Kota Tape Bakal Gelar Ijen Trail Running Akhir September 

Sholikhul Huda/Radar Ijen PERSIAPAN: Kepala Disparpora Harry Patriantono saat memberikan arahan dalam rapat persiapoan Ijen Trail Running 2018 di Kantor Disparpora, kemarin.

RADARJEMBER.ID – Pernah lari 100 kilometer? Membayangkan saja sudah sangat lelah. Jangankan lari, mengendarai sepeda motor dengan jarak 100 kilometer saja, bisa ber jam-jam. Nah, akhir bulan nanti, tepatnya 28 September 2018, akan ada even lari dengan jarak kelas terjauh 100 kilometer.

IKLAN

Olahraga lari itu disebut Ijen Trail Running (ITR). Tahun ini merupakan even keempat yang dilaksanakan Pemkab Bondowoso. Jika sebelumnya hanya diikuti 15 negara, tahun ini ada peserta dari 18 negara yang ikut.

Kepala Disparpora Harry Patriantono mengatakan, geliat ITR dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. ITR ini masuk dalam Kalender Even Bondowoso 2018. Kelas jarak dalam ITR 2018 ii ada empat. Yakni 21 kilometer, 42 kilometer, 70 kilometer dan 100 kilometer. Keempat kategori itu, dilaksanakan start dan finish di Lapangan Hasanuddin di Kecamatan Ijen. “Tema tahun ini race to blue fire,” ungkapnya.

Tema ini, untuk mengangkat pesona Blue Fire di Kawah Ijen, Bondowoso. Selain blue fire, ada beberapa objek wisata di kawasan Ijen yang menjadi rute. Seperti Megasari, Kawah Wurung, Air Terjun Blawan, Bukit Jabal Kirmit, Bukit Teletubbis dan suarana kebun kopi yang luas. Panitia, telah menyiapkan rute beserta petugas di titik-titik yang dilalui.

Dijelaskan, karena even ini digelar selama tiga hari, maka length of stay wisatawan dan para pelari, lebih lama di Bondowoso. Tentunya hotel tidak akan menampung di kawasan Ijen. Karenanya masyarakat sudah diedukasi untuk membuat penginapan di rumahnya. “Harganya diseragamnya, yang tidak ada air panas Rp 100 ribu dan yang ada air panasnya Rp 150 ribu,’ ujarnya.

Panitia selain dari pihak ketiga, kata dia, juga melibatkan masyarakat Kecamatan Ijen. Bahkan untuk kemeriahan pembukaan, juga menggunakan anak-anak dari sekolah Kecamatan Ijen. Dan sudah dikoordinasikan.

Reporter : Sholikhul Huda
Editor : Narto

Reporter :

Fotografer :

Editor :