alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Rangkap Jabatan di Pecahan Cabor

Berawal dari Ketidaksinkronan Body Contest dan Induk Olahraga

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejuaraan body contest di Kota Cinema Mall (KCM) yang digelar pada 11 April lalu memang telah usai. Walau begitu, para pegiat olahraga binaraga dari sejumlah gym di Jember merasa kesal. Lantaran penyelenggaranya bukan induk cabang olahraga binaraga, melainkan angkat besi. Yakni Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI).

Selain itu, jika ditelusuri lebih jauh, organisasi cabor yang mengunggulkan kekuatan fisik ini pun rupanya sudah pecah. Namun, masih ada pengurus yang rangkap jabatan di masing-masing pecahan organisasi. Bahkan, dalam pemilihan ketua PABSI pun mereka merasa tidak semua gym diundang sebagai anggota.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua Rambo Gym Jember (RGJ) Junaidi mengatakan, body contest sejatinya bagian dari binaraga, bukan angkat besi. Sehingga, agenda yang dilaksanakan PABSI Jember ini sejatinya tidak selaras.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, angkat besi, angkat berat, dan binaraga dulu menjadi satu induk organisasi dalam Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI). Namun, pada Agustus 2020 kemarin telah dibubarkan dan dipecah menjadi tiga bagian. Ketiga organisasi yang dimaksud adalah PABSI, Perkumpulan Angkat Besar Seluruh Indonesia (Pabersi), serta Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI). “Tapi untuk PBFI di Jawa Timur masih sengketa dan belum ada kepengurusan. Jadi, di tingkat kabupaten di Jawa Timur, termasuk Jember, juga belum terbentuk PBFI,” ucapnya.

Oleh sebab itu, kata dia, gelaran body contest tersebut dirasa cukup aneh. Selain bukan ranah pembinaan PABSI, pengurus PBFI pun belum terbentuk di Jember.

Junaidi sebagai ketua gym yang dahulu menjadi anggota PABBSI pun mengakui jika pada saat muskab PABSI dan Pabersi, dirinya tidak diundang. Padahal, dalam muskab tersebut juga ada agenda pemilihan ketua, dan gym miliknya juga punya suara sebagai anggota PABBSI. “Acaranya di kafe di daerah Jalan Jawa. Dan dijadikan satu, muskab PABSI dan Pabersi,” terangnya.

Pria berotot dan berambut lurus ini berharap besar, bila PBFI nanti terbentuk, unsur kepengurusan tidak dijabat oleh orang-orang yang sama. Sebab, diketahui kepengurusan PABSI dan Pabersi dijabat oleh pihak yang sama.

“Seperti saling tukar. Semisal di PABSI (menjabat sebagai) ketua, di Pabersi (menjabat sebagai) wakil ketua. Sedangkan ketua Pabersi juga menjabat sebagai sekretaris atau unsur pimpinan lainnya seperti wakil,” jelasnya. Padahal, kata dia, dalam peraturan sudah dijelaskan pengurus tiga induk organisasi pecahan PABBSI tidak boleh rangkap jabatan.

Sementara itu, Sugianto dari bidang perwasitan binaraga provinsi mengaku datang di muskab PABSI dan Pabersi Jember pada Februari 2020 kemarin. Namun, dirinya datang sebagai pendamping dari PABBSI, yang diperintahkan mendampingi muskab cabor pecahan PABBSI khusus untuk wilayah Tapal Kuda.

Dia juga menjabarkan, muskab PABSI dan Pabersi Jember memang dijadikan satu tempat. Namun sepemahamannya, sejatinya gelaran muskab dua induk cabor ini diadakan di lokasi berbeda, seperti yang pernah dilakukan di daerah lain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejuaraan body contest di Kota Cinema Mall (KCM) yang digelar pada 11 April lalu memang telah usai. Walau begitu, para pegiat olahraga binaraga dari sejumlah gym di Jember merasa kesal. Lantaran penyelenggaranya bukan induk cabang olahraga binaraga, melainkan angkat besi. Yakni Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI).

Selain itu, jika ditelusuri lebih jauh, organisasi cabor yang mengunggulkan kekuatan fisik ini pun rupanya sudah pecah. Namun, masih ada pengurus yang rangkap jabatan di masing-masing pecahan organisasi. Bahkan, dalam pemilihan ketua PABSI pun mereka merasa tidak semua gym diundang sebagai anggota.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua Rambo Gym Jember (RGJ) Junaidi mengatakan, body contest sejatinya bagian dari binaraga, bukan angkat besi. Sehingga, agenda yang dilaksanakan PABSI Jember ini sejatinya tidak selaras.

Dia menjelaskan, angkat besi, angkat berat, dan binaraga dulu menjadi satu induk organisasi dalam Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI). Namun, pada Agustus 2020 kemarin telah dibubarkan dan dipecah menjadi tiga bagian. Ketiga organisasi yang dimaksud adalah PABSI, Perkumpulan Angkat Besar Seluruh Indonesia (Pabersi), serta Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI). “Tapi untuk PBFI di Jawa Timur masih sengketa dan belum ada kepengurusan. Jadi, di tingkat kabupaten di Jawa Timur, termasuk Jember, juga belum terbentuk PBFI,” ucapnya.

Oleh sebab itu, kata dia, gelaran body contest tersebut dirasa cukup aneh. Selain bukan ranah pembinaan PABSI, pengurus PBFI pun belum terbentuk di Jember.

