alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tim Pesepak Bola Mitra Bola Utama Gagal Raih Piala Soeratin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semangat pesepak bola di Kabupaten Jember patut diacungi jempol. Salah satunya ditunjukkan Mitra Bola Utama (MBU). Walaupun gagal di babak 16 besar Piala Soeratin setelah kandas adu penalti oleh Akor FC Jombang, namun para pemainnya tetap berlatih, khususnya kiper. Bahkan, ada yang dilirik oleh kesebelasan lain.

Pelatih Kiper MBU, Rahman, mengatakan, untuk resminya skuad MBU belum dibubarkan setelah gagal pada babak 16 Piala Soeratin. Walau begitu, juga ada pemain MBU yang tetap berlatih. Salah satunya, kata dia, adalah ketiga kiper MBU yang masih konsisten berlatih bersama dirinya. “Untuk kiper masih tetap latihan,” terangnya.

Kiprah penjaga gawang MBU memang mencuri perhatian publik sepak bola usia 17 di Jatim. Sebab, selama babak penyisihan di Grup B bersama Persekam Metro FC, Persema Malang, Mojokerto FC, Suryanaga Connection, dan Assyabaab Bangil, gawang MBU masih perawan atau belum pernah kebobolan sama sekali dan memetik semua kemenangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rahman mengaku, ketiga penjaga gawangnya secara kualitas sama. Dia tetap melatih mereka, karena punya potensi yang baik. Bahkan juga diincar sejumlah klub. Namun, Rahman merahasiakan ke anak didiknya agar tidak besar kepala terlebih dahulu dan lebih konsentrasi berlatih. “Mereka masih muda dan masa depannya panjang. Perlu semangat lebih untuk menggapai impian jadi pesepak bola andalan,” ucapnya.

Pelatih MBU Junior Sugeng Sudibyo kepada Jawa Pos Radar Jember mengaku, saat pertandingan babak 16 besar di Ngawi yang pada akhirnya kalah adu penalti dengan Akor FC dari Jombang, terdapat pemain yang dilirik oleh klub lain. “Kapten saya itu dilirik,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semangat pesepak bola di Kabupaten Jember patut diacungi jempol. Salah satunya ditunjukkan Mitra Bola Utama (MBU). Walaupun gagal di babak 16 besar Piala Soeratin setelah kandas adu penalti oleh Akor FC Jombang, namun para pemainnya tetap berlatih, khususnya kiper. Bahkan, ada yang dilirik oleh kesebelasan lain.

Pelatih Kiper MBU, Rahman, mengatakan, untuk resminya skuad MBU belum dibubarkan setelah gagal pada babak 16 Piala Soeratin. Walau begitu, juga ada pemain MBU yang tetap berlatih. Salah satunya, kata dia, adalah ketiga kiper MBU yang masih konsisten berlatih bersama dirinya. “Untuk kiper masih tetap latihan,” terangnya.

Kiprah penjaga gawang MBU memang mencuri perhatian publik sepak bola usia 17 di Jatim. Sebab, selama babak penyisihan di Grup B bersama Persekam Metro FC, Persema Malang, Mojokerto FC, Suryanaga Connection, dan Assyabaab Bangil, gawang MBU masih perawan atau belum pernah kebobolan sama sekali dan memetik semua kemenangan.

Rahman mengaku, ketiga penjaga gawangnya secara kualitas sama. Dia tetap melatih mereka, karena punya potensi yang baik. Bahkan juga diincar sejumlah klub. Namun, Rahman merahasiakan ke anak didiknya agar tidak besar kepala terlebih dahulu dan lebih konsentrasi berlatih. “Mereka masih muda dan masa depannya panjang. Perlu semangat lebih untuk menggapai impian jadi pesepak bola andalan,” ucapnya.

Pelatih MBU Junior Sugeng Sudibyo kepada Jawa Pos Radar Jember mengaku, saat pertandingan babak 16 besar di Ngawi yang pada akhirnya kalah adu penalti dengan Akor FC dari Jombang, terdapat pemain yang dilirik oleh klub lain. “Kapten saya itu dilirik,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semangat pesepak bola di Kabupaten Jember patut diacungi jempol. Salah satunya ditunjukkan Mitra Bola Utama (MBU). Walaupun gagal di babak 16 besar Piala Soeratin setelah kandas adu penalti oleh Akor FC Jombang, namun para pemainnya tetap berlatih, khususnya kiper. Bahkan, ada yang dilirik oleh kesebelasan lain.

Pelatih Kiper MBU, Rahman, mengatakan, untuk resminya skuad MBU belum dibubarkan setelah gagal pada babak 16 Piala Soeratin. Walau begitu, juga ada pemain MBU yang tetap berlatih. Salah satunya, kata dia, adalah ketiga kiper MBU yang masih konsisten berlatih bersama dirinya. “Untuk kiper masih tetap latihan,” terangnya.

Kiprah penjaga gawang MBU memang mencuri perhatian publik sepak bola usia 17 di Jatim. Sebab, selama babak penyisihan di Grup B bersama Persekam Metro FC, Persema Malang, Mojokerto FC, Suryanaga Connection, dan Assyabaab Bangil, gawang MBU masih perawan atau belum pernah kebobolan sama sekali dan memetik semua kemenangan.

Rahman mengaku, ketiga penjaga gawangnya secara kualitas sama. Dia tetap melatih mereka, karena punya potensi yang baik. Bahkan juga diincar sejumlah klub. Namun, Rahman merahasiakan ke anak didiknya agar tidak besar kepala terlebih dahulu dan lebih konsentrasi berlatih. “Mereka masih muda dan masa depannya panjang. Perlu semangat lebih untuk menggapai impian jadi pesepak bola andalan,” ucapnya.

Pelatih MBU Junior Sugeng Sudibyo kepada Jawa Pos Radar Jember mengaku, saat pertandingan babak 16 besar di Ngawi yang pada akhirnya kalah adu penalti dengan Akor FC dari Jombang, terdapat pemain yang dilirik oleh klub lain. “Kapten saya itu dilirik,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/