alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Konflik Percasi Makin Meruncing

Tim Peralihan Bakal Berkirim Surat ke KONI Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

KEBONSARI, Radar Jember – Perselisihan di tubuh induk organisasi catur Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jember tak kunjung selesai. Bahkan, semakin meruncing dengan munculnya kepengurusan baru dari Percasi Jatim yang tidak melibatkan KONI Jember. Tim Peralihan Percasi yang dibentuk KONI Jember pun akan berkirim surat pelaporan pelanggaran AD/ART ke KONI Jatim.

Ketua Peralihan Percasi Jember Erfan Friambodo mengatakan, sebagai bentuk penyelamatan Percasi, maka KONI Jember membentuk tim peralihan. Terlebih, saat ini sudah mendekati gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim. “Kaitannya dengan atlet catur, sudah dilakukan tahapan seleksi. Juga training center,” paparnya, seusai berdiskusi dengan pelaku catur di Jember, kemarin (4/1).

Diskusi dengan pelaku catur dan komunikasi dengan KONI Jatim itu karena ada hal krusial yang harus diselesaikan. Yaitu pelanggaran aturan tentang penunjukan SK Ketua Percasi Jember Zainal Laili yang telah dikeluarkan oleh Percasi Jatim. “SK itu tidak atas dasar rekomendasi KONI Jember. Dan diputuskan langsung oleh Percasi Jatim,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Erfan menambahkan, kondisi Percasi seperti ini juga akan disampaikan pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jatim yang diagendakan pada 26-27 Januari mendatang. “Kami akan bawa ke forum. Karena persoalan Percasi Jember ini melanggar AD/ART KONI,” jelasnya. Tim Peralihan Percasi Jember akan melayangkan surat laporan perihal pelanggaran AD/ART ke KONI Jatim yang ditembuskan ke Percasi Jatim dan PB Percasi.

Salim Puji, yang sebelumnya ditunjuk sebagai Plt Ketua Percasi Jember oleh Pengprov Percasi Jatim, mengatakan, penunjukan dirinya sebagai Plt Ketua Percasi Jember tugas utamanya adalah menggelar musyawarah kabupaten (muskab). “Mestinya yang berhak mengadakan muskab itu saya, karena dulu diamanahkan Plt,” katanya.

Namun, kala dia menjabat sebagai Plt tidak bisa menggelar Muskab Percasi dengan tenggat waktu enam bulan. Dia beralasan, karena waktu itu terkendala kondisi pandemi di Jember. Angka Covid-19 tinggi dan Jember masuk zona merah. Selain itu, juga terkendala KONI Jember yang masih dalam proses pergantian.

- Advertisement -

KEBONSARI, Radar Jember – Perselisihan di tubuh induk organisasi catur Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jember tak kunjung selesai. Bahkan, semakin meruncing dengan munculnya kepengurusan baru dari Percasi Jatim yang tidak melibatkan KONI Jember. Tim Peralihan Percasi yang dibentuk KONI Jember pun akan berkirim surat pelaporan pelanggaran AD/ART ke KONI Jatim.

Ketua Peralihan Percasi Jember Erfan Friambodo mengatakan, sebagai bentuk penyelamatan Percasi, maka KONI Jember membentuk tim peralihan. Terlebih, saat ini sudah mendekati gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim. “Kaitannya dengan atlet catur, sudah dilakukan tahapan seleksi. Juga training center,” paparnya, seusai berdiskusi dengan pelaku catur di Jember, kemarin (4/1).

Diskusi dengan pelaku catur dan komunikasi dengan KONI Jatim itu karena ada hal krusial yang harus diselesaikan. Yaitu pelanggaran aturan tentang penunjukan SK Ketua Percasi Jember Zainal Laili yang telah dikeluarkan oleh Percasi Jatim. “SK itu tidak atas dasar rekomendasi KONI Jember. Dan diputuskan langsung oleh Percasi Jatim,” ungkapnya.

Erfan menambahkan, kondisi Percasi seperti ini juga akan disampaikan pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jatim yang diagendakan pada 26-27 Januari mendatang. “Kami akan bawa ke forum. Karena persoalan Percasi Jember ini melanggar AD/ART KONI,” jelasnya. Tim Peralihan Percasi Jember akan melayangkan surat laporan perihal pelanggaran AD/ART ke KONI Jatim yang ditembuskan ke Percasi Jatim dan PB Percasi.

Salim Puji, yang sebelumnya ditunjuk sebagai Plt Ketua Percasi Jember oleh Pengprov Percasi Jatim, mengatakan, penunjukan dirinya sebagai Plt Ketua Percasi Jember tugas utamanya adalah menggelar musyawarah kabupaten (muskab). “Mestinya yang berhak mengadakan muskab itu saya, karena dulu diamanahkan Plt,” katanya.

Namun, kala dia menjabat sebagai Plt tidak bisa menggelar Muskab Percasi dengan tenggat waktu enam bulan. Dia beralasan, karena waktu itu terkendala kondisi pandemi di Jember. Angka Covid-19 tinggi dan Jember masuk zona merah. Selain itu, juga terkendala KONI Jember yang masih dalam proses pergantian.

KEBONSARI, Radar Jember – Perselisihan di tubuh induk organisasi catur Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jember tak kunjung selesai. Bahkan, semakin meruncing dengan munculnya kepengurusan baru dari Percasi Jatim yang tidak melibatkan KONI Jember. Tim Peralihan Percasi yang dibentuk KONI Jember pun akan berkirim surat pelaporan pelanggaran AD/ART ke KONI Jatim.

Ketua Peralihan Percasi Jember Erfan Friambodo mengatakan, sebagai bentuk penyelamatan Percasi, maka KONI Jember membentuk tim peralihan. Terlebih, saat ini sudah mendekati gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim. “Kaitannya dengan atlet catur, sudah dilakukan tahapan seleksi. Juga training center,” paparnya, seusai berdiskusi dengan pelaku catur di Jember, kemarin (4/1).

Diskusi dengan pelaku catur dan komunikasi dengan KONI Jatim itu karena ada hal krusial yang harus diselesaikan. Yaitu pelanggaran aturan tentang penunjukan SK Ketua Percasi Jember Zainal Laili yang telah dikeluarkan oleh Percasi Jatim. “SK itu tidak atas dasar rekomendasi KONI Jember. Dan diputuskan langsung oleh Percasi Jatim,” ungkapnya.

Erfan menambahkan, kondisi Percasi seperti ini juga akan disampaikan pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jatim yang diagendakan pada 26-27 Januari mendatang. “Kami akan bawa ke forum. Karena persoalan Percasi Jember ini melanggar AD/ART KONI,” jelasnya. Tim Peralihan Percasi Jember akan melayangkan surat laporan perihal pelanggaran AD/ART ke KONI Jatim yang ditembuskan ke Percasi Jatim dan PB Percasi.

Salim Puji, yang sebelumnya ditunjuk sebagai Plt Ketua Percasi Jember oleh Pengprov Percasi Jatim, mengatakan, penunjukan dirinya sebagai Plt Ketua Percasi Jember tugas utamanya adalah menggelar musyawarah kabupaten (muskab). “Mestinya yang berhak mengadakan muskab itu saya, karena dulu diamanahkan Plt,” katanya.

Namun, kala dia menjabat sebagai Plt tidak bisa menggelar Muskab Percasi dengan tenggat waktu enam bulan. Dia beralasan, karena waktu itu terkendala kondisi pandemi di Jember. Angka Covid-19 tinggi dan Jember masuk zona merah. Selain itu, juga terkendala KONI Jember yang masih dalam proses pergantian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/