alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

PAW Dulu, Musorkablub Kemudian

KONI Jember setelah Alfin Mundur

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember akan terus dilaksanakan walau ketua umumnya, Abdul Haris Alfianto, telah mengundurkan diri dari jabatannya. Musorkablub itu harus dilaksanakan oleh Plt Ketua KONI Jember dengan jangka waktu maksimal enam bulan.

Menilik ke belakang, sejatinya Musorkablub yang dinakhodai oleh Tim 9 tersebut direncanakan pada 18 Mei lalu. Namun, H-1 KONI Jatim mengeluarkan surat untuk menunda terlebih dahulu. Karena itu, sampai sekarang, Musorkablub itu belum dilaksanakan.

Mantan Sekretaris Umum KONI Jember yang juga Anggota Tim 9 Musorkablub, Ardhito Oky Wijaya mengatakan, setelah Alfin menyerahkan surat pengunduran diri kepada Bupati Jember, maka untuk proses selanjutnya, Tim 9 akan mengikuti proses sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Yakni melakukan mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) melalui rapat pleno. Sesuai rencana, agenda rapat pleno dijadwalkan Rabu (9/6) pekan depan. Namun, bila terlalu lama, jadwal tersebut bisa saja dipercepat, Senin (7/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah PAW ditentukan dalam rapat pleno dan ada Plt ketua, maka selanjutnya Tim 9 akan kembali mengajukan surat untuk Musorkablub ke Plt Ketua KONI Jember. Oky menegaskan, Plt ketua nantinya juga wajib menggelar Musorkablub dengan jangka maksimal enam bulan setelah penetapan.

Informasi yang dihimpun, setelah Alfin mundur, berembus kabar tentang siapa sosok yang bakal menggantikan posisi Alfin. Nama Sapto Nugroho, Bendahara KONI Jember, digadang-gadang sebagai Plt ketua umum. Nama itu dimunculkan oleh Alfin sendiri. Sebab, dia menilai, Sapto cukup layak menggantikan posisinya tersebut. “Minimal pengurus harian. Yang bisa saat ini adalah Bendahara KONI. Namanya Sapto,” kata Alfin.

Namun, hingga kemarin, Sapto belum memberikan pernyataan apa pun. Apakah bersedia atau tidak jika diberi kepercayaan mengemban amanah tersebut. Upaya konfirmasi Jawa Pos Radar Jember untuk memperjelas hal itu juga belum direspons olehnya.

Sesuai AD/ART, jika ketua umum mengundurkan diri atau berhalangan tetap, maka mekanisme berikutnya bukan langsung Musorkablub, melainkan PAW. Berdasarkan peraturan yang sama, calon pengganti ketua umum adalah wakil ketua, bukan sekretaris atau bendahara.

Ini artinya, peluang menjadi Plt Ketua Umum KONI Jember bukanlah Sapto. Melainkan tiga nama yang menjabat sebagai wakil ketua. Mereka adalah Agus Sakera, Indi Naidha, dan Erfan Friambodo. Hanya, Erfan telah menyatakan keluar lebih dulu sebagai wakil ketua umum seiring polemik di tubuh KONI Jember melejit. Karena itu, saat ini hanya ada dua nama yang punya kans menjadi Plt ketua, yakni Indi Naidha dan Agus Sakera.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember akan terus dilaksanakan walau ketua umumnya, Abdul Haris Alfianto, telah mengundurkan diri dari jabatannya. Musorkablub itu harus dilaksanakan oleh Plt Ketua KONI Jember dengan jangka waktu maksimal enam bulan.

Menilik ke belakang, sejatinya Musorkablub yang dinakhodai oleh Tim 9 tersebut direncanakan pada 18 Mei lalu. Namun, H-1 KONI Jatim mengeluarkan surat untuk menunda terlebih dahulu. Karena itu, sampai sekarang, Musorkablub itu belum dilaksanakan.

Mantan Sekretaris Umum KONI Jember yang juga Anggota Tim 9 Musorkablub, Ardhito Oky Wijaya mengatakan, setelah Alfin menyerahkan surat pengunduran diri kepada Bupati Jember, maka untuk proses selanjutnya, Tim 9 akan mengikuti proses sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Yakni melakukan mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) melalui rapat pleno. Sesuai rencana, agenda rapat pleno dijadwalkan Rabu (9/6) pekan depan. Namun, bila terlalu lama, jadwal tersebut bisa saja dipercepat, Senin (7/6).

Setelah PAW ditentukan dalam rapat pleno dan ada Plt ketua, maka selanjutnya Tim 9 akan kembali mengajukan surat untuk Musorkablub ke Plt Ketua KONI Jember. Oky menegaskan, Plt ketua nantinya juga wajib menggelar Musorkablub dengan jangka maksimal enam bulan setelah penetapan.

