alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Tak Disangka, Sekeluarga di Jember Jadi Atlet Panjat Tebing

Mengenal Tiga Bersaudara, Abdi, Haidar, dan Fawas Semua Jadi Atlet Panjat Tebing, sejak Usia Tiga Tahun Sudah Naik Genting

Mobile_AP_Rectangle 1

Untuk sepatu panjat yang harganya ratusan ribu sampai jutaan, terpaksa pada waktu itu hanya beli satu. “Karena Abdi dan Haidar selisih 2,5 tahun, ukurannya tidak jauh beda. Jadi, pakainya gantian,” katanya.

Sementara, Fawas dapat sepatu bekas dari pelatihnya kala itu. “Sekarang Fawas pakai sepatu bekas kakaknya,” tuturnya. Mariono merasa beruntung, ketiga putranya itu saling dukung dan tidak berkelahi karena memiliki cita-cita yang sama sebagai atlet panjat.

Sementara itu, Haidar mengaku, dia memilih panjat karena melihat aktivitas kakaknya. Sedangkan Abdi juga tidak segan memarahi adiknya bila latihan asal-asalan. “Ya, pernah saya marahi dan wadul ke ayah. Tapi, ayah tidak memarahi saya, malah mendukung,” kenangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Abdi pada 2019 lalu juga terjun ke Porprov. Namun, hasilnya tidak membawa pulang medali. Porprov sebelumnya dia mengaku kurang latihan intensif. Porprov Jatim 2022 mendatang, Abdi akan berusaha maksimal agar meraih medali untuk Jember.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Untuk sepatu panjat yang harganya ratusan ribu sampai jutaan, terpaksa pada waktu itu hanya beli satu. “Karena Abdi dan Haidar selisih 2,5 tahun, ukurannya tidak jauh beda. Jadi, pakainya gantian,” katanya.

Sementara, Fawas dapat sepatu bekas dari pelatihnya kala itu. “Sekarang Fawas pakai sepatu bekas kakaknya,” tuturnya. Mariono merasa beruntung, ketiga putranya itu saling dukung dan tidak berkelahi karena memiliki cita-cita yang sama sebagai atlet panjat.

Sementara itu, Haidar mengaku, dia memilih panjat karena melihat aktivitas kakaknya. Sedangkan Abdi juga tidak segan memarahi adiknya bila latihan asal-asalan. “Ya, pernah saya marahi dan wadul ke ayah. Tapi, ayah tidak memarahi saya, malah mendukung,” kenangnya.

Abdi pada 2019 lalu juga terjun ke Porprov. Namun, hasilnya tidak membawa pulang medali. Porprov sebelumnya dia mengaku kurang latihan intensif. Porprov Jatim 2022 mendatang, Abdi akan berusaha maksimal agar meraih medali untuk Jember.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

Untuk sepatu panjat yang harganya ratusan ribu sampai jutaan, terpaksa pada waktu itu hanya beli satu. “Karena Abdi dan Haidar selisih 2,5 tahun, ukurannya tidak jauh beda. Jadi, pakainya gantian,” katanya.

Sementara, Fawas dapat sepatu bekas dari pelatihnya kala itu. “Sekarang Fawas pakai sepatu bekas kakaknya,” tuturnya. Mariono merasa beruntung, ketiga putranya itu saling dukung dan tidak berkelahi karena memiliki cita-cita yang sama sebagai atlet panjat.

Sementara itu, Haidar mengaku, dia memilih panjat karena melihat aktivitas kakaknya. Sedangkan Abdi juga tidak segan memarahi adiknya bila latihan asal-asalan. “Ya, pernah saya marahi dan wadul ke ayah. Tapi, ayah tidak memarahi saya, malah mendukung,” kenangnya.

Abdi pada 2019 lalu juga terjun ke Porprov. Namun, hasilnya tidak membawa pulang medali. Porprov sebelumnya dia mengaku kurang latihan intensif. Porprov Jatim 2022 mendatang, Abdi akan berusaha maksimal agar meraih medali untuk Jember.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/