alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Mendadak Muncul Cabor ‘Siluman’

Awalnya Klaim 40, Kini Jadi 45

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara, di anggaran rumah tangga (ART) KONI bagian ketiga, juga dijelaskan persyaratan menjadi anggota pada pasal 11. Salah satunya harus ada AD/ART, akta pendirian dan terdaftar Kemenkum HAM RI, memiliki pengurus tingkat provinsi sebanyak 50 persen dari jumlah provinsi, menggelar kejuaraan, hingga telah dipertandingkan pada multi-event yang diakui.

Selain itu, juga dijelaskan pada bagian keempat ART KONI tentang tata cara permohonan menjadi anggota yang tertuang dalam pasal 12. Yaitu mengajukan surat permohonan ke Ketua KONI yang juga diteliti dan dibahas, serta menetapkan dalam rapat pleno pengurus.

Sementara, di bagian kelima yang menjelaskan tentang tata cara penerimaan menjadi anggota, diatur dalam pasal 13. Salah satu isinya, KONI mengajukan calon anggota untuk diputuskan dalam rapat kerja. Untuk menerima atau menolak anggota baru, setidaknya ada persetujuan minimal 50 persen plus satu dari anggota yang hadir dalam rapat kerja yang digelar dalam setahun sekali tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Terbentuk, tapi Belum Masuk KONI 

Jawa Pos Radar Jember melacak salah satu cabor yang diklaim dalam tambahan cabor baru tersebut. Cabor itu adalah Indonesia Esports Association (IESPA). Humas IESPA Jember Dody Bayu Prasetyo mengatakan, untuk e-sports di Jember memang sudah terbentuk. Hal itu ditandai dengan Surat Keputusan (SK) IESPA Provinsi Jawa Timur pada 25 Maret tahun ini. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum IESPA Jatim Fuad Bernadi itu juga menetapkan susunan kepengurusan IESPA Jember yang diketuai oleh Achmad Fauzi.

Dody menambahkan, setelah ada SK IESPA Jember, agenda selanjutnya adalah konsolidasi kepengurusan secara internal. Serta melakukan rapat yang salah satunya membahas program kerja, serta menyosialisasikan keberadaan cabor tersebut agar masyarakat tahu di Jember sudah ada wadah organisasi e-sport. IESPA menjadi organisasi resmi secara nasional dan telah ada sejak 2015 lalu.

Apakah IESPA Jember sudah masuk sebagai cabor di KONI Jember? Dody menyatakan belum masuk sebagai cabor anggota KONI Jember. “Kami masih urus-urus ke KONI. Karena SK sudah turun dan akan konsolidasi internal dulu untuk rapat perdana,” jelasnya.

Namun, Dody juga tidak menampik IESPA Jember pernah berbincang-bincang dengan Ketua KONI Jember Alfin. “Secara formal, kelembagaan IESPA belum bertemu dengan Ketua KONI Jember. Namun secara informal, sudah pernah dalam pembicaraan santai saja,” ucapnya.

Dia mengaku, IESPA juga ada proyeksi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Namun, hal yang penting adalah bagaimana para pehobi e-sport itu paham di Jember sudah ada organisasi yang mewadahi. “Kami akan sosialisasi dan merangkul. Apalagi juga sudah ada UKM (unit kegiatan mahasiswa, Red) e-sport,” katanya.

 

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Sementara, di anggaran rumah tangga (ART) KONI bagian ketiga, juga dijelaskan persyaratan menjadi anggota pada pasal 11. Salah satunya harus ada AD/ART, akta pendirian dan terdaftar Kemenkum HAM RI, memiliki pengurus tingkat provinsi sebanyak 50 persen dari jumlah provinsi, menggelar kejuaraan, hingga telah dipertandingkan pada multi-event yang diakui.

Selain itu, juga dijelaskan pada bagian keempat ART KONI tentang tata cara permohonan menjadi anggota yang tertuang dalam pasal 12. Yaitu mengajukan surat permohonan ke Ketua KONI yang juga diteliti dan dibahas, serta menetapkan dalam rapat pleno pengurus.

Sementara, di bagian kelima yang menjelaskan tentang tata cara penerimaan menjadi anggota, diatur dalam pasal 13. Salah satu isinya, KONI mengajukan calon anggota untuk diputuskan dalam rapat kerja. Untuk menerima atau menolak anggota baru, setidaknya ada persetujuan minimal 50 persen plus satu dari anggota yang hadir dalam rapat kerja yang digelar dalam setahun sekali tersebut.

 

Terbentuk, tapi Belum Masuk KONI 

Jawa Pos Radar Jember melacak salah satu cabor yang diklaim dalam tambahan cabor baru tersebut. Cabor itu adalah Indonesia Esports Association (IESPA). Humas IESPA Jember Dody Bayu Prasetyo mengatakan, untuk e-sports di Jember memang sudah terbentuk. Hal itu ditandai dengan Surat Keputusan (SK) IESPA Provinsi Jawa Timur pada 25 Maret tahun ini. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum IESPA Jatim Fuad Bernadi itu juga menetapkan susunan kepengurusan IESPA Jember yang diketuai oleh Achmad Fauzi.

