alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dua Petenis Jember Juara Pool

Dalam Ajang UTR Banyuwangi

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

BANYUWANGI, RADARJEMBER.ID – Dua petenis asal Jember, Ananda Rizki Putra Wahyu dan Oktavian Dwi berhasil keluar juara pool di kejuaraan Universal Tennis Ranting (UTR). Bahkan, keseluruhan atlet dari Jember yang berlaga tersebut tampil menggila, lantaran lama tak pernah mengikuti kompetisi akibat pandemi.

Dalam kejuaraan tenis UTR se-Jatim dan Bali yang digelar 28-29 di Banyuwangi tersebut terdapat 14 pool atau grup. Pertandingan digelar setengah kompetisi dan dengan format berbeda, sehingga terdapat 14 jawara pada masing-masing grup. Nah, dua di antaranya disabet oleh atlet Jember.

Sementara itu, paling banyak yang juara adalah dari Bali sebanyak enam atlet. Tuan rumah Banyuwangi sebanyak empat atlet, dan dua juara lagi dari Bondowoso. Dua nama petenis Jember yang berhasil menyabet adalah Ananda Rizki Putra Wahyu dan Oktavian Dwi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono mengatakan, ajang UTR tersebut bisa dikatakan kompetisi pertama yang diikuti kala pandemi melanda. Mengirimkan 16 petenis baik putra maupun putri, hampir semua atlet tampil habis-habisan dalam pertandingan. “Semua atlet yang ikut UTR tampil ganas, karena mereka lama tidak ikut kejuaraan,” jelasnya.

Selain sebagai ajang pelipur lara untuk kembali ke pentas kejuaraan, laga ini juga dijadikan pemantauan perkembangan atlet selama ini. Dia mengakui, pada awal korona tidak ada latihan sama sekali. Latihan mulai digelar lagi di new normal dengan protokol kesehatan.

Dia menjelaskan, protokol kesehatan berolahraga tentu berbeda. “Kalau main harus lepas masker. Bila tetap pakai masker berbahaya, karena saat olahraga itu butuh asupan oksigen yang banyak,” terangnya.

Sementara memakai masker itu dilakukan di pinggir lapangan. “Jadi, sebelum masuk area lapangan tenis, sudah cuci tangan dan lainnya,” tuturnya.

Perlu diketahui, kompetisi tenis UTR berbeda dengan kejuaraan tenis dari Pelti. Dalam ajang UTR yang turunan dari kejuaraan tenis di Amerika ini, tidak terdapat pengelompokan umur dan jenis kelamin. Sehingga, antara junior dan senior bisa saling berjumpa, termasuk antara putra dengan putri. Namun, kompetisi UTR tersebut tidak ada juara murni. Juara hanya berdasarkan pool atau grup.

 

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

BANYUWANGI, RADARJEMBER.ID – Dua petenis asal Jember, Ananda Rizki Putra Wahyu dan Oktavian Dwi berhasil keluar juara pool di kejuaraan Universal Tennis Ranting (UTR). Bahkan, keseluruhan atlet dari Jember yang berlaga tersebut tampil menggila, lantaran lama tak pernah mengikuti kompetisi akibat pandemi.

Dalam kejuaraan tenis UTR se-Jatim dan Bali yang digelar 28-29 di Banyuwangi tersebut terdapat 14 pool atau grup. Pertandingan digelar setengah kompetisi dan dengan format berbeda, sehingga terdapat 14 jawara pada masing-masing grup. Nah, dua di antaranya disabet oleh atlet Jember.

Sementara itu, paling banyak yang juara adalah dari Bali sebanyak enam atlet. Tuan rumah Banyuwangi sebanyak empat atlet, dan dua juara lagi dari Bondowoso. Dua nama petenis Jember yang berhasil menyabet adalah Ananda Rizki Putra Wahyu dan Oktavian Dwi.

Mobile_AP_Half Page

Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono mengatakan, ajang UTR tersebut bisa dikatakan kompetisi pertama yang diikuti kala pandemi melanda. Mengirimkan 16 petenis baik putra maupun putri, hampir semua atlet tampil habis-habisan dalam pertandingan. “Semua atlet yang ikut UTR tampil ganas, karena mereka lama tidak ikut kejuaraan,” jelasnya.