Informasi yang dihimpun, setelah Alfin mundur, berembus kabar tentang siapa sosok yang bakal menggantikan posisi Alfin. Nama Sapto Nugroho, Bendahara KONI Jember, digadang-gadang sebagai Plt ketua umum. Nama itu dimunculkan oleh Alfin sendiri. Sebab, dia menilai, Sapto cukup layak menggantikan posisinya tersebut. “Minimal pengurus harian. Yang bisa saat ini adalah Bendahara KONI. Namanya Sapto,” kata Alfin.

Namun, hingga kemarin, Sapto belum memberikan pernyataan apa pun. Apakah bersedia atau tidak jika diberi kepercayaan mengemban amanah tersebut. Upaya konfirmasi Jawa Pos Radar Jember untuk memperjelas hal itu juga belum direspons olehnya.

Sesuai AD/ART, jika ketua umum mengundurkan diri atau berhalangan tetap, maka mekanisme berikutnya bukan langsung Musorkablub, melainkan PAW. Berdasarkan peraturan yang sama, calon pengganti ketua umum adalah wakil ketua, bukan sekretaris atau bendahara.

Ini artinya, peluang menjadi Plt Ketua Umum KONI Jember bukanlah Sapto. Melainkan tiga nama yang menjabat sebagai wakil ketua. Mereka adalah Agus Sakera, Indi Naidha, dan Erfan Friambodo. Hanya, Erfan telah menyatakan keluar lebih dulu sebagai wakil ketua umum seiring polemik di tubuh KONI Jember melejit. Karena itu, saat ini hanya ada dua nama yang punya kans menjadi Plt ketua, yakni Indi Naidha dan Agus Sakera.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember akan terus dilaksanakan walau ketua umumnya, Abdul Haris Alfianto, telah mengundurkan diri dari jabatannya. Musorkablub itu harus dilaksanakan oleh Plt Ketua KONI Jember dengan jangka waktu maksimal enam bulan.

Menilik ke belakang, sejatinya Musorkablub yang dinakhodai oleh Tim 9 tersebut direncanakan pada 18 Mei lalu. Namun, H-1 KONI Jatim mengeluarkan surat untuk menunda terlebih dahulu. Karena itu, sampai sekarang, Musorkablub itu belum dilaksanakan.

Mantan Sekretaris Umum KONI Jember yang juga Anggota Tim 9 Musorkablub, Ardhito Oky Wijaya mengatakan, setelah Alfin menyerahkan surat pengunduran diri kepada Bupati Jember, maka untuk proses selanjutnya, Tim 9 akan mengikuti proses sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Yakni melakukan mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) melalui rapat pleno. Sesuai rencana, agenda rapat pleno dijadwalkan Rabu (9/6) pekan depan. Namun, bila terlalu lama, jadwal tersebut bisa saja dipercepat, Senin (7/6).

Setelah PAW ditentukan dalam rapat pleno dan ada Plt ketua, maka selanjutnya Tim 9 akan kembali mengajukan surat untuk Musorkablub ke Plt Ketua KONI Jember. Oky menegaskan, Plt ketua nantinya juga wajib menggelar Musorkablub dengan jangka maksimal enam bulan setelah penetapan.

Informasi yang dihimpun, setelah Alfin mundur, berembus kabar tentang siapa sosok yang bakal menggantikan posisi Alfin. Nama Sapto Nugroho, Bendahara KONI Jember, digadang-gadang sebagai Plt ketua umum. Nama itu dimunculkan oleh Alfin sendiri. Sebab, dia menilai, Sapto cukup layak menggantikan posisinya tersebut. “Minimal pengurus harian. Yang bisa saat ini adalah Bendahara KONI. Namanya Sapto,” kata Alfin.

Namun, hingga kemarin, Sapto belum memberikan pernyataan apa pun. Apakah bersedia atau tidak jika diberi kepercayaan mengemban amanah tersebut. Upaya konfirmasi Jawa Pos Radar Jember untuk memperjelas hal itu juga belum direspons olehnya.

Sesuai AD/ART, jika ketua umum mengundurkan diri atau berhalangan tetap, maka mekanisme berikutnya bukan langsung Musorkablub, melainkan PAW. Berdasarkan peraturan yang sama, calon pengganti ketua umum adalah wakil ketua, bukan sekretaris atau bendahara.

Ini artinya, peluang menjadi Plt Ketua Umum KONI Jember bukanlah Sapto. Melainkan tiga nama yang menjabat sebagai wakil ketua. Mereka adalah Agus Sakera, Indi Naidha, dan Erfan Friambodo. Hanya, Erfan telah menyatakan keluar lebih dulu sebagai wakil ketua umum seiring polemik di tubuh KONI Jember melejit. Karena itu, saat ini hanya ada dua nama yang punya kans menjadi Plt ketua, yakni Indi Naidha dan Agus Sakera.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/