alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Kuncinya Harus Kompak Agar Tidak Tertabrak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Karinza dan Diska Susanto Putri baru saja menjadi buah bibir di kalangan petenis meja Jember. Mereka masuk tim tenis meja Jember dan berhasil keluar menjadi juara umum di Kejurprov Jatim. Karinza menyabet medali emas dan Diska menyabet perunggu.

Dua petenis meja putri asal Jember ini pun dicoba untuk diduetkan atau bermain pada sektor ganda putri. Bila Karinza telah memukul bola, langkahnya pun langsung sedikit menyamping dan mundur. Bola selanjutnya giliran Diska yang memukul. “Kalau tidak padu, tidak kompak, dan tidak saling mengerti, bisa saja tertabrak antara kedua pemain ini,” ucap Ketua Harian Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Jember M Muksin.

Secara permainan, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja memiliki sejumlah kemiripan. Yaitu terdapat net dan saling berusaha mengembalikan bola. Namun, perbedaan paling mencolok adalah bermain kategori ganda. Bila pemain ganda bulu tangkis dan tenis lapangan bisa kapan saja memukul bola, namun untuk ganda di tenis meja harus bergantian. “Kalau tenis meja, setelah pemain memukul harus gantian di pukulan berikutnya,” jelasnya. Tak heran jika nomor ganda di tenis meja perlu waktu untuk penyempurnaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berbicara tenis meja putri di Jember, dirinya mengakui belum ada yang menonjol di usia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, yaitu maksimal 21 tahun. “Kalau masih anak-anak masih ada yang menonjol, yang dewasa dan remaja belum ada,” ujarnya.

Meski begitu, Karinza dan Diska tetap masuk sebagai dua dari empat petenis putri yang masuk tim Porprov Jember.

Menurut dia, petenis meja putri tim Porprov Jember ini punya peluang lebih besar daripada putra. Bukan karena persaingan antaratlet putri tim Porprov Jember ini tidak begitu ketat atau banyak. Melainkan juga ada peluang besar untuk meneruskan jadi pelatih tenis meja putri. “Jember saja pelatihnya laki-laki dan tidak ada yang perempuan pelatih tenis meja. Bahkan di Jawa Timur juga belum ada,” jelasnya.

Bila ada pelatih tenis meja putri yang andalan, tentu saja menarik bagi perkembangan petenis meja putri. “Karena sesama perempuan akan lebih mengerti tentang psikologi atlet perempuan itu seperti apa,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Karinza dan Diska Susanto Putri baru saja menjadi buah bibir di kalangan petenis meja Jember. Mereka masuk tim tenis meja Jember dan berhasil keluar menjadi juara umum di Kejurprov Jatim. Karinza menyabet medali emas dan Diska menyabet perunggu.

Dua petenis meja putri asal Jember ini pun dicoba untuk diduetkan atau bermain pada sektor ganda putri. Bila Karinza telah memukul bola, langkahnya pun langsung sedikit menyamping dan mundur. Bola selanjutnya giliran Diska yang memukul. “Kalau tidak padu, tidak kompak, dan tidak saling mengerti, bisa saja tertabrak antara kedua pemain ini,” ucap Ketua Harian Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Jember M Muksin.

Secara permainan, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja memiliki sejumlah kemiripan. Yaitu terdapat net dan saling berusaha mengembalikan bola. Namun, perbedaan paling mencolok adalah bermain kategori ganda. Bila pemain ganda bulu tangkis dan tenis lapangan bisa kapan saja memukul bola, namun untuk ganda di tenis meja harus bergantian. “Kalau tenis meja, setelah pemain memukul harus gantian di pukulan berikutnya,” jelasnya. Tak heran jika nomor ganda di tenis meja perlu waktu untuk penyempurnaan.

Berbicara tenis meja putri di Jember, dirinya mengakui belum ada yang menonjol di usia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, yaitu maksimal 21 tahun. “Kalau masih anak-anak masih ada yang menonjol, yang dewasa dan remaja belum ada,” ujarnya.

Meski begitu, Karinza dan Diska tetap masuk sebagai dua dari empat petenis putri yang masuk tim Porprov Jember.

Menurut dia, petenis meja putri tim Porprov Jember ini punya peluang lebih besar daripada putra. Bukan karena persaingan antaratlet putri tim Porprov Jember ini tidak begitu ketat atau banyak. Melainkan juga ada peluang besar untuk meneruskan jadi pelatih tenis meja putri. “Jember saja pelatihnya laki-laki dan tidak ada yang perempuan pelatih tenis meja. Bahkan di Jawa Timur juga belum ada,” jelasnya.

Bila ada pelatih tenis meja putri yang andalan, tentu saja menarik bagi perkembangan petenis meja putri. “Karena sesama perempuan akan lebih mengerti tentang psikologi atlet perempuan itu seperti apa,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Karinza dan Diska Susanto Putri baru saja menjadi buah bibir di kalangan petenis meja Jember. Mereka masuk tim tenis meja Jember dan berhasil keluar menjadi juara umum di Kejurprov Jatim. Karinza menyabet medali emas dan Diska menyabet perunggu.

Dua petenis meja putri asal Jember ini pun dicoba untuk diduetkan atau bermain pada sektor ganda putri. Bila Karinza telah memukul bola, langkahnya pun langsung sedikit menyamping dan mundur. Bola selanjutnya giliran Diska yang memukul. “Kalau tidak padu, tidak kompak, dan tidak saling mengerti, bisa saja tertabrak antara kedua pemain ini,” ucap Ketua Harian Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Jember M Muksin.

Secara permainan, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja memiliki sejumlah kemiripan. Yaitu terdapat net dan saling berusaha mengembalikan bola. Namun, perbedaan paling mencolok adalah bermain kategori ganda. Bila pemain ganda bulu tangkis dan tenis lapangan bisa kapan saja memukul bola, namun untuk ganda di tenis meja harus bergantian. “Kalau tenis meja, setelah pemain memukul harus gantian di pukulan berikutnya,” jelasnya. Tak heran jika nomor ganda di tenis meja perlu waktu untuk penyempurnaan.

Berbicara tenis meja putri di Jember, dirinya mengakui belum ada yang menonjol di usia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, yaitu maksimal 21 tahun. “Kalau masih anak-anak masih ada yang menonjol, yang dewasa dan remaja belum ada,” ujarnya.

Meski begitu, Karinza dan Diska tetap masuk sebagai dua dari empat petenis putri yang masuk tim Porprov Jember.

Menurut dia, petenis meja putri tim Porprov Jember ini punya peluang lebih besar daripada putra. Bukan karena persaingan antaratlet putri tim Porprov Jember ini tidak begitu ketat atau banyak. Melainkan juga ada peluang besar untuk meneruskan jadi pelatih tenis meja putri. “Jember saja pelatihnya laki-laki dan tidak ada yang perempuan pelatih tenis meja. Bahkan di Jawa Timur juga belum ada,” jelasnya.

Bila ada pelatih tenis meja putri yang andalan, tentu saja menarik bagi perkembangan petenis meja putri. “Karena sesama perempuan akan lebih mengerti tentang psikologi atlet perempuan itu seperti apa,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/