alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Menunggu Kiprah Persid di Liga 3

Pengurus Baru Siap Tatap Kompetisi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik Persid mengenai dua versi kepengurusan yayasan masih belum usai sepenuhnya. Namun, Yayasan Persid Jember (YPJ) yang menyatakan sudah memiliki berbagai syarat sah pengurus baru mulai tancap gas.

Rabu sore (2/9) kemarin, pengurus yayasan baru yang diketuai M Sholahuddin Amrulloh akhirnya mengadakan konferensi pers, yang juga dihadiri oleh manajer tim yang baru, yakni Adi Setiawan, Ketua Pembina YPJ Suparno, Ketua Umum Berni Agus Rizki, serta sejumlah suporter Berni.

Dalam konferensi pers tersebut, Jo, sapaan akrab Sholahuddin, memaparkan tujuh poin yang mereka jelaskan kepada Berni. Di antaranya mengenai kesiapan Persid dalam Liga 3 musim ini. Jika kompetisi Liga 3 digulirkan dalam masa pandemi, maka mereka siap mengikuti protokol Covid-19. Namun, apabila Liga 3 digelar tanpa suporter atau penonton, maka Persid bakal mengkaji ulang keikutsertaannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di sisi lain, Jo mengaku bahwa pihaknya dalam waktu dekat siap menggelar seleksi pemain serta mengadakan uji coba. Pihak YPJ juga siap bersinergi dengan Berni dan berkolaborasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat Jember.

Pihaknya selaku pengurus baru ingin bekerja sesuai apa yang diamanahkan oleh Dewan Pembina YPJ. “Semua sudah jelas, bekerja sesuai dengan surat SK. Yang dikuatkan oleh akta notaris dan Kemenkumham. Kepada publik, kami tidak mau menyinggung dualisme. Karena Persid-lah yang harus diperjuangkan,” paparnya.

Sementara itu, Suparno menjelaskan, sebenarnya secara hukum Persid tak mengalami dualisme. Sebab, pembina yang ada sekarang sudah mendapatkan SK dari Kemenkumham. “Secara hukum, YPJ hanya ada satu. Hanya saja, menurut Asprov PSSI Jatim, mereka masih menyatakan ada dua kepengurusan,” imbuhnya.

Lain halnya dengan Adi Setiawan. Pria yang kini menjabat sebagai direktur PDAM Jember ini ingin mengajak semua elemen bersatu membangun Persid ke depannya. “Ketika ingin membangun sepak bola profesional, maka manajemen, pengurus, suporter harus ada sinergisitas. Karena keberhasilan tim juga tergantung dukungan dari suporter,” jelas mantan Manajer Persipur Purwodadi 2013 silam ini.

Lantas bagaimana dengan tanggapan pengurus lama? Sunardi, ketua YPJ versi lama mengaku sangat menyayangkan konflik internal Persid yang kini terjadi. Apalagi, baik pengurus lama maupun baru sebelumnya sama-sama mendaftarkan diri atas nama Persid kepada Asprov PSSI Jatim, untuk kompetisi Liga 3 tahun ini.

“Ya sangat disayangkan. Jangan ambisi dengan proses yang salah. Kalau prosesnya benar, tidak mungkin ada dua kepengurusan. Mungkin kajian Asprov PSSI Jatim mengapa hingga sekarang ini belum ada keputusan, karena sama-sama dualisme mengenai Kemenkumham,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik Persid mengenai dua versi kepengurusan yayasan masih belum usai sepenuhnya. Namun, Yayasan Persid Jember (YPJ) yang menyatakan sudah memiliki berbagai syarat sah pengurus baru mulai tancap gas.

Rabu sore (2/9) kemarin, pengurus yayasan baru yang diketuai M Sholahuddin Amrulloh akhirnya mengadakan konferensi pers, yang juga dihadiri oleh manajer tim yang baru, yakni Adi Setiawan, Ketua Pembina YPJ Suparno, Ketua Umum Berni Agus Rizki, serta sejumlah suporter Berni.

Dalam konferensi pers tersebut, Jo, sapaan akrab Sholahuddin, memaparkan tujuh poin yang mereka jelaskan kepada Berni. Di antaranya mengenai kesiapan Persid dalam Liga 3 musim ini. Jika kompetisi Liga 3 digulirkan dalam masa pandemi, maka mereka siap mengikuti protokol Covid-19. Namun, apabila Liga 3 digelar tanpa suporter atau penonton, maka Persid bakal mengkaji ulang keikutsertaannya.

Di sisi lain, Jo mengaku bahwa pihaknya dalam waktu dekat siap menggelar seleksi pemain serta mengadakan uji coba. Pihak YPJ juga siap bersinergi dengan Berni dan berkolaborasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat Jember.

Pihaknya selaku pengurus baru ingin bekerja sesuai apa yang diamanahkan oleh Dewan Pembina YPJ. “Semua sudah jelas, bekerja sesuai dengan surat SK. Yang dikuatkan oleh akta notaris dan Kemenkumham. Kepada publik, kami tidak mau menyinggung dualisme. Karena Persid-lah yang harus diperjuangkan,” paparnya.

