alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Dua Cabor Ganti Pimpinan

Forki dan IPSI Gelar Muskab

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak hanya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember yang hangat dengan isu pergantian pemimpin. Namun di tubuh cabang olahraga (cabor) juga terjadi. Hanya saja, pergantian di internal cabor itu adalah musyawarah kabupaten (muskab) reguler, bukan seperti dinamika yang terjadi dalam tubuh KONI yang menginginkan adanya musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub).

Baru-baru ini, setidaknya ada dua cabor yang pekan kemarin ketua umumnya berganti. Yaitu Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jember dan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jember.

Forki Jember menggelar muskab 31 Maret. Dalam muskab tersebut Dedy Nugroho terpilih menjadi ketua umum. Terpilihnya ayah Tiara Andini, runner up Indonesia Idol, menjadi Ketum Forki Jember tersebut didukung penuh tujuh perguruan karate.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dedy Nugroho mengatakan, walau tidak bergelut di dunia karate. Namun dirinya selalu memperhatikan perkembangan olahraga, termasuk karate di Jember. “Potensi atlet dengan prestasi sangat luar biasa, namun rupanya memang terkendala oleh pembinaan yang selama ini relatif minim dukungan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Harian Forki periode sebelumnya Djatmiko mengatakan, kepengurusan Forki Jember sejatinya berakhir pada 2020 lalu. Karena pandemi, molornya muskab itu akhirnya dimaklumi. “Apalagi juga tidak ada kompetisi dan tidak ada kucuran dana dari KONI Jember,” ungkapnya.

Prinsipnya, dia menegaskan, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forki Jatim, ada pemakluman dan bagi daerah diberi kelonggaran untuk memperpanjang masa kepengurusannya lantaran pandemi. “Jadi, tidak hanya Jember yang molor muskabnya,” papar Djatmiko.

Forki Jember sendiri tidak mengajukan perpanjangan masa kepengurusan ke Forki Jatim. Sebab, dari Pengurus Forki Jember merasa lebih baik langsung muskab saja ketimbang perpanjangan. “Kata anak-anak (Pengurus Forki Jember, Red) waktunya tanggung. Sehingga tidak mengajukan perpanjangan,” terangnya.

Ketua umum Forki Jember sebelumnya adalah Arum Sabil. Lantaran sudah dua periode menjabat sebagai ketua umum. Maka, dia tidak bisa lagi melanjutkan pada pencalonan Muskab Forki tahun ini.

Selain Forki, juga ada IPSI Jember yang melakukan pergantian pemimpin. Agus Supaat, terpilih menjadi Ketua IPSI Jember. “Kalau muskabnya IPSI itu 3 Januari kemarin. Dan yang kemarin adalah pelantikan ketua,” jelas Hasyim Arif, Seketaris Umum (Sekum) IPSI Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak hanya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember yang hangat dengan isu pergantian pemimpin. Namun di tubuh cabang olahraga (cabor) juga terjadi. Hanya saja, pergantian di internal cabor itu adalah musyawarah kabupaten (muskab) reguler, bukan seperti dinamika yang terjadi dalam tubuh KONI yang menginginkan adanya musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub).

Baru-baru ini, setidaknya ada dua cabor yang pekan kemarin ketua umumnya berganti. Yaitu Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jember dan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jember.

Forki Jember menggelar muskab 31 Maret. Dalam muskab tersebut Dedy Nugroho terpilih menjadi ketua umum. Terpilihnya ayah Tiara Andini, runner up Indonesia Idol, menjadi Ketum Forki Jember tersebut didukung penuh tujuh perguruan karate.

Dedy Nugroho mengatakan, walau tidak bergelut di dunia karate. Namun dirinya selalu memperhatikan perkembangan olahraga, termasuk karate di Jember. “Potensi atlet dengan prestasi sangat luar biasa, namun rupanya memang terkendala oleh pembinaan yang selama ini relatif minim dukungan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Harian Forki periode sebelumnya Djatmiko mengatakan, kepengurusan Forki Jember sejatinya berakhir pada 2020 lalu. Karena pandemi, molornya muskab itu akhirnya dimaklumi. “Apalagi juga tidak ada kompetisi dan tidak ada kucuran dana dari KONI Jember,” ungkapnya.

