alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Gelar Home Tournament, Wali Murid Jadi Sponsor

Pandemi korona membuat kehidupan berubah, termasuk bidang olahraga. Tidak adanya kompetisi berdampak pada penurunan insting bermain atlet. Walau begitu, mereka punya cara tersendiri dengan mengelar home tournament dalam satu klub. Inilah cara pebulu tangkis menghindari Covid-19, tapi tetap menjaga kelihaian mengolah olahraga tepok bulu tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Malam itu, lampu-lampu lapangan bulu tangkis di daerah Jl Kalimantan bersinar kembali. Lapangan yang sempat mati suri akibat Covid-19 ini mulai menunjukan geliat. Semakin mendekat, suara pukulan raket dan teriakan kemenangan kian kencang.

Suara yes dengan tangan mengepal menjadi pertanda kok hasil pukulan Ardiananta Murya Ramadhani itu masuk. Siswa 12 tahun dari SDN Kepatihan 1 yang masuk kelompok anak-anak itu melawan Gilang yang kelompok pemula. Dua pebulu tangkis muda itu saling kejar-kejaran meraih angka, layaknya di kompetisi pada umumnya. Padahal di lapangan Rush tersebut tidak ada satu pun embel-embel spanduk kejuaraan. Ketika pertandingan Nanda dan Gilang usai, mereka saling bersalaman.

Tidak hanya Nanda dan Gilang yang tampak serius berlaga, tapi hampir semua pebulu tangkis juga begitu. Nyatanya keseriusan mereka lantaran menjalani home kompetisi antarpemain dalam satu klub. “Kalau setiap Sabtu ada home tournament,” ucap Surya Budivaya, Ketua Umum PB Putra Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Surya mengatakan, pandemi korona membuat setiap ajang kejuaraan bulu tangkis ditiadakan. Bahkan, pada awal Covid-19 semua atletnya diliburkan dari latihan dan hanya latihan daring seperti fisik saja. Sentuhan raket atlet muda yang ke depan jadi tulang punggung Jember tersebut mulai terkikis. Oleh sebab itu, kata dia, pada era kebiasaan baru per Agustus lalu, sebagian mulai menggelar latihan kembali. Ada juga yang mulai September. Walau tetap latihan, tapi ada catatan, yakni adanya pembatasan wali atlet yang ikut di lapangan dan tidak boleh bergerombol.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Malam itu, lampu-lampu lapangan bulu tangkis di daerah Jl Kalimantan bersinar kembali. Lapangan yang sempat mati suri akibat Covid-19 ini mulai menunjukan geliat. Semakin mendekat, suara pukulan raket dan teriakan kemenangan kian kencang.

Suara yes dengan tangan mengepal menjadi pertanda kok hasil pukulan Ardiananta Murya Ramadhani itu masuk. Siswa 12 tahun dari SDN Kepatihan 1 yang masuk kelompok anak-anak itu melawan Gilang yang kelompok pemula. Dua pebulu tangkis muda itu saling kejar-kejaran meraih angka, layaknya di kompetisi pada umumnya. Padahal di lapangan Rush tersebut tidak ada satu pun embel-embel spanduk kejuaraan. Ketika pertandingan Nanda dan Gilang usai, mereka saling bersalaman.

Tidak hanya Nanda dan Gilang yang tampak serius berlaga, tapi hampir semua pebulu tangkis juga begitu. Nyatanya keseriusan mereka lantaran menjalani home kompetisi antarpemain dalam satu klub. “Kalau setiap Sabtu ada home tournament,” ucap Surya Budivaya, Ketua Umum PB Putra Jember.

Surya mengatakan, pandemi korona membuat setiap ajang kejuaraan bulu tangkis ditiadakan. Bahkan, pada awal Covid-19 semua atletnya diliburkan dari latihan dan hanya latihan daring seperti fisik saja. Sentuhan raket atlet muda yang ke depan jadi tulang punggung Jember tersebut mulai terkikis. Oleh sebab itu, kata dia, pada era kebiasaan baru per Agustus lalu, sebagian mulai menggelar latihan kembali. Ada juga yang mulai September. Walau tetap latihan, tapi ada catatan, yakni adanya pembatasan wali atlet yang ikut di lapangan dan tidak boleh bergerombol.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Malam itu, lampu-lampu lapangan bulu tangkis di daerah Jl Kalimantan bersinar kembali. Lapangan yang sempat mati suri akibat Covid-19 ini mulai menunjukan geliat. Semakin mendekat, suara pukulan raket dan teriakan kemenangan kian kencang.

Suara yes dengan tangan mengepal menjadi pertanda kok hasil pukulan Ardiananta Murya Ramadhani itu masuk. Siswa 12 tahun dari SDN Kepatihan 1 yang masuk kelompok anak-anak itu melawan Gilang yang kelompok pemula. Dua pebulu tangkis muda itu saling kejar-kejaran meraih angka, layaknya di kompetisi pada umumnya. Padahal di lapangan Rush tersebut tidak ada satu pun embel-embel spanduk kejuaraan. Ketika pertandingan Nanda dan Gilang usai, mereka saling bersalaman.

Tidak hanya Nanda dan Gilang yang tampak serius berlaga, tapi hampir semua pebulu tangkis juga begitu. Nyatanya keseriusan mereka lantaran menjalani home kompetisi antarpemain dalam satu klub. “Kalau setiap Sabtu ada home tournament,” ucap Surya Budivaya, Ketua Umum PB Putra Jember.

Surya mengatakan, pandemi korona membuat setiap ajang kejuaraan bulu tangkis ditiadakan. Bahkan, pada awal Covid-19 semua atletnya diliburkan dari latihan dan hanya latihan daring seperti fisik saja. Sentuhan raket atlet muda yang ke depan jadi tulang punggung Jember tersebut mulai terkikis. Oleh sebab itu, kata dia, pada era kebiasaan baru per Agustus lalu, sebagian mulai menggelar latihan kembali. Ada juga yang mulai September. Walau tetap latihan, tapi ada catatan, yakni adanya pembatasan wali atlet yang ikut di lapangan dan tidak boleh bergerombol.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/