Indonesia hanya mendapatkan perak karena kalah dalam selisih gol. Namun ketika itu Beby Willy Eka dkk berhasil menahan imbang Singapura dengan skor 4-4. Sakovic lantas melanjutkan kiprahnya di Asian Games 2018. Saat itu, Indonesia meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang dalam empat pertandingan.

Sakovic adalah pilihan tepat karena dia berasal dari negara dengan tradisi kuat seperti Serbia. Negeri tersebut merupakan juara dunia polo air putra 2015 dan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016.

“Bersyukur semua cabor yang saya datangi menang semua,” kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari lantas tersenyum. ”Emas dari polo air ini semoga bisa menjadi pemicu yang lain untuk berprestasi,” imbuhnya.

Tim polo air putra Singapura untuk kali pertama dalam 59 tahun terakhir kalah di SEA Games. Tim yang membekuk Singapura adalah Indonesia. (SNOC)

Kunci terbesar keberhasilan Indonesia meraih emas adalah ketika mereka mengalahkan Singapura dengan skor tipis 7-5, kemarin (28/11). Tambahan dua angka itu mengangkat moral para pemain untuk semakin bersemangat mengejar emas dengan mengalahkan Malaysia.

Apalagi, ini adalah kekalahan pertama Singapura dalam 54 tahun kiprah mereka di arena SEA Games!

”Kami sangat kecewa dengan kekalahan itu. Kami sudah berusaha dengan keras, namun tetap saja kalah,” kata kapten tim Singapura Koh Jian Ying sebagaimana dikutip dari The Straits Times.

”Kekecewaan yang kami rasakan atas kekalahan (melawan Indonesia) ini lebih besar rasanya ketimbang tidak berhasil membawa pulang emas ke-28. Indonesia bermain sangat luar biasa dan kami tidak bermain maksimal. Namun, inilah olahraga. Semua hal bisa saja terjadi,” tambah Koh yang sudah berpartisipasi dalam lima kali SEA Games itu.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : Nuris Andi Prastiyo, Dipta Wahyu dari Manila, Filipina