alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Suporter Ingin Yayasan Persid Dibubarkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Spanduk berwarna kuning dan bertuliskan “bubarkan” terlihat jelas dari kejauhan sebelum melewati jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo. Tulisan berwarna merah dengan tiga tanda seru itu sangat mencolok. Setelah dari dekat, ternyata spanduk tersebut merupakan bentuk protes dari suporter bola yang ingin Yayasan Persid Jember (YPJ) dibubarkan.

Bubarkan!!! Yayasan Persid Jember, Ruwet Thok Gak Berprestasi. Begitulah isi lengkap tulisan spanduk yang dibentangkan di JPO Jompo. “Selasa kemarin, tidak ada. Spanduk itu baru hari ini (kemarin, Red),” ucap Abdul Rofik, juru parkir daerah Jompo.

Mereka yang memasang spanduk protes terhadap YPJ tersebut adalah suporter Persid. Reza Mustofa, atau yang akrab disapa Cak Mus, dari suporter Persid Wilayah Kota Jember, itu membentangkan spanduk di JPO Jompo pada tengah malam. “Sekitar lima orang yang memasang,” terangnya, kemarin (2/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Cak Mus mengaku, suporter sudah gerah dengan keadaan YPJ. Sebab, tidak kunjung mendatangkan prestasi, dan justru sibuk dengan persoalan sendiri. Bahkan hingga kini, juga masih tercatat terjadi dualisme. Karena itu, Persid tidak bisa ikut kompetisi. Menurutnya, yayasan yang selama ini mengurusi Persid Jember itu lebih baik dibubarkan saja, dan dikembalikan ke Pemkab Jember seperti dulu.

Sementara itu, Ketua Pengurus YPJ Sholahuddin Amrullah tidak berkomentar lebih jauh terkait spanduk yang menyuarakan pembubaran yayasan tersebut. “Terkait banner itu, pengurus no comment dulu,” terangnya.

Namun, menurut dia, adanya spanduk yang membentang di JPO Jompo tersebut adalah suara hati dari pecinta Persid. Oleh karenanya, wajar saja bila para pendukung mengekspresikan kekesalannya dengan memasang spanduk.

Jo, sapaan akrabnya, menegaskan, sikap pengurus YPJ, yaitu dirinya, sekretaris, dan bendahara, tetap sama seperti kesepakatan dengan suporter dalam HUT Persid, Mei kemarin. Yaitu, ingin mengembalikan Persid ke Pemkab Jember. Namun, Jo bersikap seperti itu juga tidak bisa memutuskan apakah yayasan dikembalikan ke pemkab atau tidak. Sebab, masih ada pembina yang punya kewenangan lebih terkait keputusan masa depan atau arah yayasan selanjutnya.

Jawa Pos Radar Jember mencoba menghubungi Suparno, Ketua Pembina YPJ. Namun, dia tidak merespons. Sebelumnya, saat dikonfirmasi terkait keinginan pengembalian Persid ke Pemkab Jember, Suparno mengatakan belum bisa mengambil keputusan karena masih ingin bertemu dengan Bupati Jember terlebih dahulu.

Hal yang tak jauh berbeda juga diutarakan oleh anggota Pembina YPJ, yaitu Agus Rizki. Pria berambut putih itu juga tidak banyak berkomentar terkait spanduk bubarkan YPJ yang dibentangkan di JPO Jompo. “Terkait itu, yayasan tidak berkomentar dulu,” paparnya.

Sebab, kata dia, yayasan masih ingin bertemu dengan bupati terlebih dahulu. “Kalau sudah bertemu bupati, kami akan berkomentar dan menjawab pertanyaan, termasuk kepada media,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Spanduk berwarna kuning dan bertuliskan “bubarkan” terlihat jelas dari kejauhan sebelum melewati jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo. Tulisan berwarna merah dengan tiga tanda seru itu sangat mencolok. Setelah dari dekat, ternyata spanduk tersebut merupakan bentuk protes dari suporter bola yang ingin Yayasan Persid Jember (YPJ) dibubarkan.

Bubarkan!!! Yayasan Persid Jember, Ruwet Thok Gak Berprestasi. Begitulah isi lengkap tulisan spanduk yang dibentangkan di JPO Jompo. “Selasa kemarin, tidak ada. Spanduk itu baru hari ini (kemarin, Red),” ucap Abdul Rofik, juru parkir daerah Jompo.

Mereka yang memasang spanduk protes terhadap YPJ tersebut adalah suporter Persid. Reza Mustofa, atau yang akrab disapa Cak Mus, dari suporter Persid Wilayah Kota Jember, itu membentangkan spanduk di JPO Jompo pada tengah malam. “Sekitar lima orang yang memasang,” terangnya, kemarin (2/6).

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Cak Mus mengaku, suporter sudah gerah dengan keadaan YPJ. Sebab, tidak kunjung mendatangkan prestasi, dan justru sibuk dengan persoalan sendiri. Bahkan hingga kini, juga masih tercatat terjadi dualisme. Karena itu, Persid tidak bisa ikut kompetisi. Menurutnya, yayasan yang selama ini mengurusi Persid Jember itu lebih baik dibubarkan saja, dan dikembalikan ke Pemkab Jember seperti dulu.

Sementara itu, Ketua Pengurus YPJ Sholahuddin Amrullah tidak berkomentar lebih jauh terkait spanduk yang menyuarakan pembubaran yayasan tersebut. “Terkait banner itu, pengurus no comment dulu,” terangnya.