Junaidi sebagai ketua gym yang dahulu menjadi anggota PABBSI pun mengakui jika pada saat muskab PABSI dan Pabersi, dirinya tidak diundang. Padahal, dalam muskab tersebut juga ada agenda pemilihan ketua, dan gym miliknya juga punya suara sebagai anggota PABBSI. “Acaranya di kafe di daerah Jalan Jawa. Dan dijadikan satu, muskab PABSI dan Pabersi,” terangnya.

Pria berotot dan berambut lurus ini berharap besar, bila PBFI nanti terbentuk, unsur kepengurusan tidak dijabat oleh orang-orang yang sama. Sebab, diketahui kepengurusan PABSI dan Pabersi dijabat oleh pihak yang sama.

“Seperti saling tukar. Semisal di PABSI (menjabat sebagai) ketua, di Pabersi (menjabat sebagai) wakil ketua. Sedangkan ketua Pabersi juga menjabat sebagai sekretaris atau unsur pimpinan lainnya seperti wakil,” jelasnya. Padahal, kata dia, dalam peraturan sudah dijelaskan pengurus tiga induk organisasi pecahan PABBSI tidak boleh rangkap jabatan.

Sementara itu, Sugianto dari bidang perwasitan binaraga provinsi mengaku datang di muskab PABSI dan Pabersi Jember pada Februari 2020 kemarin. Namun, dirinya datang sebagai pendamping dari PABBSI, yang diperintahkan mendampingi muskab cabor pecahan PABBSI khusus untuk wilayah Tapal Kuda.

Dia juga menjabarkan, muskab PABSI dan Pabersi Jember memang dijadikan satu tempat. Namun sepemahamannya, sejatinya gelaran muskab dua induk cabor ini diadakan di lokasi berbeda, seperti yang pernah dilakukan di daerah lain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejuaraan body contest di Kota Cinema Mall (KCM) yang digelar pada 11 April lalu memang telah usai. Walau begitu, para pegiat olahraga binaraga dari sejumlah gym di Jember merasa kesal. Lantaran penyelenggaranya bukan induk cabang olahraga binaraga, melainkan angkat besi. Yakni Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI).

Selain itu, jika ditelusuri lebih jauh, organisasi cabor yang mengunggulkan kekuatan fisik ini pun rupanya sudah pecah. Namun, masih ada pengurus yang rangkap jabatan di masing-masing pecahan organisasi. Bahkan, dalam pemilihan ketua PABSI pun mereka merasa tidak semua gym diundang sebagai anggota.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua Rambo Gym Jember (RGJ) Junaidi mengatakan, body contest sejatinya bagian dari binaraga, bukan angkat besi. Sehingga, agenda yang dilaksanakan PABSI Jember ini sejatinya tidak selaras.

Dia menjelaskan, angkat besi, angkat berat, dan binaraga dulu menjadi satu induk organisasi dalam Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI). Namun, pada Agustus 2020 kemarin telah dibubarkan dan dipecah menjadi tiga bagian. Ketiga organisasi yang dimaksud adalah PABSI, Perkumpulan Angkat Besar Seluruh Indonesia (Pabersi), serta Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI). “Tapi untuk PBFI di Jawa Timur masih sengketa dan belum ada kepengurusan. Jadi, di tingkat kabupaten di Jawa Timur, termasuk Jember, juga belum terbentuk PBFI,” ucapnya.

Oleh sebab itu, kata dia, gelaran body contest tersebut dirasa cukup aneh. Selain bukan ranah pembinaan PABSI, pengurus PBFI pun belum terbentuk di Jember.

Junaidi sebagai ketua gym yang dahulu menjadi anggota PABBSI pun mengakui jika pada saat muskab PABSI dan Pabersi, dirinya tidak diundang. Padahal, dalam muskab tersebut juga ada agenda pemilihan ketua, dan gym miliknya juga punya suara sebagai anggota PABBSI. “Acaranya di kafe di daerah Jalan Jawa. Dan dijadikan satu, muskab PABSI dan Pabersi,” terangnya.

Pria berotot dan berambut lurus ini berharap besar, bila PBFI nanti terbentuk, unsur kepengurusan tidak dijabat oleh orang-orang yang sama. Sebab, diketahui kepengurusan PABSI dan Pabersi dijabat oleh pihak yang sama.

“Seperti saling tukar. Semisal di PABSI (menjabat sebagai) ketua, di Pabersi (menjabat sebagai) wakil ketua. Sedangkan ketua Pabersi juga menjabat sebagai sekretaris atau unsur pimpinan lainnya seperti wakil,” jelasnya. Padahal, kata dia, dalam peraturan sudah dijelaskan pengurus tiga induk organisasi pecahan PABBSI tidak boleh rangkap jabatan.

Sementara itu, Sugianto dari bidang perwasitan binaraga provinsi mengaku datang di muskab PABSI dan Pabersi Jember pada Februari 2020 kemarin. Namun, dirinya datang sebagai pendamping dari PABBSI, yang diperintahkan mendampingi muskab cabor pecahan PABBSI khusus untuk wilayah Tapal Kuda.

Dia juga menjabarkan, muskab PABSI dan Pabersi Jember memang dijadikan satu tempat. Namun sepemahamannya, sejatinya gelaran muskab dua induk cabor ini diadakan di lokasi berbeda, seperti yang pernah dilakukan di daerah lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/