta, RADARJEMBER.ID – Kekalahan tim nasional U-16 Vietnam atas Indonesia di laga terakhir Grup A Sabtu malam lalu, disebut pelatih tim nasional U-16 Vietnam Nguyen Quoc Tuan karena kurangnya fokus dan performa wasit yang buruk.

Kemenangan 2-1 Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Sleman, membuat Vietnam gagal lolos langsung ke semifinal.

“Pada babak kedua pemain kami tidak fokus. Itulah kenapa kami kebobolan dua gol. Dan wasit, dia membuat beberapa keputusan yang buruk,” kata Nguyen Quoc Tuan usai laga itu.

Vietnam memang unggul lebih dulu berkat gol penalti Nguyen Cong Phuong pada menit ke-42, tetapi Indonesia balik unggul lewat dua gol cepat dalam rentang waktu tiga menit yang dibuat Arkhan Kaka pada menit 52 dan Muhammad Nabil Asyura pada menit 55.

Salah satu penyebab tidak konsentrasinya Vietnam, menurut Nguyen Quoc Tuan, adalah tekanan 10 ribu suporter Indonesia di Stadion Maguwoharjo. Dia juga kecewa kepada kepemimpinan wasit Warintorn Sassadee dari Thailand.

Salah satu keputusan Warintorn yang disorotnya adalah gol Vietnam dianulir pada menit ke-87. Warintorn menganulirnya karena menganggap sebelum gol itu terjadi pelanggaran.

“Kebijakan wasit seperti itu menambah tekanan bagi pemain kami,” kata Nguyen Quoc Tuan. Vietnam masih harus menunggu kabar dari Grup C untuk memastikan apakah mereka bisa mengikuti jejak Indonesia melalui jalur peringkat kedua terbaik fase grup atau tidak.

Di Grup C, masih ada Malaysia (empat poin), Myanmar (empat poin) dan Kamboja (tiga poin) yang berpeluang ke semifinal.

Pertandingan terakhir Grup C Senin pekan depan akan mempertemukan Myanmar dengan Kamboja, dan Malaysia dengan Australia. Jika Myanmar dan Malaysia sama-sama menang, maka Vietnam tersingkir.

Sebaliknya, kalau hanya salah satu dari tiga negara itu menundukkan lawannya, maka peluang Vietnam ke empat besar masih terbuka.

Peringkat kedua terbaik fase grup dipastikan tidak berasal dari Grup B karena dalam grup ini maksimal poin yang dikumpulkan runner up-nya adalah lima poin. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : Michael Siahaan

Sumber Berita : Antara

Sleman, Yogyakarta, RADARJEMBER.ID – Kekalahan tim nasional U-16 Vietnam atas Indonesia di laga terakhir Grup A Sabtu malam lalu, disebut pelatih tim nasional U-16 Vietnam Nguyen Quoc Tuan karena kurangnya fokus dan performa wasit yang buruk.

Kemenangan 2-1 Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Sleman, membuat Vietnam gagal lolos langsung ke semifinal.

“Pada babak kedua pemain kami tidak fokus. Itulah kenapa kami kebobolan dua gol. Dan wasit, dia membuat beberapa keputusan yang buruk,” kata Nguyen Quoc Tuan usai laga itu.

Vietnam memang unggul lebih dulu berkat gol penalti Nguyen Cong Phuong pada menit ke-42, tetapi Indonesia balik unggul lewat dua gol cepat dalam rentang waktu tiga menit yang dibuat Arkhan Kaka pada menit 52 dan Muhammad Nabil Asyura pada menit 55.

Salah satu penyebab tidak konsentrasinya Vietnam, menurut Nguyen Quoc Tuan, adalah tekanan 10 ribu suporter Indonesia di Stadion Maguwoharjo. Dia juga kecewa kepada kepemimpinan wasit Warintorn Sassadee dari Thailand.

Salah satu keputusan Warintorn yang disorotnya adalah gol Vietnam dianulir pada menit ke-87. Warintorn menganulirnya karena menganggap sebelum gol itu terjadi pelanggaran.

“Kebijakan wasit seperti itu menambah tekanan bagi pemain kami,” kata Nguyen Quoc Tuan. Vietnam masih harus menunggu kabar dari Grup C untuk memastikan apakah mereka bisa mengikuti jejak Indonesia melalui jalur peringkat kedua terbaik fase grup atau tidak.

Di Grup C, masih ada Malaysia (empat poin), Myanmar (empat poin) dan Kamboja (tiga poin) yang berpeluang ke semifinal.

Pertandingan terakhir Grup C Senin pekan depan akan mempertemukan Myanmar dengan Kamboja, dan Malaysia dengan Australia. Jika Myanmar dan Malaysia sama-sama menang, maka Vietnam tersingkir.

Sebaliknya, kalau hanya salah satu dari tiga negara itu menundukkan lawannya, maka peluang Vietnam ke empat besar masih terbuka.

Peringkat kedua terbaik fase grup dipastikan tidak berasal dari Grup B karena dalam grup ini maksimal poin yang dikumpulkan runner up-nya adalah lima poin. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : Michael Siahaan

Sumber Berita : Antara

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/