alexametrics
23.1 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Rangkap Jabatan di Pecahan Cabor

Berawal dari Ketidaksinkronan Body Contest dan Induk Olahraga

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Ketua PABSI Jember Indi Naidha tidak menampik jika PABBSI pecah menjadi tiga organisasi cabor. Dan kepengurusan PBFI sebagai salah satu pecahannya belum terbentuk di Jember. Sebab, di Jatim juga belum terbentuk akibat ada gugatan secara hukum.

Namun demikian, dia menekankan pentingnya saling back up untuk pembinaan. Apalagi, PBFI juga kosong tanpa organisasi dan kepengurusan di Jember. “Kalau dibiarkan, atlet binaraga ya eman, karena Jember punya potensi,” paparnya.

Atas dasar inilah, dia menggelar kejuaraan body contest untuk atlet binaraga. Indi mengaku, acara tersebut mendapat apresiasi dari daerah lainnya karena selama ini tidak ada kompetisi akibat pandemi. “Lumayan lho pesertanya kemarin, ada 100 lebih,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terkait persoalan rangkap jabatan, Indi mengakui bahwa dia memegang dua jabatan penting di dua organisasi. Yaitu sebagai ketua di PABSI dan wakil ketua di Pabersi. Selain itu, Indi juga diketahui menjadi bagian dari pengurus PABSI Jawa Timur dan Pabersi Jawa Timur. Bahkan, dia sempat mengungkapkan bahwa dia juga bakal memegang jabatan di kepengurusan PBFI jika terbentuk nanti. “Kalau PBFI nanti juga saya wakil ketuanya,” imbuhnya.

Rangkap jabatan di tiga cabor pecahan PABBSI itu, kata dia, dilakukan untuk menguatkan cabor baru tersebut. Di Pabersi terdapat nama Dimas sebagai ketua. Sedangkan untuk PBFI, yang disiapkan sebagai ketua PBFI adalah Widi.

Sementara itu, Sugito, tokoh angkat berat dan besi, mengungkapkan, dalam Rakernas PB Pabersi, Januari lalu, dijelaskan di berbagai media bahwa salah satu hal yang penting dalam penyempurnaan AD ART Pabersi yakni Ketua Pabersi dilarang untuk rangkap jabatan sebagai pengurus cabang olahraga lain dari anggota KONI Pusat. Termasuk di PABSI dan PBFI. Hal itu dilakukan agar lebih fokus dan tidak mendua dengan cabor lain.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Sementara itu, Ketua PABSI Jember Indi Naidha tidak menampik jika PABBSI pecah menjadi tiga organisasi cabor. Dan kepengurusan PBFI sebagai salah satu pecahannya belum terbentuk di Jember. Sebab, di Jatim juga belum terbentuk akibat ada gugatan secara hukum.

Namun demikian, dia menekankan pentingnya saling back up untuk pembinaan. Apalagi, PBFI juga kosong tanpa organisasi dan kepengurusan di Jember. “Kalau dibiarkan, atlet binaraga ya eman, karena Jember punya potensi,” paparnya.

Atas dasar inilah, dia menggelar kejuaraan body contest untuk atlet binaraga. Indi mengaku, acara tersebut mendapat apresiasi dari daerah lainnya karena selama ini tidak ada kompetisi akibat pandemi. “Lumayan lho pesertanya kemarin, ada 100 lebih,” jelasnya.

Terkait persoalan rangkap jabatan, Indi mengakui bahwa dia memegang dua jabatan penting di dua organisasi. Yaitu sebagai ketua di PABSI dan wakil ketua di Pabersi. Selain itu, Indi juga diketahui menjadi bagian dari pengurus PABSI Jawa Timur dan Pabersi Jawa Timur. Bahkan, dia sempat mengungkapkan bahwa dia juga bakal memegang jabatan di kepengurusan PBFI jika terbentuk nanti. “Kalau PBFI nanti juga saya wakil ketuanya,” imbuhnya.

Rangkap jabatan di tiga cabor pecahan PABBSI itu, kata dia, dilakukan untuk menguatkan cabor baru tersebut. Di Pabersi terdapat nama Dimas sebagai ketua. Sedangkan untuk PBFI, yang disiapkan sebagai ketua PBFI adalah Widi.

Sementara itu, Sugito, tokoh angkat berat dan besi, mengungkapkan, dalam Rakernas PB Pabersi, Januari lalu, dijelaskan di berbagai media bahwa salah satu hal yang penting dalam penyempurnaan AD ART Pabersi yakni Ketua Pabersi dilarang untuk rangkap jabatan sebagai pengurus cabang olahraga lain dari anggota KONI Pusat. Termasuk di PABSI dan PBFI. Hal itu dilakukan agar lebih fokus dan tidak mendua dengan cabor lain.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Sementara itu, Ketua PABSI Jember Indi Naidha tidak menampik jika PABBSI pecah menjadi tiga organisasi cabor. Dan kepengurusan PBFI sebagai salah satu pecahannya belum terbentuk di Jember. Sebab, di Jatim juga belum terbentuk akibat ada gugatan secara hukum.

Namun demikian, dia menekankan pentingnya saling back up untuk pembinaan. Apalagi, PBFI juga kosong tanpa organisasi dan kepengurusan di Jember. “Kalau dibiarkan, atlet binaraga ya eman, karena Jember punya potensi,” paparnya.

Atas dasar inilah, dia menggelar kejuaraan body contest untuk atlet binaraga. Indi mengaku, acara tersebut mendapat apresiasi dari daerah lainnya karena selama ini tidak ada kompetisi akibat pandemi. “Lumayan lho pesertanya kemarin, ada 100 lebih,” jelasnya.

Terkait persoalan rangkap jabatan, Indi mengakui bahwa dia memegang dua jabatan penting di dua organisasi. Yaitu sebagai ketua di PABSI dan wakil ketua di Pabersi. Selain itu, Indi juga diketahui menjadi bagian dari pengurus PABSI Jawa Timur dan Pabersi Jawa Timur. Bahkan, dia sempat mengungkapkan bahwa dia juga bakal memegang jabatan di kepengurusan PBFI jika terbentuk nanti. “Kalau PBFI nanti juga saya wakil ketuanya,” imbuhnya.

Rangkap jabatan di tiga cabor pecahan PABBSI itu, kata dia, dilakukan untuk menguatkan cabor baru tersebut. Di Pabersi terdapat nama Dimas sebagai ketua. Sedangkan untuk PBFI, yang disiapkan sebagai ketua PBFI adalah Widi.

Sementara itu, Sugito, tokoh angkat berat dan besi, mengungkapkan, dalam Rakernas PB Pabersi, Januari lalu, dijelaskan di berbagai media bahwa salah satu hal yang penting dalam penyempurnaan AD ART Pabersi yakni Ketua Pabersi dilarang untuk rangkap jabatan sebagai pengurus cabang olahraga lain dari anggota KONI Pusat. Termasuk di PABSI dan PBFI. Hal itu dilakukan agar lebih fokus dan tidak mendua dengan cabor lain.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/