alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Cabor Tak Terlibat, Khawatir Salah Bangun

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bak ikan yang akan selalu berenang dalam air. Seperti itulah keberadaan para olahragawan yang akan selalu membutuhkan fasilitas olahraga untuk bermain. Tentu saja, jika ditanya tentang bagaimana fasilitas olahraga yang sesuai standar, mereka sangat paham. Lantas, apakah mereka sudah diberikan ruang untuk berkomentar?

Belum lama ini, Pemkab Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jember telah menetapkan perincian kasar terkait anggaran untuk memperbaiki venue yang bakal dipakai untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 mendatang. Sayangnya, survei yang dilakukan sebelumnya tidak melibatkan cabang olahraga yang bersangkutan.

Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya sempat mengobrol dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Dalam pandangannya, cabang olahraga harus dilibatkan dalam perbaikan penanganan venue. Artinya, tak dilihat dari finansial. “Cabor kan user, yang memakai kan pasti tahu. Yang tahu tidak dilibatkan, ya jadi tanda tanya,” lanjutnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang menjabat dekan di Fakultas Teknik Pertanian (FTP) Unej itu mengaku paham karena sudah pernah membangun lapangan tenis dengan spesifikasi serupa dan bisa digunakan oleh atlet senior maupun junior. “Minimal diajak ngomong. Jangan sampai salah bangun,” ungkapnya.

Contohnya, lahan lapangan tenis Kaliwates. Di lapangan tersebut, lantai yang ada saat ini pas jika digunakan main pada tahun 1970 hingga 1980-an. Standar, lantaran permainannya belum berkembang.

“Kalau dulu nggak bisa jangkau bola dibiarkan. Kalau sekarang, harus menjatuhkan diri. Nah, kalau teknik bermain sekarang tapi lapangannya tidak diperbaiki, bundas kabeh dengkule (luka semua lututnya, Red),” terangnya.

Tak muluk-muluk, dia berharap renovasi yang dilakukan minimal adalah lantai, kamar mandi, dan kamar ganti. Sayangnya, hingga kini belum ada komunikasi dari dinas terkait. Dikhawatirkan hal itu bisa mengakibatkan perbaikan venue kurang maksimal lantaran salah bangun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bak ikan yang akan selalu berenang dalam air. Seperti itulah keberadaan para olahragawan yang akan selalu membutuhkan fasilitas olahraga untuk bermain. Tentu saja, jika ditanya tentang bagaimana fasilitas olahraga yang sesuai standar, mereka sangat paham. Lantas, apakah mereka sudah diberikan ruang untuk berkomentar?

Belum lama ini, Pemkab Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jember telah menetapkan perincian kasar terkait anggaran untuk memperbaiki venue yang bakal dipakai untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 mendatang. Sayangnya, survei yang dilakukan sebelumnya tidak melibatkan cabang olahraga yang bersangkutan.

Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya sempat mengobrol dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Dalam pandangannya, cabang olahraga harus dilibatkan dalam perbaikan penanganan venue. Artinya, tak dilihat dari finansial. “Cabor kan user, yang memakai kan pasti tahu. Yang tahu tidak dilibatkan, ya jadi tanda tanya,” lanjutnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria yang menjabat dekan di Fakultas Teknik Pertanian (FTP) Unej itu mengaku paham karena sudah pernah membangun lapangan tenis dengan spesifikasi serupa dan bisa digunakan oleh atlet senior maupun junior. “Minimal diajak ngomong. Jangan sampai salah bangun,” ungkapnya.

Contohnya, lahan lapangan tenis Kaliwates. Di lapangan tersebut, lantai yang ada saat ini pas jika digunakan main pada tahun 1970 hingga 1980-an. Standar, lantaran permainannya belum berkembang.

“Kalau dulu nggak bisa jangkau bola dibiarkan. Kalau sekarang, harus menjatuhkan diri. Nah, kalau teknik bermain sekarang tapi lapangannya tidak diperbaiki, bundas kabeh dengkule (luka semua lututnya, Red),” terangnya.

Tak muluk-muluk, dia berharap renovasi yang dilakukan minimal adalah lantai, kamar mandi, dan kamar ganti. Sayangnya, hingga kini belum ada komunikasi dari dinas terkait. Dikhawatirkan hal itu bisa mengakibatkan perbaikan venue kurang maksimal lantaran salah bangun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bak ikan yang akan selalu berenang dalam air. Seperti itulah keberadaan para olahragawan yang akan selalu membutuhkan fasilitas olahraga untuk bermain. Tentu saja, jika ditanya tentang bagaimana fasilitas olahraga yang sesuai standar, mereka sangat paham. Lantas, apakah mereka sudah diberikan ruang untuk berkomentar?

Belum lama ini, Pemkab Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jember telah menetapkan perincian kasar terkait anggaran untuk memperbaiki venue yang bakal dipakai untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 mendatang. Sayangnya, survei yang dilakukan sebelumnya tidak melibatkan cabang olahraga yang bersangkutan.

Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya sempat mengobrol dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Dalam pandangannya, cabang olahraga harus dilibatkan dalam perbaikan penanganan venue. Artinya, tak dilihat dari finansial. “Cabor kan user, yang memakai kan pasti tahu. Yang tahu tidak dilibatkan, ya jadi tanda tanya,” lanjutnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pria yang menjabat dekan di Fakultas Teknik Pertanian (FTP) Unej itu mengaku paham karena sudah pernah membangun lapangan tenis dengan spesifikasi serupa dan bisa digunakan oleh atlet senior maupun junior. “Minimal diajak ngomong. Jangan sampai salah bangun,” ungkapnya.

Contohnya, lahan lapangan tenis Kaliwates. Di lapangan tersebut, lantai yang ada saat ini pas jika digunakan main pada tahun 1970 hingga 1980-an. Standar, lantaran permainannya belum berkembang.

“Kalau dulu nggak bisa jangkau bola dibiarkan. Kalau sekarang, harus menjatuhkan diri. Nah, kalau teknik bermain sekarang tapi lapangannya tidak diperbaiki, bundas kabeh dengkule (luka semua lututnya, Red),” terangnya.

Tak muluk-muluk, dia berharap renovasi yang dilakukan minimal adalah lantai, kamar mandi, dan kamar ganti. Sayangnya, hingga kini belum ada komunikasi dari dinas terkait. Dikhawatirkan hal itu bisa mengakibatkan perbaikan venue kurang maksimal lantaran salah bangun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/