Sementara itu, Suparno menjelaskan, sebenarnya secara hukum Persid tak mengalami dualisme. Sebab, pembina yang ada sekarang sudah mendapatkan SK dari Kemenkumham. “Secara hukum, YPJ hanya ada satu. Hanya saja, menurut Asprov PSSI Jatim, mereka masih menyatakan ada dua kepengurusan,” imbuhnya.

Lain halnya dengan Adi Setiawan. Pria yang kini menjabat sebagai direktur PDAM Jember ini ingin mengajak semua elemen bersatu membangun Persid ke depannya. “Ketika ingin membangun sepak bola profesional, maka manajemen, pengurus, suporter harus ada sinergisitas. Karena keberhasilan tim juga tergantung dukungan dari suporter,” jelas mantan Manajer Persipur Purwodadi 2013 silam ini.

Lantas bagaimana dengan tanggapan pengurus lama? Sunardi, ketua YPJ versi lama mengaku sangat menyayangkan konflik internal Persid yang kini terjadi. Apalagi, baik pengurus lama maupun baru sebelumnya sama-sama mendaftarkan diri atas nama Persid kepada Asprov PSSI Jatim, untuk kompetisi Liga 3 tahun ini.

“Ya sangat disayangkan. Jangan ambisi dengan proses yang salah. Kalau prosesnya benar, tidak mungkin ada dua kepengurusan. Mungkin kajian Asprov PSSI Jatim mengapa hingga sekarang ini belum ada keputusan, karena sama-sama dualisme mengenai Kemenkumham,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Konflik Persid mengenai dua versi kepengurusan yayasan masih belum usai sepenuhnya. Namun, Yayasan Persid Jember (YPJ) yang menyatakan sudah memiliki berbagai syarat sah pengurus baru mulai tancap gas.

Rabu sore (2/9) kemarin, pengurus yayasan baru yang diketuai M Sholahuddin Amrulloh akhirnya mengadakan konferensi pers, yang juga dihadiri oleh manajer tim yang baru, yakni Adi Setiawan, Ketua Pembina YPJ Suparno, Ketua Umum Berni Agus Rizki, serta sejumlah suporter Berni.

Dalam konferensi pers tersebut, Jo, sapaan akrab Sholahuddin, memaparkan tujuh poin yang mereka jelaskan kepada Berni. Di antaranya mengenai kesiapan Persid dalam Liga 3 musim ini. Jika kompetisi Liga 3 digulirkan dalam masa pandemi, maka mereka siap mengikuti protokol Covid-19. Namun, apabila Liga 3 digelar tanpa suporter atau penonton, maka Persid bakal mengkaji ulang keikutsertaannya.

Di sisi lain, Jo mengaku bahwa pihaknya dalam waktu dekat siap menggelar seleksi pemain serta mengadakan uji coba. Pihak YPJ juga siap bersinergi dengan Berni dan berkolaborasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat Jember.

Pihaknya selaku pengurus baru ingin bekerja sesuai apa yang diamanahkan oleh Dewan Pembina YPJ. “Semua sudah jelas, bekerja sesuai dengan surat SK. Yang dikuatkan oleh akta notaris dan Kemenkumham. Kepada publik, kami tidak mau menyinggung dualisme. Karena Persid-lah yang harus diperjuangkan,” paparnya.

Sementara itu, Suparno menjelaskan, sebenarnya secara hukum Persid tak mengalami dualisme. Sebab, pembina yang ada sekarang sudah mendapatkan SK dari Kemenkumham. “Secara hukum, YPJ hanya ada satu. Hanya saja, menurut Asprov PSSI Jatim, mereka masih menyatakan ada dua kepengurusan,” imbuhnya.

Lain halnya dengan Adi Setiawan. Pria yang kini menjabat sebagai direktur PDAM Jember ini ingin mengajak semua elemen bersatu membangun Persid ke depannya. “Ketika ingin membangun sepak bola profesional, maka manajemen, pengurus, suporter harus ada sinergisitas. Karena keberhasilan tim juga tergantung dukungan dari suporter,” jelas mantan Manajer Persipur Purwodadi 2013 silam ini.

Lantas bagaimana dengan tanggapan pengurus lama? Sunardi, ketua YPJ versi lama mengaku sangat menyayangkan konflik internal Persid yang kini terjadi. Apalagi, baik pengurus lama maupun baru sebelumnya sama-sama mendaftarkan diri atas nama Persid kepada Asprov PSSI Jatim, untuk kompetisi Liga 3 tahun ini.

“Ya sangat disayangkan. Jangan ambisi dengan proses yang salah. Kalau prosesnya benar, tidak mungkin ada dua kepengurusan. Mungkin kajian Asprov PSSI Jatim mengapa hingga sekarang ini belum ada keputusan, karena sama-sama dualisme mengenai Kemenkumham,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/