alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Minimnya Keberadaan Lapangan Petanque

Potensi Besar Mendulang Medali

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lapangan gravel sederhana berukuran 12 x 4 meter di SDN Baratan 3 menjadi tempat bermain tiga anak tersebut. Mereka mengamati bola besi yang dilempar secara bergantian. Ketiga anak tersebut bukan bermain tanpa tujuan, mereka justru berlatih olahraga petanque.

Walau bolanya terbuat dari besi, tapi sejatinya permainannya berbeda sekali dengan lempar jauh. “Hampir sama bolanya, tapi permainannya berbeda dengan lempar jauh,” ucap Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Jember Riki Suhermanto.

Sementara untuk lapangannya, sepintas mirip dengan lompat jauh. Tapi perbedaan yang signifikan adalah jenis tanah yang dipakai. “Kalau lompat jauh pakai pasir yang empuk. Sedangkan petanque pakai tanah gravel, tapi juga ada pasir, tapi harus padat,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di Jember sendiri, lanjut dia, hanya ada satu lapangan standar nasional yang berukuran 12 x 4 meter. “Ya ada di SDN Baratan 3 saja, yang lain tidak ada. Padahal cukup gampang membuatnya,” katanya.

Riki mengatakan, para atletnya akhir-akhir ini mulai intensif latihan untuk mempersiapkan diri menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII tahun 2022. Ya, setahun lagi pesta akbar olahraga se-Jawa Timur tersebut digelar, sehingga menjadi ajang untuk membawa nama Jember di kancah olahraga.

Sayangnya, kata dia, untuk petanque masih minim tempat latihan. “Latihan di mana saja sebenarnya bisa. Tapi untuk atlet itu perlu membiasakan diri bermain di lapangan dengan ukuran dan spesifikasi sesuai kejuaraan,” paparnya.

Walau petanque itu termasuk olahraga yang baru, tapi olahraga dari Prancis itu telah masuk di SEA Games 2011, ketika Indonesia menjadi tuan rumah. Bahkan, petanque juga dipertandingkan resmi di Porprov Jatim. Apalagi, kata dia, petanque adalah salah satu cabor yang mampu mendulang medali.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lapangan gravel sederhana berukuran 12 x 4 meter di SDN Baratan 3 menjadi tempat bermain tiga anak tersebut. Mereka mengamati bola besi yang dilempar secara bergantian. Ketiga anak tersebut bukan bermain tanpa tujuan, mereka justru berlatih olahraga petanque.

Walau bolanya terbuat dari besi, tapi sejatinya permainannya berbeda sekali dengan lempar jauh. “Hampir sama bolanya, tapi permainannya berbeda dengan lempar jauh,” ucap Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Jember Riki Suhermanto.

Sementara untuk lapangannya, sepintas mirip dengan lompat jauh. Tapi perbedaan yang signifikan adalah jenis tanah yang dipakai. “Kalau lompat jauh pakai pasir yang empuk. Sedangkan petanque pakai tanah gravel, tapi juga ada pasir, tapi harus padat,” jelasnya.

Di Jember sendiri, lanjut dia, hanya ada satu lapangan standar nasional yang berukuran 12 x 4 meter. “Ya ada di SDN Baratan 3 saja, yang lain tidak ada. Padahal cukup gampang membuatnya,” katanya.

Riki mengatakan, para atletnya akhir-akhir ini mulai intensif latihan untuk mempersiapkan diri menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII tahun 2022. Ya, setahun lagi pesta akbar olahraga se-Jawa Timur tersebut digelar, sehingga menjadi ajang untuk membawa nama Jember di kancah olahraga.

Sayangnya, kata dia, untuk petanque masih minim tempat latihan. “Latihan di mana saja sebenarnya bisa. Tapi untuk atlet itu perlu membiasakan diri bermain di lapangan dengan ukuran dan spesifikasi sesuai kejuaraan,” paparnya.

Walau petanque itu termasuk olahraga yang baru, tapi olahraga dari Prancis itu telah masuk di SEA Games 2011, ketika Indonesia menjadi tuan rumah. Bahkan, petanque juga dipertandingkan resmi di Porprov Jatim. Apalagi, kata dia, petanque adalah salah satu cabor yang mampu mendulang medali.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lapangan gravel sederhana berukuran 12 x 4 meter di SDN Baratan 3 menjadi tempat bermain tiga anak tersebut. Mereka mengamati bola besi yang dilempar secara bergantian. Ketiga anak tersebut bukan bermain tanpa tujuan, mereka justru berlatih olahraga petanque.

Walau bolanya terbuat dari besi, tapi sejatinya permainannya berbeda sekali dengan lempar jauh. “Hampir sama bolanya, tapi permainannya berbeda dengan lempar jauh,” ucap Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Jember Riki Suhermanto.

Sementara untuk lapangannya, sepintas mirip dengan lompat jauh. Tapi perbedaan yang signifikan adalah jenis tanah yang dipakai. “Kalau lompat jauh pakai pasir yang empuk. Sedangkan petanque pakai tanah gravel, tapi juga ada pasir, tapi harus padat,” jelasnya.

Di Jember sendiri, lanjut dia, hanya ada satu lapangan standar nasional yang berukuran 12 x 4 meter. “Ya ada di SDN Baratan 3 saja, yang lain tidak ada. Padahal cukup gampang membuatnya,” katanya.

Riki mengatakan, para atletnya akhir-akhir ini mulai intensif latihan untuk mempersiapkan diri menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII tahun 2022. Ya, setahun lagi pesta akbar olahraga se-Jawa Timur tersebut digelar, sehingga menjadi ajang untuk membawa nama Jember di kancah olahraga.

Sayangnya, kata dia, untuk petanque masih minim tempat latihan. “Latihan di mana saja sebenarnya bisa. Tapi untuk atlet itu perlu membiasakan diri bermain di lapangan dengan ukuran dan spesifikasi sesuai kejuaraan,” paparnya.

Walau petanque itu termasuk olahraga yang baru, tapi olahraga dari Prancis itu telah masuk di SEA Games 2011, ketika Indonesia menjadi tuan rumah. Bahkan, petanque juga dipertandingkan resmi di Porprov Jatim. Apalagi, kata dia, petanque adalah salah satu cabor yang mampu mendulang medali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/