Latihan Hindari Kontak Fisik

Dojang Belum Aktif, Pindah ke Koramil

ENERGIK: Atlet taekwondo Jember latihan di PDP sebelum masa pandemi Covid-19. Pada era new normal sekarang, tempat latihan taekwondo hingga kini belum aktif.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi korona membuat beberapa kegiatan olahraga terhenti, termasuk untuk latihan. Namun, di era adaptasi baru seperti sekarang ini, para taekwondoin Jember mulai kembali berlatih. Namun, masih banyak dojang di Jember yang tidak mengelar latihan, terutama yang berada di sarana publik.

Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Jember Rahmat mengatakan, atlet taekwondo Jember sekarang sudah mulai kembali berlatih. Pada awal pandemi memang tidak ada latihan. Namun, kini semua mencoba beralih dengan kenormalan baru. Karena itu, Pengkab TI Jember kembali memperbolehkan dojang mengelar latihan.

Meski sudah diperbolehkan, ada beberapa dojang yang tidak bisa menggelar latihan lantaran lokasinya berada di akses publik. “Seperti di perbankan dan sekolah,” paparnya. Di antaranya yaitu dojang di Bank Mandiri, Telkom, SMAN 2, SMAN Arjasa, SMAN 3, hingga perguruan tinggi. Dojang yang berada di fasilitas tersebut ada yang pindah lokasi di koramil dan rumah pelatih.

Dia mengakui, memang ada perbedaan dari jumlah atlet yang latihan daripada sebelum Covid-19. “Biasanya setiap latihan jumlahnya 30 orang, tapi sekarang dibatasi menjadi 10 atlet. Semisal, Senin 10 atlet, Selasa 10 atlet, dan seterusnya,” jelasnya.

Rahmat menambahkan, pada era new normal seperti ini juga tidak semua taekwondoin bisa berlatih bersama. “Biasanya yang tidak bisa latihan karena orang tua tidak memberikan izin lantaran korona,” terangnya.

Dia mempertegas, dalam latihan olahraga termasuk taekwondo tidak memakai masker. Sebelum masuk area latihan memang memakai masker dan hand sanitizer. Tapi saat latihan, masker harus dicopot. Sebab, dalam olahraga bila memakai masker juga berbahaya, lantaran atlet membutuhkan oksigen lebih banyak. Bila tetap memaksa pakai masker dampaknya cukup berisiko, karena tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak saat berolahraga.

Pria 45 tahun ini menambahkan, dalam latihan di era kenormalan baru tersebut, juga menghindari kontak fisik antartaekwondoin. Jadi, porsi latihannya adalah fisik dan teknik saja. Karenanya, tidak ada latihan bertarung atau sparing. Rahmat mengakui, banyak fisik pemain ini turun sejak korona. “Bahkan, ada penambahan berat badan,” ungkapnya.

Sejauh ini, dia menandaskan, beberapa kompetisi untuk kyorugi (tarung) belum ada yang menggelar. Sedangkan poomsae (seni) masih bisa dilaksanakan, tapi lewat virtual.

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: Dwi Siswanto