alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

KONI Jatim Pantau Persiapan Jember sebagai Tuan Rumah

Sarankan Godok Matang Persiapan Porprov

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hajat gede Kabupaten Jember yang bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 sepertinya kudu ada persiapan matang. Bahkan, sampai benar-benar siap menjadi tuan rumah. Baik dari segi anggaran maupun kepanitiaan. Sebab, event akbar itu menjadi cukup bergengsi di level olahraga regional.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Airlangga Satriagung menjelaskan, dalam pengalaman kabupaten atau kota saat menjadi tuan rumah Porprov, dilakukan cukup serius. Segi anggaran, misalnya, untuk pembinaan atlet saja bisa mencapai Rp 5 miliar. “Tidak ada standar pasti untuk ukuran pembinaan atlet itu. Ada yang memberikan Rp 3 miliar, Rp 5 miliar. Pun ada pula yang tidak mendanai sama sekali,” terangnya, saat ditemui belum lama ini.

Saat mengetahui Kabupaten Jember dikabarkan menyiapkan sekitar Rp 4,5 miliar untuk perbaikan venue, dan sekitar Rp 2,5 miliar untuk pembinaan atlet, hal itu dirasa ngepas. “Kalau dilihat besarnya Jember, kurang. Sebab, Jember itu kabupaten penggerak ekonomi wilayah Jawa Timur. Apalagi sebagai tuan rumah, (harusnya, Red) bisa lebih dari itu,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama ini, Porprov Jatim itu dinilainya menjadi ajang Porprov paling besar di Indonesia, dibanding Porprov di provinsi-provinsi lain. Karenanya, ia mengharapkan, selaku tuan rumah, baik Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan utamanya Jember, bisa total mempersiapkan event olahraga tersebut. “Pemda bisa mengupayakan adanya kontribusi dari pihak ketiga (sponsorship, Red) untuk menambal pendanaan itu. Jadi, tidak hanya mengandalkan kekuatan APBD,” sebutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hajat gede Kabupaten Jember yang bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 sepertinya kudu ada persiapan matang. Bahkan, sampai benar-benar siap menjadi tuan rumah. Baik dari segi anggaran maupun kepanitiaan. Sebab, event akbar itu menjadi cukup bergengsi di level olahraga regional.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Airlangga Satriagung menjelaskan, dalam pengalaman kabupaten atau kota saat menjadi tuan rumah Porprov, dilakukan cukup serius. Segi anggaran, misalnya, untuk pembinaan atlet saja bisa mencapai Rp 5 miliar. “Tidak ada standar pasti untuk ukuran pembinaan atlet itu. Ada yang memberikan Rp 3 miliar, Rp 5 miliar. Pun ada pula yang tidak mendanai sama sekali,” terangnya, saat ditemui belum lama ini.

Saat mengetahui Kabupaten Jember dikabarkan menyiapkan sekitar Rp 4,5 miliar untuk perbaikan venue, dan sekitar Rp 2,5 miliar untuk pembinaan atlet, hal itu dirasa ngepas. “Kalau dilihat besarnya Jember, kurang. Sebab, Jember itu kabupaten penggerak ekonomi wilayah Jawa Timur. Apalagi sebagai tuan rumah, (harusnya, Red) bisa lebih dari itu,” katanya.

Selama ini, Porprov Jatim itu dinilainya menjadi ajang Porprov paling besar di Indonesia, dibanding Porprov di provinsi-provinsi lain. Karenanya, ia mengharapkan, selaku tuan rumah, baik Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan utamanya Jember, bisa total mempersiapkan event olahraga tersebut. “Pemda bisa mengupayakan adanya kontribusi dari pihak ketiga (sponsorship, Red) untuk menambal pendanaan itu. Jadi, tidak hanya mengandalkan kekuatan APBD,” sebutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hajat gede Kabupaten Jember yang bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 sepertinya kudu ada persiapan matang. Bahkan, sampai benar-benar siap menjadi tuan rumah. Baik dari segi anggaran maupun kepanitiaan. Sebab, event akbar itu menjadi cukup bergengsi di level olahraga regional.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Airlangga Satriagung menjelaskan, dalam pengalaman kabupaten atau kota saat menjadi tuan rumah Porprov, dilakukan cukup serius. Segi anggaran, misalnya, untuk pembinaan atlet saja bisa mencapai Rp 5 miliar. “Tidak ada standar pasti untuk ukuran pembinaan atlet itu. Ada yang memberikan Rp 3 miliar, Rp 5 miliar. Pun ada pula yang tidak mendanai sama sekali,” terangnya, saat ditemui belum lama ini.

Saat mengetahui Kabupaten Jember dikabarkan menyiapkan sekitar Rp 4,5 miliar untuk perbaikan venue, dan sekitar Rp 2,5 miliar untuk pembinaan atlet, hal itu dirasa ngepas. “Kalau dilihat besarnya Jember, kurang. Sebab, Jember itu kabupaten penggerak ekonomi wilayah Jawa Timur. Apalagi sebagai tuan rumah, (harusnya, Red) bisa lebih dari itu,” katanya.

Selama ini, Porprov Jatim itu dinilainya menjadi ajang Porprov paling besar di Indonesia, dibanding Porprov di provinsi-provinsi lain. Karenanya, ia mengharapkan, selaku tuan rumah, baik Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan utamanya Jember, bisa total mempersiapkan event olahraga tersebut. “Pemda bisa mengupayakan adanya kontribusi dari pihak ketiga (sponsorship, Red) untuk menambal pendanaan itu. Jadi, tidak hanya mengandalkan kekuatan APBD,” sebutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/