alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Cabor Senam Minim Sarana dan Prasarana

Mau Latihan, Cari Meja Sekolah Dulu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu meja sekolah itu mulai diangkut para atlet ke aula MTsN 2 Jember. Meja itu kini memiliki fungsi ganda. Bukan hanya sebagai meja belajar, tetapi juga menjadi pengganti alat kuda-kuda lompat untuk latihan atlet senam Jember.

Meja sekolah itu juga dilapisi matras spons, dan bagian kakinya dipegang oleh dua orang agar kuat dan tak roboh saat digunakan latihan. Saat M Alfin, salah satu atlet senam artistik, hendak melompati meja, mendadak terdengar seruan yang menghentikan aktivitasnya. “Stop, stop, jangan dulu. Dicoba dulu kekuatan mejanya,” ucap Anik Kuntariani, pelatih Persatuan Senam Indonesia (Persani).

Sebagai pelatih senam, Anik mengatakan, penggunaan meja sekolah dilakukan karena tidak ada lagi yang bisa menggantikan peralatan kuda-kuda lompat. “Dari pertama itu tidak punya kuda-kuda lompat. Padahal, atlet artistik di Porprov 2019 kemarin dapat medali perunggu,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Cabor senam, lanjut dia, menjadi cabor penyumbang medali bagi kontingen Jember di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI 2019 lalu. Tiga medali disumbangkan dari atlet, yakni satu perunggu dari M Alvin yang turun di senam artistik dan dua medali di aerobic gymnastic nomor single putri, dan couple. Sementara cabang rhythmic, kata Anik, hanya berhasil masuk enam besar.

Ketua Persani Jember Hj Sri Mahmuda menambahkan, sarana dan prasarana untuk senam bisa dikatakan kurang menjadi perhatian. “Matras untuk latihan saja juga pinjam dari sekolah, sementara matras spons juga bantuan dari provinsi,” ujarnya. Padahal, selain matras, kata dia, butuh papan pantul dan kuda-kuda lompat.

Menurut dia, keinginan Jember menjadi juara umum di Porprov 2022 masih berupa angan-angan. Meski demikian, semangat ini tetap dia tanamkan kepada atlet, meski tanpa peralatan yang memadai. “Berlatih yang semangat saja modalnya. Walau tidak ada alat yang mumpuni,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu meja sekolah itu mulai diangkut para atlet ke aula MTsN 2 Jember. Meja itu kini memiliki fungsi ganda. Bukan hanya sebagai meja belajar, tetapi juga menjadi pengganti alat kuda-kuda lompat untuk latihan atlet senam Jember.

Meja sekolah itu juga dilapisi matras spons, dan bagian kakinya dipegang oleh dua orang agar kuat dan tak roboh saat digunakan latihan. Saat M Alfin, salah satu atlet senam artistik, hendak melompati meja, mendadak terdengar seruan yang menghentikan aktivitasnya. “Stop, stop, jangan dulu. Dicoba dulu kekuatan mejanya,” ucap Anik Kuntariani, pelatih Persatuan Senam Indonesia (Persani).

Sebagai pelatih senam, Anik mengatakan, penggunaan meja sekolah dilakukan karena tidak ada lagi yang bisa menggantikan peralatan kuda-kuda lompat. “Dari pertama itu tidak punya kuda-kuda lompat. Padahal, atlet artistik di Porprov 2019 kemarin dapat medali perunggu,” ungkapnya.

Cabor senam, lanjut dia, menjadi cabor penyumbang medali bagi kontingen Jember di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI 2019 lalu. Tiga medali disumbangkan dari atlet, yakni satu perunggu dari M Alvin yang turun di senam artistik dan dua medali di aerobic gymnastic nomor single putri, dan couple. Sementara cabang rhythmic, kata Anik, hanya berhasil masuk enam besar.

Ketua Persani Jember Hj Sri Mahmuda menambahkan, sarana dan prasarana untuk senam bisa dikatakan kurang menjadi perhatian. “Matras untuk latihan saja juga pinjam dari sekolah, sementara matras spons juga bantuan dari provinsi,” ujarnya. Padahal, selain matras, kata dia, butuh papan pantul dan kuda-kuda lompat.

Menurut dia, keinginan Jember menjadi juara umum di Porprov 2022 masih berupa angan-angan. Meski demikian, semangat ini tetap dia tanamkan kepada atlet, meski tanpa peralatan yang memadai. “Berlatih yang semangat saja modalnya. Walau tidak ada alat yang mumpuni,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu meja sekolah itu mulai diangkut para atlet ke aula MTsN 2 Jember. Meja itu kini memiliki fungsi ganda. Bukan hanya sebagai meja belajar, tetapi juga menjadi pengganti alat kuda-kuda lompat untuk latihan atlet senam Jember.

Meja sekolah itu juga dilapisi matras spons, dan bagian kakinya dipegang oleh dua orang agar kuat dan tak roboh saat digunakan latihan. Saat M Alfin, salah satu atlet senam artistik, hendak melompati meja, mendadak terdengar seruan yang menghentikan aktivitasnya. “Stop, stop, jangan dulu. Dicoba dulu kekuatan mejanya,” ucap Anik Kuntariani, pelatih Persatuan Senam Indonesia (Persani).

Sebagai pelatih senam, Anik mengatakan, penggunaan meja sekolah dilakukan karena tidak ada lagi yang bisa menggantikan peralatan kuda-kuda lompat. “Dari pertama itu tidak punya kuda-kuda lompat. Padahal, atlet artistik di Porprov 2019 kemarin dapat medali perunggu,” ungkapnya.

Cabor senam, lanjut dia, menjadi cabor penyumbang medali bagi kontingen Jember di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI 2019 lalu. Tiga medali disumbangkan dari atlet, yakni satu perunggu dari M Alvin yang turun di senam artistik dan dua medali di aerobic gymnastic nomor single putri, dan couple. Sementara cabang rhythmic, kata Anik, hanya berhasil masuk enam besar.

Ketua Persani Jember Hj Sri Mahmuda menambahkan, sarana dan prasarana untuk senam bisa dikatakan kurang menjadi perhatian. “Matras untuk latihan saja juga pinjam dari sekolah, sementara matras spons juga bantuan dari provinsi,” ujarnya. Padahal, selain matras, kata dia, butuh papan pantul dan kuda-kuda lompat.

Menurut dia, keinginan Jember menjadi juara umum di Porprov 2022 masih berupa angan-angan. Meski demikian, semangat ini tetap dia tanamkan kepada atlet, meski tanpa peralatan yang memadai. “Berlatih yang semangat saja modalnya. Walau tidak ada alat yang mumpuni,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/