Prinsipnya, dia menegaskan, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forki Jatim, ada pemakluman dan bagi daerah diberi kelonggaran untuk memperpanjang masa kepengurusannya lantaran pandemi. “Jadi, tidak hanya Jember yang molor muskabnya,” papar Djatmiko.

Forki Jember sendiri tidak mengajukan perpanjangan masa kepengurusan ke Forki Jatim. Sebab, dari Pengurus Forki Jember merasa lebih baik langsung muskab saja ketimbang perpanjangan. “Kata anak-anak (Pengurus Forki Jember, Red) waktunya tanggung. Sehingga tidak mengajukan perpanjangan,” terangnya.

Ketua umum Forki Jember sebelumnya adalah Arum Sabil. Lantaran sudah dua periode menjabat sebagai ketua umum. Maka, dia tidak bisa lagi melanjutkan pada pencalonan Muskab Forki tahun ini.

Selain Forki, juga ada IPSI Jember yang melakukan pergantian pemimpin. Agus Supaat, terpilih menjadi Ketua IPSI Jember. “Kalau muskabnya IPSI itu 3 Januari kemarin. Dan yang kemarin adalah pelantikan ketua,” jelas Hasyim Arif, Seketaris Umum (Sekum) IPSI Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak hanya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember yang hangat dengan isu pergantian pemimpin. Namun di tubuh cabang olahraga (cabor) juga terjadi. Hanya saja, pergantian di internal cabor itu adalah musyawarah kabupaten (muskab) reguler, bukan seperti dinamika yang terjadi dalam tubuh KONI yang menginginkan adanya musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub).

Baru-baru ini, setidaknya ada dua cabor yang pekan kemarin ketua umumnya berganti. Yaitu Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jember dan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jember.

Forki Jember menggelar muskab 31 Maret. Dalam muskab tersebut Dedy Nugroho terpilih menjadi ketua umum. Terpilihnya ayah Tiara Andini, runner up Indonesia Idol, menjadi Ketum Forki Jember tersebut didukung penuh tujuh perguruan karate.

Dedy Nugroho mengatakan, walau tidak bergelut di dunia karate. Namun dirinya selalu memperhatikan perkembangan olahraga, termasuk karate di Jember. “Potensi atlet dengan prestasi sangat luar biasa, namun rupanya memang terkendala oleh pembinaan yang selama ini relatif minim dukungan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Harian Forki periode sebelumnya Djatmiko mengatakan, kepengurusan Forki Jember sejatinya berakhir pada 2020 lalu. Karena pandemi, molornya muskab itu akhirnya dimaklumi. “Apalagi juga tidak ada kompetisi dan tidak ada kucuran dana dari KONI Jember,” ungkapnya.

Prinsipnya, dia menegaskan, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forki Jatim, ada pemakluman dan bagi daerah diberi kelonggaran untuk memperpanjang masa kepengurusannya lantaran pandemi. “Jadi, tidak hanya Jember yang molor muskabnya,” papar Djatmiko.

Forki Jember sendiri tidak mengajukan perpanjangan masa kepengurusan ke Forki Jatim. Sebab, dari Pengurus Forki Jember merasa lebih baik langsung muskab saja ketimbang perpanjangan. “Kata anak-anak (Pengurus Forki Jember, Red) waktunya tanggung. Sehingga tidak mengajukan perpanjangan,” terangnya.

Ketua umum Forki Jember sebelumnya adalah Arum Sabil. Lantaran sudah dua periode menjabat sebagai ketua umum. Maka, dia tidak bisa lagi melanjutkan pada pencalonan Muskab Forki tahun ini.

Selain Forki, juga ada IPSI Jember yang melakukan pergantian pemimpin. Agus Supaat, terpilih menjadi Ketua IPSI Jember. “Kalau muskabnya IPSI itu 3 Januari kemarin. Dan yang kemarin adalah pelantikan ketua,” jelas Hasyim Arif, Seketaris Umum (Sekum) IPSI Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/