Selain sebagai ajang pelipur lara untuk kembali ke pentas kejuaraan, laga ini juga dijadikan pemantauan perkembangan atlet selama ini. Dia mengakui, pada awal korona tidak ada latihan sama sekali. Latihan mulai digelar lagi di new normal dengan protokol kesehatan.

Dia menjelaskan, protokol kesehatan berolahraga tentu berbeda. “Kalau main harus lepas masker. Bila tetap pakai masker berbahaya, karena saat olahraga itu butuh asupan oksigen yang banyak,” terangnya.

Sementara memakai masker itu dilakukan di pinggir lapangan. “Jadi, sebelum masuk area lapangan tenis, sudah cuci tangan dan lainnya,” tuturnya.

Perlu diketahui, kompetisi tenis UTR berbeda dengan kejuaraan tenis dari Pelti. Dalam ajang UTR yang turunan dari kejuaraan tenis di Amerika ini, tidak terdapat pengelompokan umur dan jenis kelamin. Sehingga, antara junior dan senior bisa saling berjumpa, termasuk antara putra dengan putri. Namun, kompetisi UTR tersebut tidak ada juara murni. Juara hanya berdasarkan pool atau grup.

 

Desktop_AP_Leaderboard 1

BANYUWANGI, RADARJEMBER.ID – Dua petenis asal Jember, Ananda Rizki Putra Wahyu dan Oktavian Dwi berhasil keluar juara pool di kejuaraan Universal Tennis Ranting (UTR). Bahkan, keseluruhan atlet dari Jember yang berlaga tersebut tampil menggila, lantaran lama tak pernah mengikuti kompetisi akibat pandemi.

Dalam kejuaraan tenis UTR se-Jatim dan Bali yang digelar 28-29 di Banyuwangi tersebut terdapat 14 pool atau grup. Pertandingan digelar setengah kompetisi dan dengan format berbeda, sehingga terdapat 14 jawara pada masing-masing grup. Nah, dua di antaranya disabet oleh atlet Jember.

Sementara itu, paling banyak yang juara adalah dari Bali sebanyak enam atlet. Tuan rumah Banyuwangi sebanyak empat atlet, dan dua juara lagi dari Bondowoso. Dua nama petenis Jember yang berhasil menyabet adalah Ananda Rizki Putra Wahyu dan Oktavian Dwi.

Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono mengatakan, ajang UTR tersebut bisa dikatakan kompetisi pertama yang diikuti kala pandemi melanda. Mengirimkan 16 petenis baik putra maupun putri, hampir semua atlet tampil habis-habisan dalam pertandingan. “Semua atlet yang ikut UTR tampil ganas, karena mereka lama tidak ikut kejuaraan,” jelasnya.

Selain sebagai ajang pelipur lara untuk kembali ke pentas kejuaraan, laga ini juga dijadikan pemantauan perkembangan atlet selama ini. Dia mengakui, pada awal korona tidak ada latihan sama sekali. Latihan mulai digelar lagi di new normal dengan protokol kesehatan.

Dia menjelaskan, protokol kesehatan berolahraga tentu berbeda. “Kalau main harus lepas masker. Bila tetap pakai masker berbahaya, karena saat olahraga itu butuh asupan oksigen yang banyak,” terangnya.

Sementara memakai masker itu dilakukan di pinggir lapangan. “Jadi, sebelum masuk area lapangan tenis, sudah cuci tangan dan lainnya,” tuturnya.

Perlu diketahui, kompetisi tenis UTR berbeda dengan kejuaraan tenis dari Pelti. Dalam ajang UTR yang turunan dari kejuaraan tenis di Amerika ini, tidak terdapat pengelompokan umur dan jenis kelamin. Sehingga, antara junior dan senior bisa saling berjumpa, termasuk antara putra dengan putri. Namun, kompetisi UTR tersebut tidak ada juara murni. Juara hanya berdasarkan pool atau grup.

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2