alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Tak Dilirik Pemkab Jember, Atlet Surfing Nasional Jember Eksis Di Bali

Dhea Natasya, Atlet Surfing Muda Asal Ambulu Jember Tak Terkenal di Kota Kelahiran, tapi Eksis di Kancah Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

AMBULU, RADARJEMBER.ID – DHEA Natasya masih ingat betul selama dia tinggal di Jember, tak pernah sekalipun ikut perlombaan selancar / surfing. Hal itu menurutnya membuat pemain atau pegiat olahraga selancar / surfing air di Kota Pandhalungan ini minim. Karena itu pula, perjalanan karir atlet selancar / surfing muda asal Kecamatan Ambulu Jember tersebut moncer bukan di tanah kelahiran. Tapi, justru di pulau seberang, Bali. Ya, kini dirinya memilih tinggal di Pulau Dewata itu.

“Dari dulu belum pernah ada sepertinya. Mungkin karena anak-anak Jember banyak yang tidak suka selancar / surfing. Atau karena di Jember tidak se-booming di Bali. Makanya masyarakatnya nggak kenal surfing,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski masih berusia 20 tahun, Dhea sempat membawa nama baik kota Jember dan Indonesia. Ya, gadis ini pernah berpartisipasi di ajang SEA Games 2019 dan berhasil meraih medali emas di Filipina. Namun, prestasi cemerlang yang dia raih sama sekali tak mendapat apresiasi dari masyarakat Jember, bahkan pemerintah daerah di tanah kelahirannya. “Sempat iri sih, pas lihat teman dari kota lain (mendapat apresiasi, Red). Kayak Lombok yang juga menang, mereka diperhatikan sama pemerintahnya. Diberi penghargaan gitu,” tutur Dhea.

Namun, hal itu tak menjadikannya patah semangat. Dhea justru ingin di kota Jember ini juga lahir atlet-atlet selancar / surfing andal yang mengharumkan nama kabupatennya. Saat ini, Dhea memang memilih tinggal di Bali. Sebab, selain fasilitas tempat, di pulau yang menjadi tujuan wisata para turis itu Dhea memiliki banyak teman yang memiliki hobi yang sama. “Senang di sini, soalnya banyak teman yang suka surfing. Dan tempatnya sangat mendukung,” imbuhnya.

Saat di Jember, Dhea biasanya latihan di pantai selatan. Itu menjadi kesenangan tersendiri baginya. Apalagi lokasi pantai selatan juga tak jauh dari rumahnya. “Biasanya aku latihan di Payangan atau Papuma,” ungkapnya.

- Advertisement -

AMBULU, RADARJEMBER.ID – DHEA Natasya masih ingat betul selama dia tinggal di Jember, tak pernah sekalipun ikut perlombaan selancar / surfing. Hal itu menurutnya membuat pemain atau pegiat olahraga selancar / surfing air di Kota Pandhalungan ini minim. Karena itu pula, perjalanan karir atlet selancar / surfing muda asal Kecamatan Ambulu Jember tersebut moncer bukan di tanah kelahiran. Tapi, justru di pulau seberang, Bali. Ya, kini dirinya memilih tinggal di Pulau Dewata itu.

“Dari dulu belum pernah ada sepertinya. Mungkin karena anak-anak Jember banyak yang tidak suka selancar / surfing. Atau karena di Jember tidak se-booming di Bali. Makanya masyarakatnya nggak kenal surfing,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Meski masih berusia 20 tahun, Dhea sempat membawa nama baik kota Jember dan Indonesia. Ya, gadis ini pernah berpartisipasi di ajang SEA Games 2019 dan berhasil meraih medali emas di Filipina. Namun, prestasi cemerlang yang dia raih sama sekali tak mendapat apresiasi dari masyarakat Jember, bahkan pemerintah daerah di tanah kelahirannya. “Sempat iri sih, pas lihat teman dari kota lain (mendapat apresiasi, Red). Kayak Lombok yang juga menang, mereka diperhatikan sama pemerintahnya. Diberi penghargaan gitu,” tutur Dhea.

Namun, hal itu tak menjadikannya patah semangat. Dhea justru ingin di kota Jember ini juga lahir atlet-atlet selancar / surfing andal yang mengharumkan nama kabupatennya. Saat ini, Dhea memang memilih tinggal di Bali. Sebab, selain fasilitas tempat, di pulau yang menjadi tujuan wisata para turis itu Dhea memiliki banyak teman yang memiliki hobi yang sama. “Senang di sini, soalnya banyak teman yang suka surfing. Dan tempatnya sangat mendukung,” imbuhnya.

Saat di Jember, Dhea biasanya latihan di pantai selatan. Itu menjadi kesenangan tersendiri baginya. Apalagi lokasi pantai selatan juga tak jauh dari rumahnya. “Biasanya aku latihan di Payangan atau Papuma,” ungkapnya.

AMBULU, RADARJEMBER.ID – DHEA Natasya masih ingat betul selama dia tinggal di Jember, tak pernah sekalipun ikut perlombaan selancar / surfing. Hal itu menurutnya membuat pemain atau pegiat olahraga selancar / surfing air di Kota Pandhalungan ini minim. Karena itu pula, perjalanan karir atlet selancar / surfing muda asal Kecamatan Ambulu Jember tersebut moncer bukan di tanah kelahiran. Tapi, justru di pulau seberang, Bali. Ya, kini dirinya memilih tinggal di Pulau Dewata itu.

“Dari dulu belum pernah ada sepertinya. Mungkin karena anak-anak Jember banyak yang tidak suka selancar / surfing. Atau karena di Jember tidak se-booming di Bali. Makanya masyarakatnya nggak kenal surfing,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Meski masih berusia 20 tahun, Dhea sempat membawa nama baik kota Jember dan Indonesia. Ya, gadis ini pernah berpartisipasi di ajang SEA Games 2019 dan berhasil meraih medali emas di Filipina. Namun, prestasi cemerlang yang dia raih sama sekali tak mendapat apresiasi dari masyarakat Jember, bahkan pemerintah daerah di tanah kelahirannya. “Sempat iri sih, pas lihat teman dari kota lain (mendapat apresiasi, Red). Kayak Lombok yang juga menang, mereka diperhatikan sama pemerintahnya. Diberi penghargaan gitu,” tutur Dhea.

Namun, hal itu tak menjadikannya patah semangat. Dhea justru ingin di kota Jember ini juga lahir atlet-atlet selancar / surfing andal yang mengharumkan nama kabupatennya. Saat ini, Dhea memang memilih tinggal di Bali. Sebab, selain fasilitas tempat, di pulau yang menjadi tujuan wisata para turis itu Dhea memiliki banyak teman yang memiliki hobi yang sama. “Senang di sini, soalnya banyak teman yang suka surfing. Dan tempatnya sangat mendukung,” imbuhnya.

Saat di Jember, Dhea biasanya latihan di pantai selatan. Itu menjadi kesenangan tersendiri baginya. Apalagi lokasi pantai selatan juga tak jauh dari rumahnya. “Biasanya aku latihan di Payangan atau Papuma,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/