alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Taekwondo Minim Atlet Kelas Berat

Hanya Targetkan Satu Medali Emas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim, berbagai persiapan dilakukan tiap cabang olahraga (cabor). Tak terkecuali cabor taekwondo Jember.

Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Jember Rahmad mengatakan, dalam mewujudkan target tersebut, pihaknya telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari. Persiapan yang sudah dilakukan sejak 2019, hingga kini telah mengerucut untuk menjalani pemusatan latihan. Akan tetapi, target yang dicanangkan tidak muluk-muluk, yakni hanya satu emas.

Target tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, masih banyak persoalan yang didapati oleh taekwondo Jember. Salah satunya, kata Rahmad, yakni tidak bisa mengikuti kelas berat yang dipertandingkan. “Kami tidak punya atlet yang bisa mengikuti nomor kelas berat. Sangat sulit bagi kami untuk mencari atlet sesuai dengan kriteria. Baik dari usia maupun berat badan,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, sebenarnya pada nomor kyorugi atau tarung terdapat 16 atlet yang dipertandingkan sesuai dengan kelas-kelasnya. Namun, tidak ada yang bisa masuk untuk nomor tarung kelas berat tersebut. Hal itu disayangkan, karena semakin banyak menurunkan atlet di setiap nomor pertandingan, maka ada kemungkinan bisa mendapatkan medali.

Pihaknya sudah menggembleng para atlet sejak jauh-jauh hari. Rupanya hal tersebut masih belum efektif untuk menaikkan kualitas atletnya. Pasalnya, training center atau TC sebelumnya yang dilakukan masih tergolong mandiri. Walau saat ini sudah turun dana dari pemerintah, Rahmad mengatakan, tidak bisa berharap terlalu banyak. Sebab, persiapan menuju Porprov Jatim semakin dekat. “Dana pembinaan memang sudah turun, tapi terlalu dekat dengan Porprov. Anggap kurang satu bulan saja,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim, berbagai persiapan dilakukan tiap cabang olahraga (cabor). Tak terkecuali cabor taekwondo Jember.

Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Jember Rahmad mengatakan, dalam mewujudkan target tersebut, pihaknya telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari. Persiapan yang sudah dilakukan sejak 2019, hingga kini telah mengerucut untuk menjalani pemusatan latihan. Akan tetapi, target yang dicanangkan tidak muluk-muluk, yakni hanya satu emas.

Target tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, masih banyak persoalan yang didapati oleh taekwondo Jember. Salah satunya, kata Rahmad, yakni tidak bisa mengikuti kelas berat yang dipertandingkan. “Kami tidak punya atlet yang bisa mengikuti nomor kelas berat. Sangat sulit bagi kami untuk mencari atlet sesuai dengan kriteria. Baik dari usia maupun berat badan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya pada nomor kyorugi atau tarung terdapat 16 atlet yang dipertandingkan sesuai dengan kelas-kelasnya. Namun, tidak ada yang bisa masuk untuk nomor tarung kelas berat tersebut. Hal itu disayangkan, karena semakin banyak menurunkan atlet di setiap nomor pertandingan, maka ada kemungkinan bisa mendapatkan medali.

Pihaknya sudah menggembleng para atlet sejak jauh-jauh hari. Rupanya hal tersebut masih belum efektif untuk menaikkan kualitas atletnya. Pasalnya, training center atau TC sebelumnya yang dilakukan masih tergolong mandiri. Walau saat ini sudah turun dana dari pemerintah, Rahmad mengatakan, tidak bisa berharap terlalu banyak. Sebab, persiapan menuju Porprov Jatim semakin dekat. “Dana pembinaan memang sudah turun, tapi terlalu dekat dengan Porprov. Anggap kurang satu bulan saja,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim, berbagai persiapan dilakukan tiap cabang olahraga (cabor). Tak terkecuali cabor taekwondo Jember.

Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Jember Rahmad mengatakan, dalam mewujudkan target tersebut, pihaknya telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari. Persiapan yang sudah dilakukan sejak 2019, hingga kini telah mengerucut untuk menjalani pemusatan latihan. Akan tetapi, target yang dicanangkan tidak muluk-muluk, yakni hanya satu emas.

Target tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, masih banyak persoalan yang didapati oleh taekwondo Jember. Salah satunya, kata Rahmad, yakni tidak bisa mengikuti kelas berat yang dipertandingkan. “Kami tidak punya atlet yang bisa mengikuti nomor kelas berat. Sangat sulit bagi kami untuk mencari atlet sesuai dengan kriteria. Baik dari usia maupun berat badan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya pada nomor kyorugi atau tarung terdapat 16 atlet yang dipertandingkan sesuai dengan kelas-kelasnya. Namun, tidak ada yang bisa masuk untuk nomor tarung kelas berat tersebut. Hal itu disayangkan, karena semakin banyak menurunkan atlet di setiap nomor pertandingan, maka ada kemungkinan bisa mendapatkan medali.

Pihaknya sudah menggembleng para atlet sejak jauh-jauh hari. Rupanya hal tersebut masih belum efektif untuk menaikkan kualitas atletnya. Pasalnya, training center atau TC sebelumnya yang dilakukan masih tergolong mandiri. Walau saat ini sudah turun dana dari pemerintah, Rahmad mengatakan, tidak bisa berharap terlalu banyak. Sebab, persiapan menuju Porprov Jatim semakin dekat. “Dana pembinaan memang sudah turun, tapi terlalu dekat dengan Porprov. Anggap kurang satu bulan saja,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/