Namun, menurut dia, adanya spanduk yang membentang di JPO Jompo tersebut adalah suara hati dari pecinta Persid. Oleh karenanya, wajar saja bila para pendukung mengekspresikan kekesalannya dengan memasang spanduk.

Jo, sapaan akrabnya, menegaskan, sikap pengurus YPJ, yaitu dirinya, sekretaris, dan bendahara, tetap sama seperti kesepakatan dengan suporter dalam HUT Persid, Mei kemarin. Yaitu, ingin mengembalikan Persid ke Pemkab Jember. Namun, Jo bersikap seperti itu juga tidak bisa memutuskan apakah yayasan dikembalikan ke pemkab atau tidak. Sebab, masih ada pembina yang punya kewenangan lebih terkait keputusan masa depan atau arah yayasan selanjutnya.

Jawa Pos Radar Jember mencoba menghubungi Suparno, Ketua Pembina YPJ. Namun, dia tidak merespons. Sebelumnya, saat dikonfirmasi terkait keinginan pengembalian Persid ke Pemkab Jember, Suparno mengatakan belum bisa mengambil keputusan karena masih ingin bertemu dengan Bupati Jember terlebih dahulu.

Hal yang tak jauh berbeda juga diutarakan oleh anggota Pembina YPJ, yaitu Agus Rizki. Pria berambut putih itu juga tidak banyak berkomentar terkait spanduk bubarkan YPJ yang dibentangkan di JPO Jompo. “Terkait itu, yayasan tidak berkomentar dulu,” paparnya.

Sebab, kata dia, yayasan masih ingin bertemu dengan bupati terlebih dahulu. “Kalau sudah bertemu bupati, kami akan berkomentar dan menjawab pertanyaan, termasuk kepada media,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Spanduk berwarna kuning dan bertuliskan “bubarkan” terlihat jelas dari kejauhan sebelum melewati jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo. Tulisan berwarna merah dengan tiga tanda seru itu sangat mencolok. Setelah dari dekat, ternyata spanduk tersebut merupakan bentuk protes dari suporter bola yang ingin Yayasan Persid Jember (YPJ) dibubarkan.

Bubarkan!!! Yayasan Persid Jember, Ruwet Thok Gak Berprestasi. Begitulah isi lengkap tulisan spanduk yang dibentangkan di JPO Jompo. “Selasa kemarin, tidak ada. Spanduk itu baru hari ini (kemarin, Red),” ucap Abdul Rofik, juru parkir daerah Jompo.

Mereka yang memasang spanduk protes terhadap YPJ tersebut adalah suporter Persid. Reza Mustofa, atau yang akrab disapa Cak Mus, dari suporter Persid Wilayah Kota Jember, itu membentangkan spanduk di JPO Jompo pada tengah malam. “Sekitar lima orang yang memasang,” terangnya, kemarin (2/6).

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Cak Mus mengaku, suporter sudah gerah dengan keadaan YPJ. Sebab, tidak kunjung mendatangkan prestasi, dan justru sibuk dengan persoalan sendiri. Bahkan hingga kini, juga masih tercatat terjadi dualisme. Karena itu, Persid tidak bisa ikut kompetisi. Menurutnya, yayasan yang selama ini mengurusi Persid Jember itu lebih baik dibubarkan saja, dan dikembalikan ke Pemkab Jember seperti dulu.

Sementara itu, Ketua Pengurus YPJ Sholahuddin Amrullah tidak berkomentar lebih jauh terkait spanduk yang menyuarakan pembubaran yayasan tersebut. “Terkait banner itu, pengurus no comment dulu,” terangnya.

Namun, menurut dia, adanya spanduk yang membentang di JPO Jompo tersebut adalah suara hati dari pecinta Persid. Oleh karenanya, wajar saja bila para pendukung mengekspresikan kekesalannya dengan memasang spanduk.

Jo, sapaan akrabnya, menegaskan, sikap pengurus YPJ, yaitu dirinya, sekretaris, dan bendahara, tetap sama seperti kesepakatan dengan suporter dalam HUT Persid, Mei kemarin. Yaitu, ingin mengembalikan Persid ke Pemkab Jember. Namun, Jo bersikap seperti itu juga tidak bisa memutuskan apakah yayasan dikembalikan ke pemkab atau tidak. Sebab, masih ada pembina yang punya kewenangan lebih terkait keputusan masa depan atau arah yayasan selanjutnya.

Jawa Pos Radar Jember mencoba menghubungi Suparno, Ketua Pembina YPJ. Namun, dia tidak merespons. Sebelumnya, saat dikonfirmasi terkait keinginan pengembalian Persid ke Pemkab Jember, Suparno mengatakan belum bisa mengambil keputusan karena masih ingin bertemu dengan Bupati Jember terlebih dahulu.

Hal yang tak jauh berbeda juga diutarakan oleh anggota Pembina YPJ, yaitu Agus Rizki. Pria berambut putih itu juga tidak banyak berkomentar terkait spanduk bubarkan YPJ yang dibentangkan di JPO Jompo. “Terkait itu, yayasan tidak berkomentar dulu,” paparnya.

Sebab, kata dia, yayasan masih ingin bertemu dengan bupati terlebih dahulu. “Kalau sudah bertemu bupati, kami akan berkomentar dan menjawab pertanyaan, termasuk kepada media,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/