alexametrics
24.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Abdulrahman, Sang Atlet Jember di PON Papua

Mobile_AP_Rectangle 1

JAYAPURA, RADARJEMBER.ID – Target medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang disematkan Kontingen Jatim untuk Abdulrahman belum sesuai harapan. Atlet muay thai asal Jember ini hanya pulang membawa medali perunggu. Dia terhenti di partai semifinal saat menghadapi atlet tuan rumah, Papua.

Bertanding di GOR STT Gidi, Jayapura, bendera berlogo Jatim tidak berkibar paling atas saat Abdulrahman naik podium. Pria asal Curahmalang, Rambipuji, tersebut hanya bertengger di posisi ketiga dan meraih medali perunggu bersama atlet dari Jateng. “Ya, menyesal hanya dapat medali perunggu untuk Jatim. Karena target saya adalah medali emas,” ucapnya.

Target emas tersebut lantaran prestasi Abdulrahman cukup mentereng. Tercatat, dia berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Puncaknya, saat kualifikasi Pra PON Papua tahun 2019 lalu dan mendapatkan medali emas. “Tapi, waktu itu bermain 65 kilogram, di PON diturunkan jadi 60 kilogram,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada laga semifinal, Abdulrahman yang turun di nomor tarung 60 kilogram harus bertemu petarung asal tuan rumah, yaitu Papua. Abdulrahman jauh-jauh hari sudah memprediksi lawan terberatnya nanti adalah tuan rumah dan Kalimantan Timur. Benar saja, atlet yang juga memiliki disiplin ilmu bela diri tinju hingga kick boxing ini akhirnya kalah. Dalam pertandingan tiga ronde tersebut, Abdulrahman kalah poin. Bukan KO. Emas diraih atlet tuan rumah, sedangkan medali perak diraih dari Aceh.

Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Abdulrahman. Untuk itu, dia mendorong atlet asal Jember yang lain agar terus semangat menggapai prestasi hingga bisa mewakili Indonesia di ajang internasional. Dan bila ingin meraih prestasi, syaratnya harus menggenjot latihan. “Rajin berlatih. Setiap hari latihan dua kali. Ingat, di atas langit itu ada langit. Jadi, jangan berpuas dulu,” pesannya.

Tidak hanya Abdulrahman, atlet Jember yang berhasil membawa medali juga ada nama Slamed Junaidi. Dia juga meraih medali perunggu, namun di cabor binaraga. Hanya, Slamed tidak membela Jatim, melainkan DKI Jakarta.

- Advertisement -

JAYAPURA, RADARJEMBER.ID – Target medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang disematkan Kontingen Jatim untuk Abdulrahman belum sesuai harapan. Atlet muay thai asal Jember ini hanya pulang membawa medali perunggu. Dia terhenti di partai semifinal saat menghadapi atlet tuan rumah, Papua.

Bertanding di GOR STT Gidi, Jayapura, bendera berlogo Jatim tidak berkibar paling atas saat Abdulrahman naik podium. Pria asal Curahmalang, Rambipuji, tersebut hanya bertengger di posisi ketiga dan meraih medali perunggu bersama atlet dari Jateng. “Ya, menyesal hanya dapat medali perunggu untuk Jatim. Karena target saya adalah medali emas,” ucapnya.

Target emas tersebut lantaran prestasi Abdulrahman cukup mentereng. Tercatat, dia berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Puncaknya, saat kualifikasi Pra PON Papua tahun 2019 lalu dan mendapatkan medali emas. “Tapi, waktu itu bermain 65 kilogram, di PON diturunkan jadi 60 kilogram,” imbuhnya.

Pada laga semifinal, Abdulrahman yang turun di nomor tarung 60 kilogram harus bertemu petarung asal tuan rumah, yaitu Papua. Abdulrahman jauh-jauh hari sudah memprediksi lawan terberatnya nanti adalah tuan rumah dan Kalimantan Timur. Benar saja, atlet yang juga memiliki disiplin ilmu bela diri tinju hingga kick boxing ini akhirnya kalah. Dalam pertandingan tiga ronde tersebut, Abdulrahman kalah poin. Bukan KO. Emas diraih atlet tuan rumah, sedangkan medali perak diraih dari Aceh.

Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Abdulrahman. Untuk itu, dia mendorong atlet asal Jember yang lain agar terus semangat menggapai prestasi hingga bisa mewakili Indonesia di ajang internasional. Dan bila ingin meraih prestasi, syaratnya harus menggenjot latihan. “Rajin berlatih. Setiap hari latihan dua kali. Ingat, di atas langit itu ada langit. Jadi, jangan berpuas dulu,” pesannya.

Tidak hanya Abdulrahman, atlet Jember yang berhasil membawa medali juga ada nama Slamed Junaidi. Dia juga meraih medali perunggu, namun di cabor binaraga. Hanya, Slamed tidak membela Jatim, melainkan DKI Jakarta.

JAYAPURA, RADARJEMBER.ID – Target medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang disematkan Kontingen Jatim untuk Abdulrahman belum sesuai harapan. Atlet muay thai asal Jember ini hanya pulang membawa medali perunggu. Dia terhenti di partai semifinal saat menghadapi atlet tuan rumah, Papua.

Bertanding di GOR STT Gidi, Jayapura, bendera berlogo Jatim tidak berkibar paling atas saat Abdulrahman naik podium. Pria asal Curahmalang, Rambipuji, tersebut hanya bertengger di posisi ketiga dan meraih medali perunggu bersama atlet dari Jateng. “Ya, menyesal hanya dapat medali perunggu untuk Jatim. Karena target saya adalah medali emas,” ucapnya.

Target emas tersebut lantaran prestasi Abdulrahman cukup mentereng. Tercatat, dia berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Puncaknya, saat kualifikasi Pra PON Papua tahun 2019 lalu dan mendapatkan medali emas. “Tapi, waktu itu bermain 65 kilogram, di PON diturunkan jadi 60 kilogram,” imbuhnya.

Pada laga semifinal, Abdulrahman yang turun di nomor tarung 60 kilogram harus bertemu petarung asal tuan rumah, yaitu Papua. Abdulrahman jauh-jauh hari sudah memprediksi lawan terberatnya nanti adalah tuan rumah dan Kalimantan Timur. Benar saja, atlet yang juga memiliki disiplin ilmu bela diri tinju hingga kick boxing ini akhirnya kalah. Dalam pertandingan tiga ronde tersebut, Abdulrahman kalah poin. Bukan KO. Emas diraih atlet tuan rumah, sedangkan medali perak diraih dari Aceh.

Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Abdulrahman. Untuk itu, dia mendorong atlet asal Jember yang lain agar terus semangat menggapai prestasi hingga bisa mewakili Indonesia di ajang internasional. Dan bila ingin meraih prestasi, syaratnya harus menggenjot latihan. “Rajin berlatih. Setiap hari latihan dua kali. Ingat, di atas langit itu ada langit. Jadi, jangan berpuas dulu,” pesannya.

Tidak hanya Abdulrahman, atlet Jember yang berhasil membawa medali juga ada nama Slamed Junaidi. Dia juga meraih medali perunggu, namun di cabor binaraga. Hanya, Slamed tidak membela Jatim, melainkan DKI Jakarta.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/