Dody menambahkan, setelah ada SK IESPA Jember, agenda selanjutnya adalah konsolidasi kepengurusan secara internal. Serta melakukan rapat yang salah satunya membahas program kerja, serta menyosialisasikan keberadaan cabor tersebut agar masyarakat tahu di Jember sudah ada wadah organisasi e-sport. IESPA menjadi organisasi resmi secara nasional dan telah ada sejak 2015 lalu.

Apakah IESPA Jember sudah masuk sebagai cabor di KONI Jember? Dody menyatakan belum masuk sebagai cabor anggota KONI Jember. “Kami masih urus-urus ke KONI. Karena SK sudah turun dan akan konsolidasi internal dulu untuk rapat perdana,” jelasnya.

Namun, Dody juga tidak menampik IESPA Jember pernah berbincang-bincang dengan Ketua KONI Jember Alfin. “Secara formal, kelembagaan IESPA belum bertemu dengan Ketua KONI Jember. Namun secara informal, sudah pernah dalam pembicaraan santai saja,” ucapnya.

Dia mengaku, IESPA juga ada proyeksi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Namun, hal yang penting adalah bagaimana para pehobi e-sport itu paham di Jember sudah ada organisasi yang mewadahi. “Kami akan sosialisasi dan merangkul. Apalagi juga sudah ada UKM (unit kegiatan mahasiswa, Red) e-sport,” katanya.

 

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Sementara, di anggaran rumah tangga (ART) KONI bagian ketiga, juga dijelaskan persyaratan menjadi anggota pada pasal 11. Salah satunya harus ada AD/ART, akta pendirian dan terdaftar Kemenkum HAM RI, memiliki pengurus tingkat provinsi sebanyak 50 persen dari jumlah provinsi, menggelar kejuaraan, hingga telah dipertandingkan pada multi-event yang diakui.

Selain itu, juga dijelaskan pada bagian keempat ART KONI tentang tata cara permohonan menjadi anggota yang tertuang dalam pasal 12. Yaitu mengajukan surat permohonan ke Ketua KONI yang juga diteliti dan dibahas, serta menetapkan dalam rapat pleno pengurus.

Sementara, di bagian kelima yang menjelaskan tentang tata cara penerimaan menjadi anggota, diatur dalam pasal 13. Salah satu isinya, KONI mengajukan calon anggota untuk diputuskan dalam rapat kerja. Untuk menerima atau menolak anggota baru, setidaknya ada persetujuan minimal 50 persen plus satu dari anggota yang hadir dalam rapat kerja yang digelar dalam setahun sekali tersebut.

 

Terbentuk, tapi Belum Masuk KONI 

Jawa Pos Radar Jember melacak salah satu cabor yang diklaim dalam tambahan cabor baru tersebut. Cabor itu adalah Indonesia Esports Association (IESPA). Humas IESPA Jember Dody Bayu Prasetyo mengatakan, untuk e-sports di Jember memang sudah terbentuk. Hal itu ditandai dengan Surat Keputusan (SK) IESPA Provinsi Jawa Timur pada 25 Maret tahun ini. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum IESPA Jatim Fuad Bernadi itu juga menetapkan susunan kepengurusan IESPA Jember yang diketuai oleh Achmad Fauzi.

Dody menambahkan, setelah ada SK IESPA Jember, agenda selanjutnya adalah konsolidasi kepengurusan secara internal. Serta melakukan rapat yang salah satunya membahas program kerja, serta menyosialisasikan keberadaan cabor tersebut agar masyarakat tahu di Jember sudah ada wadah organisasi e-sport. IESPA menjadi organisasi resmi secara nasional dan telah ada sejak 2015 lalu.

Apakah IESPA Jember sudah masuk sebagai cabor di KONI Jember? Dody menyatakan belum masuk sebagai cabor anggota KONI Jember. “Kami masih urus-urus ke KONI. Karena SK sudah turun dan akan konsolidasi internal dulu untuk rapat perdana,” jelasnya.

Namun, Dody juga tidak menampik IESPA Jember pernah berbincang-bincang dengan Ketua KONI Jember Alfin. “Secara formal, kelembagaan IESPA belum bertemu dengan Ketua KONI Jember. Namun secara informal, sudah pernah dalam pembicaraan santai saja,” ucapnya.

Dia mengaku, IESPA juga ada proyeksi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Namun, hal yang penting adalah bagaimana para pehobi e-sport itu paham di Jember sudah ada organisasi yang mewadahi. “Kami akan sosialisasi dan merangkul. Apalagi juga sudah ada UKM (unit kegiatan mahasiswa, Red) e-sport,” katanya.

 

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/